Musi Online | Rumah Panggung di Ogan Ilir Ludes Terbakar, Satu Unit Sepeda Motor Ikut Hangus, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Rumah Panggung di Ogan Ilir Ludes Terbakar, Satu Unit Sepeda Motor Ikut Hangus, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

Musi Online
https://musionline.co.id 07 September 2025 @18:43
Rumah Panggung di Ogan Ilir Ludes Terbakar, Satu Unit Sepeda Motor Ikut Hangus, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
Rumah Panggung di Ogan Ilir Ludes Terbakar, Satu Unit Sepeda Motor Ikut Hangus, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta.

Musionline.co.id, Ogan Ilir – Kebakaran hebat kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. 
Satu unit rumah panggung berbahan kayu di Dusun II, Desa Lebung Bandung, Kecamatan Rantau Alai, hangus terbakar dilalap si jago merah pada Sabtu malam (6/9/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
Peristiwa memilukan ini juga menghanguskan satu unit sepeda motor yang berada di dalam rumah. 
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp300 juta.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kebakaran pertama kali terlihat oleh dua orang saksi, Arsyad (45) dan Sukiman (40), yang melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian atap rumah milik Hoironi (63), seorang wiraswasta setempat.
“Awalnya terlihat asap mengepul, lalu api tiba-tiba membesar. Karena rumah berbahan kayu, api cepat sekali merambat ke seluruh bangunan,” ungkap Arsyad.
Melihat kejadian itu, keduanya langsung memberi tahu perangkat desa dan membantu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sambil menunggu petugas pemadam datang.
Respons Cepat Tim Gabungan
Tak berselang lama, tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD Ogan Ilir, dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir tiba di lokasi. 
Mereka bersama warga berjibaku melawan api yang terus membesar. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena kondisi rumah panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu kering sehingga mudah terbakar.
Sekitar pukul 20.00 WIB, api akhirnya berhasil dijinakkan setelah hampir dua jam upaya pemadaman dilakukan. 
Tindakan cepat petugas gabungan dinilai berhasil mencegah api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya yang lokasinya berdekatan.
“Kalau tidak cepat diatasi, bisa jadi kebakaran ini meluas. Apalagi di sekitar lokasi banyak rumah panggung dengan konstruksi serupa,” kata salah seorang warga yang ikut membantu.
Kerugian dan Kondisi Korban
Rumah panggung milik Hoironi beserta satu unit sepeda motor hangus terbakar tanpa tersisa. Beberapa peralatan rumah tangga, dokumen penting, serta barang berharga lainnya juga ikut musnah.
Meski tidak ada korban jiwa, keluarga korban mengalami trauma mendalam karena kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Saat ini, korban bersama keluarga menumpang di rumah kerabat terdekat untuk sementara waktu.
Kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. Angka ini mencakup nilai rumah, kendaraan, serta barang-barang lain yang ludes dilalap api.
Kapolsek Rantau Alai, Iptu Agus Masyudhi, memastikan pihak kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. 
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian memang cukup besar. Kami sudah berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Ogan Ilir untuk menyelidiki penyebab kebakaran ini,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, mengingat api pertama kali terlihat dari bagian dalam rumah. 
Namun, kepastian penyebab kebakaran baru bisa diketahui setelah hasil olah TKP dan pemeriksaan lebih lanjut selesai dilakukan.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian bersama pemerintah desa mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah, terutama yang masih menggunakan bahan kayu dan instalasi listrik lama. 
Warga diminta untuk rutin memeriksa kondisi kabel listrik, peralatan elektronik, serta memperhatikan penggunaan api di dalam rumah.
“Kami minta masyarakat tetap waspada, apalagi musim kemarau membuat kondisi rumah kayu lebih mudah terbakar. Periksa instalasi listrik secara berkala dan jangan menumpuk colokan,” pesan Kapolsek.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama dalam mencegah bencana kebakaran yang bisa datang kapan saja. Kini, perhatian masyarakat sekitar pun tertuju pada upaya pemulihan kondisi keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah ini. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top