Musi Online https://musionline.co.id 08 July 2026 @19:26 23 x dibaca 
Polda Sumsel Pastikan Pria yang Diamankan di Area Helipad Mapolda Tidak Terafiliasi Jaringan Terorisme, Motif Masih Didalami.
Musionline.co.id, Palembang – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan memastikan seorang pria berinisial DRH (24) yang diamankan setelah memasuki area helipad Gedung Presisi Mapolda Sumsel tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal.
Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik setelah pria tersebut diamankan pada Senin (6/7/2026) malam.
Peristiwa ini sempat menjadi perhatian karena lokasi yang dimasuki merupakan kawasan terbatas di lingkungan Markas Polda Sumsel. Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses penanganan berlangsung sesuai prosedur dan situasi keamanan tetap berada dalam kondisi kondusif.
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 20.15 WIB ketika DRH memasuki area helipad Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Personel piket yang sedang melaksanakan pengamanan langsung bertindak cepat dengan mengamankan pria tersebut sekitar pukul 20.18 WIB.
Menurut Nandang, langkah cepat aparat merupakan bagian dari penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menjaga keamanan objek vital kepolisian sekaligus mengantisipasi segala potensi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Langkah pengamanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur untuk memastikan keamanan markas kepolisian dan mencegah potensi gangguan terhadap situasi kamtibmas," ujar Nandang.
Pemeriksaan Awal Dilakukan Secara Menyeluruh
Setelah diamankan, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel langsung melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap identitas, barang bawaan, serta tujuan DRH memasuki kawasan yang tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum tersebut.
Dari hasil pemeriksaan terhadap barang bawaan, petugas menemukan sejumlah perlengkapan yang dibawa oleh DRH, di antaranya jubah berwarna putih, sebuah bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid yang dipasang pada tongkat bambu, tas punggung, dan tas selempang.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang-barang lain berupa satu unit telepon genggam, sepasang sepatu, kacamata, alat tulis, hingga satu botol plastik yang diketahui berisi minuman beralkohol.
Seluruh barang tersebut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan guna mengetahui latar belakang dan tujuan pria tersebut memasuki kawasan terbatas di lingkungan Mapolda Sumsel.
Tidak Terafiliasi Kelompok Radikal maupun Jaringan Terorisme
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Polda Sumsel memastikan tidak ditemukan indikasi bahwa DRH memiliki hubungan ataupun keterlibatan dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal.
"Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan yang bersangkutan tidak terafiliasi dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal," tegas Nandang.
Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang sempat beredar di masyarakat maupun media sosial setelah beredarnya informasi mengenai penangkapan seorang pria di kawasan helipad Mapolda Sumsel.
Selain memastikan tidak adanya keterkaitan dengan jaringan terorisme, penyidik juga telah melakukan tes urine terhadap DRH. Hasil pemeriksaan menunjukkan pria tersebut dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Dengan demikian, hingga saat ini belum ditemukan indikasi bahwa tindakan yang dilakukan berkaitan dengan aktivitas kelompok terlarang ataupun dipengaruhi penyalahgunaan narkoba.
Motif Masih Didalami Melalui Pemeriksaan Lanjutan
Meskipun tidak ditemukan keterkaitan dengan kelompok radikal maupun jaringan terorisme, penyidik masih terus mendalami motif yang melatarbelakangi tindakan DRH memasuki area helipad Mapolda Sumsel.
Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan lanjutan yang melibatkan berbagai aspek, termasuk pemeriksaan psikologis dan kesehatan jiwa. Langkah tersebut dilakukan agar penyidik memperoleh gambaran yang objektif mengenai kondisi serta latar belakang tindakan yang bersangkutan.
Menurut Nandang, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan secara profesional, proporsional, dan berdasarkan fakta.
"Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan psikologis dan kesehatan jiwa guna memperoleh gambaran yang objektif mengenai motif tindakannya," jelasnya.
Polda Sumsel Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi
Polda Sumsel mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Di era digital, penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan, memicu kesalahpahaman, bahkan menciptakan disinformasi di tengah masyarakat.
Karena itu, kepolisian meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi yang nantinya akan disampaikan kepada publik sesuai perkembangan pemeriksaan.
Polda Sumsel juga menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi selama proses penyelidikan berlangsung sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan resmi.
Kesigapan Personel Diapresiasi
Dalam kesempatan tersebut, Polda Sumsel turut memberikan apresiasi kepada personel piket yang bertugas pada malam kejadian.
Kesigapan petugas dalam merespons situasi dinilai berhasil memastikan kondisi keamanan tetap terkendali tanpa mengganggu aktivitas pelayanan kepolisian maupun operasional di lingkungan Mapolda Sumsel.
Respons cepat tersebut menjadi bagian penting dari sistem pengamanan objek vital kepolisian yang terus diterapkan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Dengan tindakan yang cepat dan sesuai prosedur, situasi di kawasan Mapolda Sumsel dapat kembali normal dalam waktu singkat sehingga aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Polda Sumsel kembali mengingatkan masyarakat agar mengedepankan informasi resmi dari kepolisian dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan kabar yang belum terverifikasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mencegah munculnya spekulasi yang dapat menyesatkan opini publik.
Sementara itu, penyidik masih melanjutkan proses pendalaman guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai motif tindakan DRH sebelum menyampaikan hasil akhir kepada masyarakat. (***)
0 Komentar