Musi Online https://musionline.co.id 12 June 2026 @18:59 25 x dibaca 
UCCE 2026 UNSRI Jembatani Mahasiswa dan Industri, Lebih dari 500 Peserta Antusias Ikuti Program Pengembangan Karier.
Musionline.co.id, Palembang - Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja melalui penyelenggaraan UNSRI Carnaval Career Expo (UCCE) 2026.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 9–10 Juni 2026, di Graha Universitas Sriwijaya Kampus Palembang ini sukses mempertemukan mahasiswa, alumni, dan berbagai perusahaan nasional dalam satu wadah kolaboratif yang berorientasi pada pengembangan karier dan peningkatan kompetensi generasi muda.
Mengusung semangat memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan dunia industri, UCCE 2026 menjadi salah satu agenda strategis yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni Universitas Sriwijaya.
Tidak hanya menghadirkan pameran karier atau career expo, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang belajar yang memberikan wawasan mengenai tren industri, digitalisasi rekrutmen, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kerja modern.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Eng. Ir. Joni Arliansyah, M.T.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan alumni menjadi faktor penting dalam menciptakan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini berkembang sangat cepat seiring kemajuan teknologi dan transformasi digital. Oleh karena itu, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kolaborasi antara kampus, dunia usaha dan dunia industri, pemerintah, serta alumni merupakan kunci untuk memastikan kompetensi yang dikembangkan di lingkungan akademik tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman,” ujar Joni Arliansyah.
Antusiasme Tinggi Meski Berlangsung Saat Libur Semester
Salah satu hal menarik dari penyelenggaraan UCCE 2026 adalah tingginya antusiasme peserta meskipun kegiatan berlangsung pada masa libur semester.
Tercatat lebih dari 500 peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia.
Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 300 peserta yang hadir pada hari pertama dan sekitar 200 peserta yang mengikuti kegiatan hari kedua.
Selain itu, lebih dari 80 alumni turut memanfaatkan layanan konsultasi karier dan review CV yang tersedia selama kegiatan berlangsung.
Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan alumni semakin menyadari pentingnya mempersiapkan diri menghadapi perubahan pola rekrutmen kerja yang kini semakin mengandalkan teknologi digital.
Pada hari pertama, peserta mengikuti seminar bertajuk Strategic Talent Engagement & Campus Hiring.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman dari kalangan alumni dan praktisi industri.
Di antaranya adalah Mukhlisin Aziz, alumni Fakultas Ekonomi UNSRI angkatan 1982 yang kini berkarier sebagai Shipping Consultant, serta Pujiati, alumni Agribisnis UNSRI angkatan 1996 yang saat ini menjabat sebagai Vice President Research PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
Melalui sesi Employer Branding dan Future Career & Industry with AI, peserta memperoleh pemahaman mengenai perkembangan industri global, peluang karier masa depan, serta kompetensi yang dibutuhkan agar tetap relevan di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan.
Career Expo Jadi Magnet Utama Peserta
Salah satu area yang paling ramai dikunjungi selama kegiatan berlangsung adalah career expo.
Sejak pagi, peserta memadati berbagai booth perusahaan untuk mencari informasi lowongan pekerjaan, berdiskusi langsung dengan recruiter, hingga menyerahkan curriculum vitae (CV) mereka.
Kehadiran sejumlah perusahaan dan mitra industri ternama menjadi daya tarik tersendiri.
Beberapa perusahaan yang berpartisipasi antara lain Pertamina PDC, ParagonCorp, PKSS, Indosat Ooredoo Hutchison, Mutual+, Kinobi, LinkedIn, Schoters, PT CNG Hilir Raya, serta berbagai mitra industri lainnya.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengikuti networking session, campus hiring, interview session, hingga proses pengumpulan CV secara langsung kepada perusahaan.
Banyak peserta mengaku mendapatkan pengalaman yang sebelumnya sulit diperoleh hanya melalui portal lowongan kerja atau media sosial.
Interaksi langsung dengan pihak perusahaan dinilai memberikan gambaran lebih jelas mengenai kebutuhan industri dan peluang karier yang tersedia.
