Musi Online https://musionline.co.id 08 July 2026 @19:28 19 x dibaca 
Warga Prabumulih Ditemukan Mengapung di Kolam Galian Pertamina, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Korban yang Sempat Dilaporkan Hilang.
Musionline.co.id, Pabumulih – Misteri hilangnya seorang petani karet di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap. Setelah sempat dilaporkan menghilang selama dua hari, Mat Yasan (62), warga Desa Sungai Medang, Kecamatan Cambai, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kolam galian Pertamina Si Hombing pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 13.10 WIB.
Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian yang dilakukan pihak keluarga sejak Mat Yasan dinyatakan hilang pada Minggu (5/7/2026). Meski korban telah ditemukan, penyebab pasti kematiannya hingga kini masih menjadi misteri dan sedang didalami oleh jajaran kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, jasad korban ditemukan mengapung di kolam galian Pertamina Si Hombing yang berada tidak jauh dari kawasan kebun karet di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.
Korban pertama kali ditemukan oleh dua warga setempat, Amir dan Musleh, yang saat itu sedang menjala ikan di lokasi tersebut. Keduanya sempat mengira benda yang mengapung di permukaan air hanyalah boneka atau benda lain yang hanyut.
Namun rasa penasaran membuat keduanya mendekati benda tersebut. Betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui bahwa yang mengapung ternyata merupakan tubuh seorang pria yang sudah tidak bernyawa.
Tanpa membuang waktu, Amir dan Musleh segera melaporkan penemuan tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Medang dan perangkat kelurahan setempat. Informasi itu kemudian diteruskan kepada jajaran Polsek Cambai untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Menerima laporan masyarakat, personel Polsek Cambai bersama Tim Identifikasi Forensik (INAFIS) Polres Prabumulih langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas segera memasang garis polisi guna mengamankan area sekaligus mencegah masyarakat memasuki lokasi yang sedang diperiksa.
Selanjutnya, petugas melakukan olah TKP secara menyeluruh. Polisi memeriksa kondisi di sekitar lokasi, mendokumentasikan berbagai temuan, meminta keterangan dari sejumlah saksi, hingga mengevakuasi jasad korban dari kolam galian.
Usai proses evakuasi selesai, jenazah Mat Yasan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Ditemukan Terlilit Tali yang Terhubung ke Motor Korban
Dalam proses evakuasi, petugas menemukan fakta yang menjadi perhatian penyidik. Di bagian pinggang korban masih terdapat tali yang melilit dan terhubung dengan sepeda motor milik korban yang berada di dasar kolam galian tersebut.
Temuan itu langsung menjadi salah satu barang bukti yang diamankan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun demikian, polisi belum memberikan kesimpulan mengenai keterkaitan temuan tersebut dengan penyebab meninggalnya korban.
Seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kini masih dalam proses pemeriksaan sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan.
Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian
Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi melalui Kapolsek Cambai IPTU Heffi Juliansyah SH membenarkan adanya penemuan jasad tersebut.
Menurutnya, setelah menerima informasi dari masyarakat, pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi bersama Tim INAFIS Polres Prabumulih untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.
"Tim langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban, kemudian membawanya ke kamar mayat RSUD Prabumulih," ujar IPTU Heffi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Mat Yasan.
Menurutnya, proses penyelidikan masih terus berlangsung dengan mengumpulkan berbagai informasi yang dapat membantu mengungkap peristiwa tersebut secara objektif.
"Kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab hilangnya nyawa korban. Saat ini kami masih mengumpulkan data dan meminta keterangan dari para saksi," jelasnya.
Riwayat Kesehatan dan Informasi dari Keluarga Masih Didalami
Dalam proses penyelidikan, penyidik juga telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban.
Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa Mat Yasan selama ini memiliki riwayat penyakit asam urat yang telah lama dideritanya.
Selain itu, keluarga juga menyampaikan kepada penyidik bahwa korban pernah melakukan percobaan bunuh diri di sekitar lokasi yang sama. Namun, pada saat itu upaya tersebut berhasil diketahui dan digagalkan oleh anak korban sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Meski menerima informasi tersebut, Kapolsek Cambai menegaskan bahwa seluruh keterangan dari pihak keluarga masih sebatas bahan pendalaman.
Penyidik belum dapat menjadikan informasi tersebut sebagai dasar untuk menyimpulkan penyebab meninggalnya korban karena seluruh fakta masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan forensik.
"Informasi itu masih menjadi bagian dari penyelidikan dan tidak dapat dijadikan kesimpulan penyebab kematian korban," tegas IPTU Heffi.
Menunggu Hasil Visum dan Pemeriksaan Forensik
Saat ini kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan visum terhadap jasad korban.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan dipadukan dengan hasil olah TKP, pemeriksaan barang bukti, serta keterangan para saksi guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa yang terjadi.
Penyidik juga masih membuka kemungkinan memeriksa saksi tambahan apabila diperlukan untuk melengkapi proses penyelidikan.
Polres Prabumulih menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga setiap fakta yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi
Kapolsek Cambai juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan.
Pihak kepolisian memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai dilakukan dan hasil pemeriksaan telah diperoleh.
Dengan demikian, penyebab pasti meninggalnya Mat Yasan masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian beserta hasil pemeriksaan medis terhadap jasad korban. (***)
0 Komentar