Musi Online https://musionline.co.id 29 July 2026 @14:04 29 x dibaca 
Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M
Musionline.co.id, Palembang – Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., menghadiri kegiatan Pekan Bakti Pustakawan Inklusif Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Kampung Literasi Kelurahan 26 Ilir, Kota Palembang, Senin (27/7/2026).
Selain dr. Ratu selaku senator dari Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Fitriana, S.Sos., M.Si., Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Adi Wicaksono, serta Lurah 26 Ilir, Bapak Efri Yansyah, S.IP., M.Si.
Dalam sambutannya, dr. Ratu menegaskan bahwa literasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Beliau menyampaikan bahwa budaya literasi harus ditanamkan sejak usia dini agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing menghadapi tantangan masa depan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan budaya literasi di Sumatera Selatan, dr. Ratu turut mengenang perjalanan pengembangan Kampung Literasi 26 Ilir yang telah dimulai sejak peresmian Pojok Baca pada tahun 2022 lalu. Beliau berharap keberadaan pojok baca tersebut terus dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang mampu menumbuhkan minat baca serta memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.
"Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup berbagai kecakapan hidup yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, gerakan literasi harus menjadi gerakan bersama yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang," ujar dr. Ratu.
Selain itu, dr. Ratu menekankan pentingnya literasi finansial sebagai salah satu dari enam literasi dasar dalam Gerakan Literasi Nasional. Beliau mengatakan bahwa pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak memahami nilai uang, mampu mengelolanya secara bijaksana, serta menjadikannya sebagai bekal untuk masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Ratu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Beliau meyakini bahwa sinergi antara pemerintah, pustakawan, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan generasi yang unggul.
Melalui kegiatan Pekan Bakti Pustakawan Inklusif Tahun 2026, dr. Ratu berharap semangat literasi di Sumatera Selatan terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Beliau optimistis bahwa budaya literasi yang kuat akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kecakapan literasi dan literasi finansial sebagai bekal menuju Indonesia yang lebih maju.
0 Komentar