Hari Kedua Fokus pada Penguatan Keterampilan Karier
Memasuki hari kedua, UCCE 2026 mengangkat tema Career Skill, Interview Session & Networking Day.
Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen modern.
Sekitar 200 peserta mengikuti berbagai workshop, pelatihan rekrutmen digital, konsultasi karier, hingga sesi pendampingan profesional.
Salah satu sesi yang paling diminati adalah LinkedIn & Personal LinkedIn Review yang menghadirkan narasumber dari LinkedIn Singapore.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan panduan langsung mengenai cara membangun profil profesional yang efektif serta strategi memperkuat personal branding di platform digital.
Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Nabila Putri, mengaku memperoleh banyak manfaat dari materi yang disampaikan.
“Saya memahami bahwa LinkedIn bukan hanya media sosial profesional, tetapi juga sarana untuk membangun personal branding dan memperluas jaringan karier. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan lulusan saat ini dan membuat saya lebih percaya diri dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja,” ungkapnya.
Selain itu, Workshop CV ATS Friendly bersama Kinobi juga menjadi salah satu sesi favorit peserta.
Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada sistem Applicant Tracking System (ATS) yang kini banyak digunakan perusahaan untuk menyaring dokumen pelamar kerja secara otomatis.
Melalui sesi ini, peserta memahami bahwa tampilan CV yang menarik belum tentu efektif jika tidak dapat dibaca oleh sistem ATS. Banyak peserta langsung memperbaiki format CV mereka setelah mendapatkan masukan dari narasumber.
“Saya baru mengetahui bahwa beberapa format CV yang selama ini saya gunakan justru membuat ATS sulit membaca informasi yang ada. Setelah workshop ini, saya langsung melakukan beberapa perbaikan agar CV saya lebih efektif,” kata Muhammad Alif Ramadhan, alumni Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Konseling Karier Jadi Solusi bagi Alumni
Tidak hanya menghadirkan seminar dan workshop, UCCE 2026 juga menyediakan berbagai layanan pendampingan karier yang dapat dimanfaatkan peserta secara gratis.
Layanan tersebut meliputi Career Clinic, Career Counseling, serta CV Review yang melibatkan sembilan psikolog dari Program Studi Psikologi, konselor dari Program Studi Bimbingan Konseling, dan tenaga profesional dari Keperawatan Jiwa.
Lebih dari 80 alumni memanfaatkan fasilitas ini untuk berkonsultasi mengenai pengembangan kompetensi, strategi menghadapi proses rekrutmen, hingga perencanaan karier jangka panjang.
Kepala Subdirektorat Alumni UNSRI, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa perubahan pola rekrutmen akibat digitalisasi menjadi alasan utama penyelenggaraan UCCE 2026.
Menurutnya, banyak pencari kerja, terutama lulusan baru, belum menyadari bahwa dokumen lamaran yang mereka kirim sering kali terlebih dahulu disaring oleh sistem digital sebelum sampai ke tangan recruiter.
“Sebagian pencari kerja terutama alumni fresh graduated mungkin tidak menyadari bahwa curriculum vitae (CV) yang mereka kirim seringkali dinilai oleh sistem sebelum dibaca oleh recruiter. Penggunaan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan rekrutmen berbasis teknologi ini membuat kemampuan akademik saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan kerja,” jelas Deris.
Ia menambahkan bahwa UCCE 2026 tidak hanya menjadi ajang mencari pekerjaan, tetapi juga ruang belajar yang membantu mahasiswa dan alumni memahami perubahan kebutuhan industri serta menyiapkan strategi yang tepat untuk memasuki dunia kerja.
Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 500 orang, kegiatan ini dinilai berhasil menjawab kebutuhan generasi muda akan ruang pengembangan diri, jejaring profesional, dan peningkatan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan industri masa kini.
Melalui UCCE 2026, Universitas Sriwijaya kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada proses akademik, tetapi juga aktif membangun jembatan antara dunia kampus dan dunia kerja.
Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun kompetensi yang relevan menjadi modal utama bagi generasi muda dalam meraih masa depan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri para dekan dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Sriwijaya, antara lain Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, perwakilan Fakultas Pertanian, serta jajaran tim Subdirektorat Alumni Universitas Sriwijaya. (***)
0 Komentar