Musi Online | Petani di Muratara Jadi Korban Penganiayaan Brutal, Selamat Meski Alami Luka Serius
HDCU
Home        Berita        Hukum Kriminal

Petani di Muratara Jadi Korban Penganiayaan Brutal, Selamat Meski Alami Luka Serius

Musi Online
https://musionline.co.id 14 September 2025 @19:54
Petani di Muratara Jadi Korban Penganiayaan Brutal, Selamat Meski Alami Luka Serius
Petani di Muratara Jadi Korban Penganiayaan Brutal, Selamat Meski Alami Luka Serius.

Musionline.co.id, Muratara – Warga Dusun III Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dikejutkan dengan peristiwa berdarah yang menimpa seorang petani setempat.
Korban bernama Arpan (55), seorang petani sederhana yang sehari-hari dikenal ramah di lingkungannya, mendadak menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang pria berinisial BG, yang juga merupakan warga desa yang sama.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 07.00 WIB, tepat di pinggir Jalan Poros Desa Pauh I. 
Saat kejadian, Arpan diketahui hendak membeli rokok di warung. Namun, tanpa diduga ia diserang oleh pelaku dengan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, Arpan mengalami luka bacok serius di beberapa bagian tubuhnya. 
Berdasarkan keterangan kepolisian, terdapat empat luka bacok, yakni dua luka di lengan tangan kiri, satu luka di bahu kiri, serta satu luka di betis kaki kiri.
Warga Panik, Korban Segera Dibawa ke Puskesmas
Insiden tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Beberapa saksi mata yang melihat kejadian langsung berteriak meminta pertolongan. 
BG yang menyerang dengan beringas kemudian kabur meninggalkan lokasi, sementara korban terkapar berlumuran darah di jalan.
Beruntung, warga bergerak cepat mengevakuasi korban ke Puskesmas Pauh untuk mendapatkan pertolongan medis. 
Meski mengalami luka cukup parah, tim medis berhasil menyelamatkan nyawa Arpan. 
Hingga kini, korban masih dalam perawatan intensif untuk memulihkan kondisinya.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa korban dikenal baik dan tidak pernah bermasalah dengan orang lain.
"Pak Arpan itu orangnya pendiam, jarang berselisih. Makanya kami juga heran kenapa bisa sampai diserang seperti itu," ujarnya.
Polisi Turun Tangan, Pelaku Masih Diburu
Kejadian ini langsung dilaporkan pihak keluarga ke Polsek Rawas Ilir. Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Andri Firmansyah, membenarkan adanya insiden penganiayaan tersebut.
Menurutnya, berdasarkan keterangan sementara dari saksi-saksi, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba tanpa ada perselisihan sebelumnya. 
"Saat itu korban hendak membeli rokok. Tiba-tiba saja pelaku muncul dan langsung menyerang dengan senjata tajam. Tidak ada keributan sebelumnya," jelas Iptu Andri.
Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian serta meminta keterangan dari beberapa saksi mata. Hingga kini, motif pelaku masih menjadi tanda tanya besar. 
"Kita belum bisa simpulkan motif pelaku melakukan penganiayaan. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran," tambahnya.
Motif Masih Misterius
Peristiwa penganiayaan ini menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Ada yang menduga pelaku memiliki masalah pribadi dengan korban, namun sebagian besar warga meyakini tidak pernah ada konflik antara keduanya.
Kapolsek menegaskan, pihaknya akan bekerja keras untuk mengungkap motif sesungguhnya. 
"Kami berharap pelaku segera ditangkap agar motifnya bisa terungkap dan masyarakat tidak resah," pungkasnya.
Kasus ini membuat warga Dusun III Desa Pauh I merasa waswas. Mereka khawatir peristiwa serupa bisa terulang jika pelaku tidak segera ditangkap. Tokoh masyarakat setempat meminta pihak kepolisian memberikan rasa aman kepada warga.
"Kami berharap polisi cepat menangkap pelaku. Kalau dibiarkan terlalu lama, warga bisa takut untuk beraktivitas di luar rumah," ujar salah satu tokoh desa.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa tindak kekerasan masih bisa terjadi kapan saja, bahkan di lingkungan pedesaan yang selama ini dikenal tenang. 
Meski korban selamat dari maut, trauma akibat kejadian tersebut tentu akan membekas dalam hidupnya.
Pihak kepolisian kini terus memburu pelaku, sementara keluarga dan warga berharap kasus ini segera tuntas agar keamanan di Desa Pauh I kembali pulih. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top