Musi Online https://musionline.co.id 26 October 2025 @15:07 238 x dibaca 
Sumur Minyak Pertamina di Muara Enim Terbakar, Diduga Akibat Kebocoran Tutup Sumur.
Musionline.co.id, Muara Enim – Kepanikan melanda warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, pada Jumat (24/10/2025) sore.
Sekitar pukul 17.30 WIB, salah satu sumur minyak milik Pertamina di lokasi TMT 12, Dusun II, tiba-tiba terbakar dan mengeluarkan kobaran api yang cukup besar.
Informasi kebakaran tersebut pertama kali disampaikan oleh warga yang melihat kepulan asap dan nyala api di area sumur tua yang sudah lama tidak beroperasi.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian bersama tim pemadam dari Pertamina langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra, melalui Kapolsek Rambang Lubai AKP Afrinaldi, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di salah satu sumur yang sudah tidak aktif atau tidak lagi berproduksi.
“Benar, telah terjadi kebakaran di sumur Pertamina TMT 12 Desa Tanjung Kemala. Begitu mendapatkan laporan dari warga, petugas langsung menuju lokasi dan memastikan sumber api berasal dari sumur tidak aktif milik Pertamina,” ujar AKP Afrinaldi didampingi Kasi Humas Polres Muara Enim, AKP RTM Situmorang, pada Sabtu (25/10/2025).
Diduga Akibat Kebocoran Tutup Sumur
Lebih lanjut, AKP Afrinaldi menjelaskan bahwa penyebab kebakaran sementara diduga akibat adanya kebocoran pada bagian tutup sumur.
Dari kebocoran tersebut, keluar campuran gas, minyak, dan air yang mudah terbakar.
Api diduga menyambar uap gas yang keluar dan kemudian menjalar hingga menimbulkan kobaran besar.
“Kemungkinan besar api menyambar gas dan minyak yang keluar karena adanya rembesan di tutup sumur. Saat itu kondisi sumur sudah lama tidak digunakan, namun masih menyimpan sisa gas dan minyak,” jelasnya.
Mengetahui hal itu, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan tindakan cepat.
Tim tanggap darurat Pertamina bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) segera menuju lokasi dengan membawa alat pemadam api ringan (APAR) dan peralatan khusus lainnya.
“Api berhasil dipadamkan malam itu juga oleh tim gabungan Damkar Pertamina dan aparat di lapangan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambahnya.
Sumur Tidak Aktif Sejak 2016
Menurut keterangan resmi dari pihak kepolisian, sumur Pertamina TMT 12 di Desa Tanjung Kemala sudah tidak beroperasi sejak tahun 2016.
Meski demikian, area tersebut masih menyimpan potensi sisa minyak dan gas yang dapat berbahaya bila tidak dilakukan pengawasan secara rutin.
“Sumur tersebut sudah tidak aktif sejak 2016. Namun karena masih ada sisa gas dan minyak di dalamnya, kebocoran kecil pun bisa menimbulkan kebakaran seperti ini,” terang AKP Afrinaldi.
Pasca-insiden tersebut, pihak Pertamina langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sumur dan sekitarnya untuk mencegah potensi kebakaran susulan.
Tim teknis juga diturunkan guna memperbaiki bagian tutup sumur yang bocor dan memastikan keamanan di area sekitar.
Warga Diminta Waspada
Meski api sudah berhasil dipadamkan, polisi dan pihak Pertamina tetap mengimbau warga sekitar agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi sumur sampai seluruh proses perbaikan selesai.
Kapolsek Rambang Lubai juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya di sekitar sumur minyak, terutama yang sudah lama tidak aktif.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama Pertamina akan terus memantau perkembangan di lapangan.
“Kami imbau warga agar tidak mendekati area sumur sementara waktu. Saat ini Pertamina masih melakukan perbaikan untuk memastikan tidak ada kebocoran lagi yang bisa memicu kebakaran,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif.
Petugas gabungan masih melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar sumur guna memastikan keamanan lingkungan dan mencegah kebakaran susulan.
Insiden ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan rutin terhadap sumur minyak yang sudah tidak beroperasi, guna menghindari potensi bahaya bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar. (***)
0 Komentar