Musi Online https://musionline.co.id 20 October 2025 @18:28 330 x dibaca 
Resmikan Museum Situs Gua Harimau, Menbud Fadli Zon: Bukan Hanya Tempat Penyimpanan Artefak, Tapi Pusat Edukasi dan Ekonomi Budaya.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Sebuah tonggak sejarah baru tercipta di Bumi Sebimbing Sekundang.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., meresmikan Museum Situs Gua Harimau di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, pada Minggu (19/10/2025).
Museum ini digadang-gadang sebagai museum termodern dan terbesar kedua di Indonesia setelah Museum Nasional.
Acara peresmian berlangsung khidmat dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Menteri Kebudayaan, didampingi Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, serta Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan.
Turut hadir sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Pandji Tjahyanto, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo SIK MAP, Dandim 0403 OKU Letkol Arh Yusuf Winarno SIP M.Han, jajaran kepala OPD Pemkab OKU, camat, kepala desa, dan ratusan undangan.
Museum Prasejarah Termodern di Sumatera Selatan
Dalam laporannya, Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan menyampaikan bahwa Museum Situs Gua Harimau menjadi museum ke-11 yang diresmikan pada tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan RI.
Museum ini berdiri megah di atas lahan seluas 11.000 meter persegi dengan bangunan utama seluas 4.000 meter persegi.
“Museum Gua Harimau menyimpan fosil manusia prasejarah berusia antara 3.000 hingga 15.000 tahun dari dua ras yakni Neomongolit dan Autoromenalisia. Ini adalah bukti nyata peradaban kuno di wilayah Sumatera bagian selatan,” ujar Restu.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan museum ini tidak lepas dari sinergi antara Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten OKU.
“Kami berterima kasih kepada Bupati Teddy Meilwansyah yang telah memfasilitasi proses penyerahan lahan untuk pembangunan museum ini hingga selesai dengan baik,” katanya.
Bupati OKU: Museum Ini Kehormatan dan Harapan Baru
Dalam sambutannya, Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengungkapkan rasa bahagianya atas peresmian museum tersebut. Ia menyebut, masyarakat OKU telah lama menantikan momen ini.
“Ini bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga sarana belajar dan pertukaran informasi tentang sejarah peradaban manusia di Sumatera Selatan. Hari ini menjadi hari bersejarah dan penuh kebanggaan bagi masyarakat kami,” ungkap Teddy.
Ia berharap kehadiran museum ini akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat sektor pariwisata budaya di OKU.
“Kami mohon dukungan Kementerian Kebudayaan untuk membangun akses jalan dari museum menuju situs Gua Harimau. Kami ingin museum ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar objek wisata,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Teddy juga menyampaikan ide visioner untuk mengubah Terminal Tipe A Batukuning menjadi Taman Budaya. Menurutnya, terminal tersebut saat ini tidak berfungsi optimal dan lebih bermanfaat bila difungsikan sebagai ruang publik budaya.
“Jika diperbolehkan, kami ingin menjadikannya taman budaya dan tempat berkumpul para seniman dan budayawan. Dengan begitu, aktivitas kebudayaan bisa lebih hidup di OKU,” tegasnya.
Fadli Zon: Museum Harus Jadi Ruang Hidup, Bukan Bangunan Mati
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak kuno, melainkan ruang dinamis yang berfungsi sebagai pusat edukasi, riset, dan ekonomi budaya.
“Museum ini adalah etalase peradaban bangsa. Di negara-negara maju, museum menjadi tempat favorit masyarakat untuk belajar dan berwisata. Maka saya tidak ingin ada museum yang mangkrak atau tidak aktif,” ujar Fadli.
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian situs arkeologis Gua Harimau yang menjadi bagian penting dari sejarah manusia purba di Nusantara.
“Gua Harimau menyimpan banyak temuan menarik. Setiap artefak di sini adalah potongan cerita dari masa lalu yang harus dijaga dan diwariskan,” tambahnya.
Menanggapi usulan Bupati Teddy terkait pemanfaatan Terminal Batukuning menjadi taman budaya, Fadli menyatakan dukungannya.
“Itu ide bagus. Kami siap mendukung agar OKU bisa menjadi salah satu pusat kebudayaan di Sumatera Selatan,” tegasnya.
Dengan peresmian Museum Situs Gua Harimau ini, Kabupaten OKU diharapkan tidak hanya dikenal sebagai wilayah sejarah purbakala, tetapi juga sebagai destinasi edukasi dan wisata budaya unggulan di Indonesia bagian barat. (***)
0 Komentar