Musi Online https://musionline.co.id 15 June 2026 @17:29 32 x dibaca 
Warga Panik, Sumur Bor Minyak di Keban 1 Sanga Desa Muba Terbakar, Diduga Dipicu Percikan Genset.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Suasana tenang di Desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mendadak berubah menjadi kepanikan pada Jumat siang, 12 Juni 2026.
Sebuah sumur minyak bor tradisional yang berada di wilayah tersebut dilaporkan terbakar hebat sekitar pukul 14.00 WIB.
Kobaran api yang membumbung tinggi ke udara membuat warga sekitar panik dan berhamburan menjauh dari lokasi kejadian. Asap hitam pekat terlihat dari jarak cukup jauh sehingga menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar area sumur minyak tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sumur minyak bor yang terbakar diduga merupakan milik seorang warga berinisial AR yang berasal dari Desa Sereka, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius masyarakat mengingat aktivitas pengeboran minyak tradisional di sejumlah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin selama ini dikenal memiliki risiko tinggi apabila tidak disertai standar keselamatan yang memadai.
Menurut keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi, api muncul secara tiba-tiba dari area sumur minyak saat aktivitas operasional masih berlangsung. Dalam hitungan menit, kobaran api langsung membesar dan sulit dikendalikan karena terdapat material yang mudah terbakar di sekitar lokasi.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan dan melakukan upaya pemadaman secara mandiri. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
Api terus berkobar dan membentuk semburan besar yang memicu kepanikan warga. Sebagian masyarakat bahkan memilih menjauh dari lokasi karena khawatir terjadi ledakan susulan yang dapat membahayakan keselamatan mereka.
Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa sebelum kebakaran terjadi, terdengar suara mesin genset yang digunakan untuk mendukung aktivitas di sekitar sumur minyak tersebut. Tidak lama kemudian muncul percikan api yang diduga menjadi pemicu awal terjadinya kebakaran.
Diduga Berasal dari Percikan Mesin Genset
Dari informasi sementara yang beredar di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh percikan api yang keluar dari mesin genset yang berada di sekitar area sumur minyak.
Percikan tersebut diduga menyambar material yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat menjalar dan membesar. Mengingat sumur minyak mengandung bahan bakar yang sangat mudah terbakar, kobaran api pun sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Meski demikian, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan resmi. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab utama insiden tersebut.
Petugas juga berupaya mengumpulkan berbagai informasi dari saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kronologi kebakaran.
Sempat Beredar Isu Korban Jiwa
Di tengah kepanikan masyarakat, sempat beredar kabar mengenai adanya korban jiwa akibat ledakan dan kebakaran sumur minyak tersebut. Informasi tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran tambahan.
Namun, kabar tersebut akhirnya dibantah oleh pihak kepolisian setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
Kapolsek Sanga Desa, IPTU Harun Suardi, memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam insiden kebakaran sumur minyak yang terjadi di Desa Keban 1 tersebut.
Pernyataan resmi dari kepolisian tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat terkait adanya korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Menanggapi kejadian tersebut, personel Polsek Sanga Desa langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pengamanan, serta mengumpulkan data awal terkait insiden kebakaran.
Kapolsek Sanga Desa, IPTU Harun Suardi, saat dikonfirmasi media membenarkan adanya kejadian kebakaran sumur minyak tersebut.
"Anggota kami sudah turun langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," tegas IPTU Harun.
Selain melakukan penyelidikan, pihak kepolisian juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kerugian Masih Didata
Hingga saat ini, pihak berwenang belum dapat memastikan total kerugian materiil akibat kebakaran tersebut. Proses pendataan masih dilakukan mengingat kondisi lokasi yang sebelumnya masih dipenuhi kobaran api dan material yang berpotensi membahayakan.
Petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan, termasuk dampaknya terhadap fasilitas dan peralatan yang berada di sekitar sumur minyak.
Selain itu, penyelidikan juga akan difokuskan pada aspek keselamatan operasional guna memastikan apakah terdapat kelalaian atau faktor lain yang menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Warga juga diminta untuk tidak mendekati lokasi kebakaran demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai tingginya risiko aktivitas pengeboran minyak tradisional apabila tidak dibarengi dengan penerapan standar keselamatan yang ketat.
Sementara itu, masyarakat Desa Keban 1 berharap proses penyelidikan dapat segera mengungkap penyebab pasti kebakaran sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengamanan di lokasi kejadian. Situasi di sekitar area sumur minyak dilaporkan mulai kondusif, meskipun petugas tetap melakukan pemantauan secara intensif. (***)
0 Komentar