Musi Online https://musionline.co.id 11 June 2026 @13:28 17 x dibaca 
Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Mulai 10 Juni 2026, Pertalite dan BioSolar Subsidi Tetap.
Musionline.co.id, Palembang – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk produk Pertamax Series yang berlaku mulai 10 Juni 2026.
Kebijakan ini dilakukan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dan mengacu pada mekanisme evaluasi harga berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Meski terjadi kenaikan pada harga Pertamax, masyarakat pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir karena harga Pertalite dan BioSolar tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga akses energi yang terjangkau bagi masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan distribusi BBM nasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi yang berlaku.
Menurutnya, perubahan harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah serta mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dinamika harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar energi global.
“Penyesuaian harga Pertamax dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi serta distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat agar terus berjalan optimal,” ujar Roberth.
Penyesuaian Harga Berlaku Mulai 10 Juni 2026
Kebijakan penyesuaian harga ini mulai diberlakukan pada Selasa, 10 Juni 2026, termasuk di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dalam daftar harga terbaru, produk Pertamax mengalami kenaikan signifikan dibandingkan harga sebelumnya.
Untuk wilayah Sumbagsel, harga BBM non-subsidi melalui jaringan SPBU Pertamina ditetapkan sebagai berikut:
Pertamax Series
Pertamax (RON 92): dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter.
Pertamax Turbo (RON 98): Rp21.200 per liter (tetap).
Dex Series
Dexlite (CN 51): Rp23.500 per liter (tetap).
Pertamina Dex (CN 53): Rp25.350 per liter (tetap).
Dengan demikian, hanya produk Pertamax yang mengalami penyesuaian harga, sementara produk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih mempertahankan harga sebelumnya.
Pertalite dan BioSolar Bersubsidi Tetap
Di tengah penyesuaian harga BBM non-subsidi tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.
Sebagai badan usaha yang mendapat penugasan pemerintah untuk menyalurkan BBM subsidi kepada masyarakat, Pertamina tetap melayani distribusi Pertalite dan BioSolar dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Harga jual kedua produk BBM subsidi tersebut masih tetap sebagai berikut:
Pertalite: Rp10.000 per liter.
BioSolar: Rp6.800 per liter.
Keputusan mempertahankan harga Pertalite dan BioSolar diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi, terutama bagi sektor transportasi, usaha mikro, petani, nelayan, dan pelaku usaha yang masih bergantung pada BBM subsidi.
Menjaga Ketersediaan Pasokan Energi Nasional
Selain melakukan penyesuaian harga, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia tetap aman dan terkendali.
Roberth menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok Pertamax maupun produk BBM lainnya di jaringan SPBU Pertamina.
“Kami memastikan pasokan Pertamax tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” jelasnya.
Komitmen menjaga ketersediaan energi menjadi prioritas utama Pertamina, terutama dalam menghadapi fluktuasi pasar energi global yang dapat memengaruhi harga minyak dunia.
Melalui evaluasi harga yang dilakukan secara berkala, Pertamina berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, keberlanjutan bisnis, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.
Transparansi Informasi kepada Masyarakat
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperoleh informasi terkait harga BBM melalui kanal resmi perusahaan guna menghindari informasi yang tidak akurat.
Masyarakat dapat mengakses informasi terbaru melalui website resmi Pertamina Patra Niaga dan aplikasi MyPertamina yang menyediakan berbagai layanan digital, termasuk informasi harga BBM, lokasi SPBU, hingga berbagai program loyalitas pelanggan.
Selain itu, Pertamina Contact Center 135 juga siap melayani kebutuhan informasi masyarakat terkait produk, layanan, maupun kebijakan perusahaan yang berlaku.
Dengan adanya penyesuaian harga ini, Pertamina berharap masyarakat dapat memahami bahwa perubahan harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti perkembangan harga energi global serta regulasi pemerintah.
Di sisi lain, keberlanjutan harga Pertalite dan BioSolar menunjukkan komitmen pemerintah dan Pertamina dalam menjaga stabilitas energi nasional serta melindungi masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen, keberlangsungan industri energi nasional, serta jaminan pasokan BBM yang berkualitas dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (***)
0 Komentar