Musi Online https://musionline.co.id 14 April 2026 @18:06 27 x dibaca 
Muchendi Resmi Sandang Gelar Adat Minang Sutan Rajo Mudo Nan Sati, Perkuat Sinergi Budaya di OKI.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, resmi dianugerahi gelar kehormatan adat Minangkabau “Sutan Rajo Mudo Nan Sati” oleh ninik mamak masyarakat Minangkabau di Kabupaten OKI.
Penganugerahan tersebut berlangsung khidmat bersamaan dengan pengukuhan Dewan Pengurus Bundo Kanduang (DPBK) OKI periode 2026–2030 di Pendopo Kabupaten OKI.
Pemberian gelar adat ini menjadi simbol kuat pengakuan masyarakat Minangkabau terhadap peran strategis kepala daerah, tidak hanya sebagai pemimpin pemerintahan, tetapi juga sebagai figur yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai sosial dan budaya di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam sambutannya, Muchendi menegaskan bahwa gelar yang diterimanya bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan amanah moral yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Gelar ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat masyarakat OKI yang beragam,” ujar Muchendi di hadapan para tokoh adat, pejabat daerah, dan undangan yang hadir.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial.
Menurutnya, keberagaman yang ada di Kabupaten OKI merupakan kekuatan besar yang harus dirawat melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.
“Amanah ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus memperkuat sinergi, menjaga harmoni sosial, serta mendorong pembangunan yang berakar pada nilai-nilai lokal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muchendi mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Minangkabau di OKI. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumatera Selatan, Nofrizon DT, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya peran lembaga adat dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga adat menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi budaya di tengah arus modernisasi yang semakin cepat.
“Kolaborasi ini sangat penting agar nilai-nilai adat tidak tergerus zaman. Pemerintah dan lembaga adat harus berjalan seiring dalam menjaga warisan budaya,” tegas Nofrizon.
Ia juga berharap kepengurusan Bundo Kanduang OKI yang baru dikukuhkan mampu menjalankan perannya secara aktif, terutama dalam pelestarian adat Minangkabau serta memperkuat posisi perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Ketua Bundo Kanduang OKI terpilih, Yuliarti Nafion, menyatakan kesiapannya dalam mengemban amanah tersebut. Ia berkomitmen untuk mengoptimalkan peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai adat, membina keluarga, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, khususnya dalam memperkuat peran perempuan sebagai penjaga nilai adat dan pilar keluarga,” ujarnya.
Momentum penganugerahan gelar adat ini dinilai sebagai bentuk harmonisasi antara pemerintah daerah dan masyarakat Minangkabau di OKI. Kedekatan serta kerja sama yang terjalin menjadi fondasi penting dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat identitas budaya di Kabupaten OKI. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penganugerahan gelar “Sutan Rajo Mudo Nan Sati” kepada Bupati Muchendi menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai adat masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan pelestarian budaya dan kearifan lokal sebagai jati diri bangsa. (***)
0 Komentar