Musi Online https://musionline.co.id 14 April 2026 @20:16 48 x dibaca 
dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M
Musionline.co id, Jakarta — Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap implementasi kebijakan nasional di sektor kesehatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M selaku Senator Anggota DPD RI Dapil Sumatera Selatan menyampaikan sejumlah pandangan strategis dalam agenda Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Adapun agenda tersebut secara khusus membahas isu-isu penting, meliputi kesehatan mental, permasalahan tenaga kesehatan honorer di daerah, serta berbagai persoalan lain di bidang kesehatan yang masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam penyampaiannya yang menekankan pentingnya penguatan sistem kesehatan nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan, dr. Ratu menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan perlu lebih fokus pada implementasi program kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, khususnya melalui penguatan layanan kesehatan primer seperti puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, dalam melihat dinamika yang terjadi di lapangan yang semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, tidak hanya bagi masyarakat secara umum, tetapi juga bagi tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan.
Dalam konteks pemerataan layanan kesehatan yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia hingga saat ini, dr. Ratu turut menyoroti ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, khususnya di daerah terpencil yang masih mengalami keterbatasan dibandingkan dengan wilayah perkotaan.
Selain itu, ia juga turut menyampaikan aspirasi yang dihimpun dari rekan sejawat tenaga kesehatan terkait berbagai kendala yang masih dihadapi di wilayah Sumatera Selatan, khususnya mengenai Bantuan Biaya Hidup (BBH) dokter internship yang dinilai masih belum optimal, baik dari sisi jumlah maupun ketepatan waktu pencairannya.
“Isu Bantuan Biaya Hidup (BBH) bagi dokter internship dan kesehatan mental tenaga kesehatan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut keberlangsungan dan kualitas layanan kesehatan nasional. Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak dokter muda yang menghadapi keterlambatan pencairan BBH, bahkan harus menerima pembayaran secara rapel. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menyoroti bahwa dalam praktiknya, pencairan BBH dokter internship kerap mengalami keterlambatan, bahkan tidak jarang dibayarkan secara rapel, sehingga menyulitkan tenaga kesehatan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Di sisi lain, nominal BBH dokter internship yang diberikan juga dinilai masih relatif kecil dan belum sepenuhnya mencerminkan beban kerja serta tantangan yang dihadapi, khususnya bagi tenaga kesehatan yang bertugas di daerah.
0 Komentar