Musi Online | Bus ALS Terbakar Usai Tabrakan dengan Truk Tangki BBM di Muratara, 16 Penumpang Tewas Terpanggang
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Hukum Kriminal

Bus ALS Terbakar Usai Tabrakan dengan Truk Tangki BBM di Muratara, 16 Penumpang Tewas Terpanggang

Musi Online
https://musionline.co.id 07 May 2026 @14:55
Bus ALS Terbakar Usai Tabrakan dengan Truk Tangki BBM di Muratara, 16 Penumpang Tewas Terpanggang
Bus ALS Terbakar Usai Tabrakan dengan Truk Tangki BBM di Muratara, 16 Penumpang Tewas Terpanggang.

Musionline.co.id, Muratara – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di dekat Simpang Danau, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu 6 Mei 2026 sekitar pukul 12.39 WIB.
Insiden tragis tersebut melibatkan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) milik PO ALS dengan sebuah truk tangki bahan bakar minyak (BBM) milik PT Seleraya Merangin Dua (SRMD). 
Tabrakan hebat itu memicu kebakaran besar yang melalap kedua kendaraan dan menewaskan sedikitnya 16 orang di lokasi kejadian.
Peristiwa memilukan ini sontak menggegerkan warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas di jalur utama penghubung antarprovinsi tersebut. 
Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat sejumlah penumpang bus tidak sempat menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, Bus ALS diketahui sedang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Medan.
Saat kejadian, bus melaju dari arah Kota Lubuklinggau menuju Muratara. 
Sementara itu, truk tangki BBM datang dari arah berlawanan, yakni dari Muratara menuju Kota Lubuklinggau.
Setibanya di lokasi kejadian di Jalinsum Kecamatan Karang Jaya, kedua kendaraan diduga bertabrakan dengan keras. 
Benturan tersebut menyebabkan tangki BBM mengalami kebocoran hingga bahan bakar tumpah ke badan jalan.
Percikan api dari benturan diduga langsung menyambar BBM yang tercecer sehingga kobaran api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bagian bus ALS beserta truk tangki.
Beberapa penumpang dan sopir bus dilaporkan sempat melompat keluar untuk menyelamatkan diri. 
Namun nahas, sebagian penumpang lainnya terjebak di dalam kendaraan dan tidak sempat keluar sebelum api membesar.
Selain para penumpang bus, sopir serta kernet truk tangki BBM juga dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terjebak dalam kobaran api.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, serta warga sekitar langsung bergerak melakukan proses pemadaman dan evakuasi korban. 
Namun proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran kondisi kendaraan hangus terbakar dan suhu panas masih tinggi saat petugas tiba di lokasi.
Hingga sore hari, sedikitnya 16 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. 
Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Aisyah Lubuklinggau menggunakan dua unit ambulans milik Pemerintah Kabupaten Muratara dan Yonif TP 846/KS.
Sekitar pukul 17.00 WIB, iring-iringan ambulans yang membawa kantong jenazah tiba di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau. Suasana duka langsung menyelimuti area rumah sakit.
Tangis histeris keluarga korban pecah ketika satu per satu kantong jenazah diturunkan menuju ruang pemulasaran. 
Beberapa anggota keluarga tampak syok dan tidak kuasa menahan kesedihan setelah mendapat kabar orang terdekat mereka menjadi korban kecelakaan maut tersebut.
Humas RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, Yassir Watera, membenarkan bahwa pihak rumah sakit menerima sebanyak 16 kantong jenazah dari lokasi kejadian.
“Benar, kami menerima 16 kantong jenazah sekitar pukul 17.00 WIB. Untuk korban selamat tidak dirawat di sini,” ujarnya.
Menurut Yassir, hingga kini identitas seluruh korban meninggal masih belum dapat dipastikan karena proses identifikasi masih menunggu instruksi resmi dari pihak kepolisian.
“Jenazah ini sifatnya hanya dititipkan. Kami belum bisa melakukan tindakan apa pun, bahkan membuka kantong jenazah pun belum berani sebelum ada perintah dari pihak berwenang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak rumah sakit telah memberikan nomor pada masing-masing kantong jenazah guna mempermudah proses identifikasi lanjutan.
“Nama-namanya belum diketahui, tapi sudah kami beri penomoran sejak pertama kali tiba,” tambahnya.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. 
Tim Satlantas bersama petugas gabungan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui kronologi lengkap tabrakan antara bus ALS dan truk tangki BBM tersebut.
Dugaan sementara, benturan keras antara kedua kendaraan memicu kebocoran tangki hingga BBM tumpah dan tersulut api. 
Namun aparat belum memberikan keterangan resmi mengenai faktor utama penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian pengemudi maupun kondisi jalan saat kejadian.
Di sisi lain, sejumlah video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik mengerikan saat bus terbakar hebat di tengah Jalinsum. Dalam video tersebut terlihat kobaran api membumbung tinggi disertai asap hitam pekat yang dapat terlihat dari jarak jauh.
Teriakan panik warga terdengar jelas dalam rekaman video ketika menyaksikan bus ALS dilahap si jago merah. Beberapa warga tampak berusaha mendekat untuk memberikan pertolongan, namun besarnya api membuat evakuasi sulit dilakukan.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan paling tragis yang terjadi di wilayah Muratara dalam beberapa tahun terakhir. Jalinsum sendiri dikenal sebagai jalur padat kendaraan yang menjadi penghubung utama antarprovinsi di Pulau Sumatera.
Selain dipadati kendaraan pribadi dan bus penumpang, jalur ini juga sering dilalui kendaraan angkutan berat, termasuk truk tangki BBM dan kendaraan logistik lainnya. Kondisi tersebut membuat potensi kecelakaan lalu lintas di jalur ini cukup tinggi apabila pengemudi tidak berhati-hati.
Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat melintas di jalur rawan kecelakaan seperti Jalinsum Muratara.
Hingga berita ini diturunkan, proses identifikasi korban masih terus berlangsung. Pihak keluarga korban masih menunggu kepastian identitas anggota keluarganya yang diduga menjadi korban dalam tragedi maut tersebut.
Sementara suasana duka mendalam masih menyelimuti RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan wilayah sekitar lokasi kejadian. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top