Musi Online https://musionline.co.id 25 October 2025 @16:11 314 x dibaca 
Tamu Hotel Burza Lubuklinggau Ditemukan Tewas Diduga Akibat Minum Racun Serangga, Polisi Masih Dalami Motif.
Musionline.co.id, Lubuklinggau - Kota Lubuklinggau kembali digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria di salah satu kamar Hotel Burza, Jumat (24/10/2025) siang.
Korban diketahui bernama Angga Akbar (28), warga Jalan Bangka, Kelurahan Lubuklinggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
Ia ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar mandi kamar nomor 223 lantai II hotel tersebut.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan tindakan bunuh diri dengan meminum racun serangga.
Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan kemasan racun serangga tak jauh dari jasad korban.
Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP M. Kurniawan, membenarkan adanya temuan tersebut, namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kematian Angga Akbar.
Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan dan pemeriksaan medis masih berlangsung.
“Kita masih melakukan pendalaman, apakah benar korban meninggal karena meminum racun serangga atau ada penyebab lain. Saat ini pemeriksaan medis masih berjalan,” ungkap Kurniawan saat dikonfirmasi awak media.
Lebih lanjut, Kurniawan menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP sementara, beberapa bukti memang mengarah ke dugaan bunuh diri. Namun, kepolisian tetap berhati-hati dalam menarik kesimpulan.
“Memang dari olah TKP ada petunjuk yang mengarah ke sana, tetapi kita masih mendalaminya. Semua barang bukti, termasuk ponsel korban dan kemasan racun serangga, sudah kami amankan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Kita tunggu hasil visum dan pemeriksaan laboratorium. Nanti kalau sudah ada perkembangan, akan kita sampaikan lebih lanjut,” tutup Kurniawan.
Berdasarkan keterangan Dyah, salah satu petugas hotel yang pertama kali menemukan korban, kejadian itu bermula ketika ia hendak memeriksa kondisi kamar karena tamu yang tercatat check-in sejak 22 Oktober 2025 belum juga melakukan check-out sesuai jadwal.
Sekitar pukul 13.25 WIB, Dyah mencoba mengetuk pintu kamar 223, namun tidak ada jawaban dari dalam. Ia kemudian turun ke lobi dan melaporkan hal tersebut kepada rekannya di bagian resepsionis, Desi.
Satu jam kemudian, sekitar 14.25 WIB, Dyah kembali ke kamar 223 sambil membawa kunci cadangan.
Ketika pintu dibuka, ia mendapati koper dan barang-barang milik korban masih tertata rapi.
Ia sempat memotret kondisi kamar dan mengirimkannya kepada Desi untuk laporan.
Namun saat Dyah membuka pintu kamar mandi, ia terkejut mendapati tamu hotel itu sudah tergeletak tak bernyawa dalam keadaan tanpa busana.
“Saya buka kamar mandi dan kaget, tamu itu sudah terbaring di lantai kamar mandi. Saya langsung melapor ke resepsionis,” ungkap Dyah di hadapan penyidik.
Mengetahui laporan tersebut, pihak hotel segera menghubungi Polres Lubuklinggau.
Tak lama berselang, petugas kepolisian datang ke lokasi dan langsung melakukan olah TKP serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, polisi masih berupaya mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak hotel dan keluarga korban.
Belum ada indikasi kuat mengenai motif di balik dugaan bunuh diri tersebut, meski beberapa bukti fisik mendukung asumsi awal itu.
Polisi juga tengah menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tewas, termasuk komunikasi terakhirnya melalui ponsel yang kini telah diamankan.
Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa tragis yang terjadi di lingkungan hotel di wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa bulan terakhir.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan.
Dengan masih tertutupnya penyebab pasti kematian korban, publik di Lubuklinggau kini menunggu hasil autopsi dan klarifikasi resmi dari kepolisian terkait kasus misterius yang mengejutkan ini. (***)
0 Komentar