Musi Online https://musionline.co.id 24 October 2025 @18:13 194 x dibaca 
Longsor di Tepi Sungai Ogan Robohkan Rumah Warga, Kades Jagalano: “Alhamdulillah Tak Ada Korban Jiwa”.
Musionline.co.id, Ogan Ilir – Sebuah rumah panggung milik Maryati (60), warga Dusun I, Desa Jagalano, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, ambruk ke Sungai Ogan setelah tebing di tepi sungai mengalami longsor pada Kamis (23/10/2025) pagi.
Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan kepanikan karena rumah yang ambruk langsung terbawa arus sungai.
Menurut keterangan Kepala Desa Jagalano, A. Wahid, insiden terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu, tanah di tepi sungai tiba-tiba ambles setelah diguyur hujan deras beberapa hari terakhir.
Rumah panggung milik Maryati yang berdiri di bibir sungai tak mampu menahan pergerakan tanah, hingga akhirnya roboh dan jatuh ke dasar sungai.
“Posisi rumah memang berada di tepi sungai. Karena tebingnya longsor, rumah ikut ambruk dan sebagian terbawa arus. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkap Wahid saat ditemui di lokasi kejadian.
Maryati yang tinggal seorang diri sempat menyadari adanya retakan di tanah sekitar rumah sejak beberapa hari sebelumnya.
Namun, ia tak menyangka bahwa pergerakan tanah itu akan berujung fatal.
Saat kejadian berlangsung, Maryati berada di dapur dan segera berlari menyelamatkan diri ketika mendengar suara gemuruh dan melihat bagian depan rumah mulai miring.
“Saya hanya sempat ambil baju dan beberapa dokumen penting. Setelah itu rumah langsung ambruk semua,” tutur Maryati dengan suara bergetar.
Akibat kejadian tersebut, rumah panggung yang telah ditempati Maryati selama lebih dari 20 tahun kini rusak total dan tak bisa dihuni lagi.
Ia kini mengungsi sementara di rumah salah satu kerabatnya yang tak jauh dari lokasi.
Kepala Desa A. Wahid menaksir total kerugian materi akibat bencana itu mencapai sekitar Rp 40 juta.
Ia juga berharap agar pemerintah daerah segera memberikan bantuan darurat kepada korban.
“Kami sangat prihatin dengan musibah ini. Kami berharap Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, dapat meninjau langsung lokasi longsor sekaligus memberikan bantuan bagi Ibu Maryati yang kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahid mengungkapkan bahwa fenomena longsor di sepanjang Sungai Ogan bukan pertama kali terjadi.
Beberapa titik di wilayah Desa Jagalano juga mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran tanah yang disebabkan oleh erosi air sungai yang semakin parah.
“Kondisi tebing di sepanjang sungai semakin tergerus. Jika tidak segera diperkuat dengan tanggul atau turap, bisa jadi rumah-rumah lain juga terancam,” katanya.
Selain menyebabkan kerugian material, peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi warga sekitar.
Beberapa rumah yang berjarak hanya beberapa meter dari tepi sungai kini dalam kondisi siaga.
Warga bahkan mulai memindahkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, pihak pemerintah desa bersama aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah meninjau lokasi untuk melakukan pendataan dan melaporkan kondisi terkini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir.
Mereka juga berencana menutup area di sekitar tebing yang rawan longsor guna mencegah jatuhnya korban di kemudian hari.
BPBD Ogan Ilir diharapkan segera melakukan peninjauan teknis terhadap kondisi tanah di sepanjang tepi Sungai Ogan.
Langkah mitigasi seperti pembangunan dinding penahan tanah, penguatan tanggul, serta relokasi sementara bagi warga yang tinggal di zona rawan longsor menjadi hal mendesak yang perlu dilakukan pemerintah daerah.
Musibah ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai agar lebih waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem dan perubahan aliran sungai.
“Kami minta warga tidak menambah bangunan di tepi sungai dan segera melapor jika ada tanda-tanda retakan tanah,” tutup Kades Wahid.
Kini, masyarakat Desa Jagalano bergotong royong membantu Maryati yang kehilangan tempat tinggal, sekaligus berharap agar bencana serupa tak terulang kembali di masa mendatang. (***)
0 Komentar