Musi Online https://musionline.co.id 07 July 2026 @19:27 18 x dibaca 
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Parit Primer Babat Supat Muba, Polisi Selidiki Penyebab Kematian.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Warga Desa Bandar Tenggulang (SP 2), Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengapung di aliran Parit Primer pada Senin (6/7/2026) pagi.
Hingga kini, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Penemuan jasad tersebut langsung mengundang perhatian masyarakat sekitar. Aparat kepolisian dari Polsek Babat Supat bersama Unit Identifikasi Polres Musi Banyuasin segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengumpulkan berbagai keterangan dari para saksi.
Kapolsek Babat Supat IPTU Agum Marenra S.Tr.K., M.H melalui Kasi Humas Polres Musi Banyuasin AKP S. Hutahaean, S.M menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 05.30 WIB mengenai adanya sesosok mayat yang mengapung di aliran Parit Primer.
"Setelah menerima informasi dari masyarakat, Kanit Res Polsek Babat Supat IPDA Fran Jumaidi, S.H beserta personel Polsek Babat Supat langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi guna melakukan proses identifikasi terhadap korban," ujar AKP S. Hutahaean.
Penemuan Berawal dari Petani yang Melintas Menggunakan Ketek
Peristiwa penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh A. Rafik (46), seorang petani yang merupakan warga Dusun III Desa Bandar Tenggulang.
Saat itu, Rafik sedang mengendarai ketek menuju kawasan Karang Agung untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Ketika melintasi pintu masuk Parit Primer, ia melihat sebuah benda mengapung di permukaan air.
Karena jarak pandang yang masih cukup jauh, Rafik belum dapat memastikan apakah benda tersebut merupakan manusia, batang kayu, atau bangkai hewan.
Tidak lama berselang, dua warga lainnya yang juga melintas menggunakan ketek menuju kebun kelapa sawit, yakni Aditya (24) dan Adi (30), mendekati lokasi tersebut.
Setelah melihat lebih dekat, keduanya memastikan bahwa benda yang mengapung itu adalah sesosok mayat laki-laki.
Mengetahui hal tersebut, ketiga saksi segera melaporkan kejadian itu kepada pemerintah desa serta Polsek Babat Supat agar segera dilakukan penanganan.
Polisi Langsung Lakukan Olah TKP
Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polsek Babat Supat bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Petugas langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan jasad untuk menghindari kerumunan warga yang dapat mengganggu proses penyelidikan.
Selain itu, Unit Identifikasi Polres Musi Banyuasin juga diterjunkan guna melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan mengumpulkan berbagai petunjuk di lokasi kejadian.
Setelah proses identifikasi awal selesai dilakukan, jasad korban kemudian dievakuasi dari aliran Parit Primer menggunakan peralatan yang telah dipersiapkan oleh petugas.
Evakuasi berlangsung dengan pengamanan ketat agar seluruh proses berjalan lancar sekaligus menjaga keutuhan barang bukti yang mungkin berkaitan dengan penyelidikan.
Identitas Korban Masih Belum Diketahui
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki.
Namun hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum berhasil diketahui karena tidak ditemukan dokumen ataupun identitas yang melekat pada tubuh korban.
Adapun ciri-ciri fisik korban di antaranya memiliki rambut pendek, tidak mengenakan baju, serta menggunakan celana jeans panjang berwarna krem keabu-abuan.
Polisi berharap ciri-ciri tersebut dapat membantu masyarakat yang mungkin mengenali korban.
Jenazah Dibawa ke RSUD Sungai Lilin
Usai dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah langsung dibawa ke RSUD Sungai Lilin.
Di rumah sakit tersebut, korban akan menjalani pemeriksaan visum guna mengetahui kondisi tubuh korban sekaligus membantu proses identifikasi lebih lanjut.
Selain itu, pemeriksaan medis juga diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab kematian korban, apakah murni akibat kecelakaan, tenggelam, atau terdapat dugaan tindak pidana.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Saksi
AKP S. Hutahaean menjelaskan bahwa penyidik masih terus bekerja dengan mengumpulkan berbagai informasi dari para saksi maupun masyarakat sekitar.
Selain memeriksa saksi yang pertama kali menemukan korban, polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang dari wilayah Musi Banyuasin maupun daerah sekitarnya.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Identitas korban maupun penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan," tambah AKP S. Hutahaean.
Pihak kepolisian juga akan mencocokkan data korban dengan laporan orang hilang yang pernah masuk ke Polres Musi Banyuasin maupun kepolisian di wilayah lain apabila diperlukan.
Polisi Imbau Masyarakat Bantu Proses Identifikasi
Untuk mempercepat proses pengungkapan identitas korban, Polres Musi Banyuasin mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai.
Informasi dari masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu proses identifikasi sehingga keluarga korban dapat segera ditemukan.
Masyarakat dapat menghubungi Polsek Babat Supat maupun Polres Musi Banyuasin apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan identitas korban.
Polisi juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya mengenai penyebab kematian korban. Seluruh proses penyelidikan masih dilakukan secara profesional berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, keterangan saksi, serta hasil visum dari tim medis.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap identitas korban sekaligus memastikan penyebab pasti kematiannya sehingga seluruh fakta dapat terungkap secara jelas sesuai hasil penyidikan yang sedang berlangsung. (***)
0 Komentar