Musi Online https://musionline.co.id 04 May 2025 @17:52 661 x dibaca 
Jembatan Musi V Ikon Baru Sumsel: Pembangunan JTTS Tahap II Palembang-Betung Dikebut.
Musionline.co.id, Palembang - Jembatan Musi V Ikon Baru Sumsel: Pembangunan JTTS Tahap II Palembang-Betung Dikebut.
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur strategis demi pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu proyek unggulan yang kini memasuki tahap akhir pengerjaannya adalah ruas Jalan Tol Palembang-Betung, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II.
Proyek ini juga mencakup pembangunan Jembatan Musi V, yang diproyeksikan menjadi ikon baru Sumatera Selatan.
Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi proyek pada Sabtu (03/05/2025), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan jalan tol yang sedang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
Menteri PU Pantau Langsung Progres di Lapangan
“Saya mungkin akan sering memantau langsung ke sini, agar penyelesaian ruas Palembang-Betung berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dody.
Dody menambahkan, kehadiran Jalan Tol Palembang-Betung bukan hanya akan mempercepat konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan, tetapi juga akan membawa dampak besar bagi efisiensi logistik, investasi, dan sektor pariwisata.
Ia berharap proyek ini dapat menjadi penggerak ekonomi baru di luar Pulau Jawa.
Kunjungan tersebut juga didampingi oleh Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, yang menjelaskan secara rinci mengenai perkembangan konstruksi dan target penyelesaian proyek.
Ruas Sepanjang 54,5 Km dengan Nilai Proyek Rp 2,07 Triliun
Ari menjelaskan bahwa Waskita Karya dipercaya mengerjakan dua seksi penting dari proyek ini, yakni Seksi 1 Palembang-Rengas dan Seksi 2 Rengas-Pangkalan Balai dengan total panjang mencapai 54,5 kilometer.
Nilai kontrak dari dua seksi tersebut mencapai Rp 2,07 triliun.
“Progres pembangunan berjalan sesuai dengan timeline. Kami menerapkan pengawasan ketat dan metode konstruksi modern untuk memastikan kualitas pekerjaan terbaik, demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol di masa depan,” ungkap Ari.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran tol ini akan memangkas waktu tempuh Palembang-Betung secara signifikan.
“Sebelumnya bisa memakan waktu hingga tiga jam, dengan tol ini nantinya hanya sekitar satu jam,” katanya.
Dorong Pemerataan Pembangunan dan Efisiensi Logistik
Menurut Ari, manfaat jalan tol ini sangat luas. Selain mempercepat waktu perjalanan, infrastruktur ini juga mampu meningkatkan efisiensi distribusi logistik yang secara langsung berdampak pada penurunan biaya transportasi.
“Dengan biaya logistik yang lebih rendah, pelaku usaha akan lebih kompetitif. Selain itu, ini juga mendukung pertumbuhan industri dan distribusi barang di kawasan Sumatera Selatan,” kata Ari.
Ia menekankan bahwa pembangunan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan infrastruktur antara Pulau Jawa dan wilayah lainnya.
“Proyek ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa, khususnya di Sumatera,” lanjutnya.
Jembatan Musi V, Simbol Baru Konektivitas Antarwilayah
Salah satu komponen paling monumental dari proyek JTTS Tahap II ini adalah pembangunan Jembatan Musi V.
Jembatan yang melintasi Sungai Musi ini diharapkan menjadi simbol baru kemajuan infrastruktur di Sumatera Selatan, sekaligus memperlancar arus transportasi antara Palembang dan wilayah barat Sumatera Selatan.
“Panjang total jembatan ini mencapai 1,68 kilometer, dengan nilai kontrak mencapai Rp 345,1 miliar. Pekerjaan konstruksi dimulai pada Oktober tahun lalu dan kami targetkan rampung dalam waktu 16 bulan,” papar Ari.
Pembangunan Jembatan Musi V bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga menjadi penanda era baru dalam tata ruang perkotaan dan wilayah di Sumatera Selatan.
Pemerintah daerah dan masyarakat menyambut positif kehadiran jembatan ini karena akan mendongkrak mobilitas dan memicu perkembangan kawasan sekitar.
Waskita Karya, Pengalaman Lebih dari 64 Tahun dalam Infrastruktur
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita Karya kembali menunjukkan dedikasinya dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur berskala besar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain proyek JTTS Palembang-Betung dan Jembatan Musi V, Waskita juga dikenal melalui pengerjaan proyek-proyek prestisius lainnya seperti Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Depok-Antasari, Cimanggis-Cibitung, Pasuruan-Probolinggo, dan berbagai jembatan ikonik seperti Jembatan Dirgahayu, Jembatan Kramasan, serta Jembatan Penyeberangan Multiguna Dukuh Atas.
“Kami terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Dengan standar mutu tinggi dan tenaga kerja profesional, kami ingin berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” pungkas Ari.
Dampak Sosial Ekonomi dari Pembangunan JTTS
Kehadiran Jalan Tol Palembang-Betung dipastikan akan memberikan berbagai dampak positif, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain memangkas waktu tempuh dan biaya logistik, tol ini akan membuka akses ke berbagai wilayah potensial yang sebelumnya sulit dijangkau.
Pemerintah daerah optimistis bahwa kehadiran tol ini akan mendukung pertumbuhan kawasan industri baru, membuka peluang investasi di sektor properti dan logistik, serta merangsang pariwisata lokal.
Masyarakat yang sebelumnya tergantung pada jalur konvensional yang padat dan rawan kemacetan akan merasakan langsung manfaat jalan tol ini.
Di sisi lain, pembangunan juga membuka lapangan pekerjaan baru, baik selama masa konstruksi maupun setelah operasional.
Target Selesai Akhir 2025, Dorong Pengoperasian Bertahap
Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, namun sejumlah seksi kemungkinan akan dibuka lebih awal secara bertahap jika dinyatakan layak operasi.
Ini sejalan dengan strategi percepatan yang diusung Kementerian PUPR bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
“Jika ada seksi-seksi yang sudah selesai lebih awal dan memenuhi syarat teknis, kami siap mengusulkan untuk segera dioperasikan. Ini akan mempercepat dampak positif bagi masyarakat,” ucap Ari.
Pemerintah pusat dan daerah juga terus berkoordinasi dalam menyiapkan akses pendukung, rest area, serta integrasi dengan jaringan jalan nasional dan pelabuhan logistik.
Transformasi Wilayah Sumatera Selatan Melalui Infrastruktur
Transformasi kawasan Sumatera Selatan kini menjadi lebih nyata berkat keberadaan infrastruktur seperti JTTS.
Palembang sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi akan terkoneksi lebih cepat dengan kabupaten/kota lainnya, seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, hingga Jambi bagian selatan.
Dengan masuknya infrastruktur jalan tol ke wilayah-wilayah hinterland, maka pemerataan pembangunan tidak lagi menjadi wacana, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Langkah strategis ini juga diyakini akan memperkuat daya saing Sumatera Selatan dalam menyambut peluang investasi dari sektor industri, energi, dan perdagangan lintas provinsi di Pulau Sumatra. (***)
0 Komentar