Musi Online | Dari Pedalaman ke Mimbar Dakwah: Perjalanan Yohanes Abdulrahman Menginspirasi Jamaah Masjid Al Abduh Palembang
HDCU
Home        Berita        Renungan Jumat

Dari Pedalaman ke Mimbar Dakwah: Perjalanan Yohanes Abdulrahman Menginspirasi Jamaah Masjid Al Abduh Palembang

Musi Online
https://musionline.co.id 24 April 2026 @06:39
Dari Pedalaman ke Mimbar Dakwah: Perjalanan Yohanes Abdulrahman Menginspirasi Jamaah Masjid Al Abduh Palembang
Ustadz Yohanes Abdulrahman

Musionline.co.id, Palembang -- Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Al Abduh pada Jumat (24/4/2026) saat ratusan jamaah menghadiri kegiatan Safari Dakwah yang menghadirkan dai mualaf asal Kalimantan, Yohanes Abdulrahman. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang tidak hanya menyentuh sisi keimanan, tetapi juga membuka wawasan jamaah tentang dinamika dakwah di wilayah pedalaman Indonesia.

Yohanes Abdulrahman, yang juga dikenal sebagai Ustad Indra, merupakan sosok dai mualaf dari Suku Dayak Iban di Kalimantan. Dalam tausiyahnya, ia mengisahkan perjalanan panjangnya menemukan Islam, sebuah proses yang tidak instan, melainkan melalui pencarian mendalam yang penuh tantangan dan pergulatan batin.
 
 
Ia menceritakan bahwa titik awal ketertarikannya terhadap Islam terjadi saat usianya baru menginjak 12 tahun. Saat itu, ia mendengar suara adzan dari televisi yang membekas kuat dalam ingatannya. Dari momen sederhana tersebut, tumbuh rasa penasaran yang kemudian membawanya pada perjalanan spiritual hingga akhirnya memeluk Islam.
 
Dalam pemaparannya, Yohanes menegaskan bahwa dakwah bukan sekadar retorika, melainkan kerja nyata yang membutuhkan ketulusan dan pengorbanan. Selama lebih dari satu dekade, ia telah menjangkau berbagai wilayah pedalaman Kalimantan yang sulit diakses demi menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Dayak.
 
 
“Beliau tidak datang dengan janji, tetapi membawa bukti nyata perjuangan di lapangan,” ujar Ketua DKM Masjid Al Abduh, Muhammad Aliyadi dalam tanggapannya. Ia menilai kehadiran Ustad Yohanes memberikan inspirasi mendalam bagi jamaah untuk lebih peduli terhadap dakwah di daerah terpencil.
 
Lebih lanjut, Aliyadi mengungkapkan bahwa kisah perjuangan tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah membutuhkan kesabaran dan komitmen tinggi. “Apa yang dilakukan beliau adalah bentuk nyata dari keteguhan iman dan konsistensi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam,” tambahnya.
 
 
Selama perjalanan dakwahnya, Yohanes tercatat telah mengislamkan lebih dari 1.114 orang dari berbagai komunitas Suku Dayak. Ia tidak hanya berfokus pada proses syahadat, tetapi juga memberikan pembinaan berkelanjutan kepada para mualaf agar mampu menjalankan ajaran Islam secara kaffah.
 
Dalam aktivitasnya, Yohanes juga aktif bekerja sama dengan Badan Wakaf Al-Quran dalam pendistribusian Al-Qur’an ke daerah-daerah pedalaman. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan keislaman masyarakat yang baru mengenal Islam.
 
Aliyadi turut memberikan apresiasi atas konsistensi dakwah tersebut. “Kami sangat mengapresiasi dedikasi beliau yang tidak hanya berdakwah, tetapi juga membina dan mendampingi para mualaf hingga mereka benar-benar memahami Islam,” ujarnya.
 
 
Selain itu, Yohanes juga diketahui menjadi pembina komunitas mualaf Dayak di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dan sekitarnya. Ia bahkan turut merintis Pusat Dakwah Perkumpulan Ukhuwah Serumpun yang diresmikan pada 23 Oktober 2023 sebagai pusat pembinaan akidah, ibadah, dan penguatan ekonomi umat.
 
Kegiatan Safari Dakwah ini pun menjadi ruang refleksi bagi jamaah Masjid Al Abduh untuk lebih bersyukur atas kemudahan dalam menjalankan ibadah. Banyak jamaah yang mengaku tersentuh dan termotivasi untuk ikut berkontribusi dalam mendukung dakwah di wilayah pedalaman.
 
Menutup kegiatan, Aliyadi berharap kisah inspiratif ini dapat menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan umat Islam. “Semoga apa yang disampaikan menjadi penggerak hati kita untuk ikut berperan dalam dakwah, sekecil apa pun kontribusi yang bisa kita berikan,” pungkasnya.
 



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top