Musi Online https://musionline.co.id 17 December 2025 @17:35 258 x dibaca 
Gadis Belia di Palembang Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri di Kamar Mandi, Keluarga Terkejut.
Musionline.co.id, Palembang - Warga Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II (SU II), Palembang, digemparkan dengan peristiwa meninggalnya seorang gadis belia berusia 17 tahun yang ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumahnya.
Korban berinisial DH diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali sepatu, Selasa siang, 16 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Jaya 7 Lorong Lematang Serasan 2 RT 66/20. Korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya sendiri, Hani, saat hendak menggunakan kamar mandi untuk buang air kecil.
Menurut penuturan Hani kepada petugas, saat itu ia mendapati pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam.
Ia sempat memanggil untuk memastikan apakah ada orang di dalam kamar mandi, namun tidak mendapat jawaban sama sekali.
“Saya mau ke kamar mandi, tapi pintunya terkunci. Saya panggil-panggil ada siapa di dalam, tapi tidak ada sahutan,” ujar Hani dengan suara gemetar.
Merasa curiga dengan kondisi tersebut, Hani kemudian mencoba mengintip melalui celah pintu kamar mandi. Betapa terkejutnya ia ketika melihat kakak perempuannya sudah dalam keadaan tergantung di dinding kamar mandi dengan lilitan tali sepatu.
“Saya langsung curiga, lalu saya intip dari sela pintu. Ternyata ayuk sudah tergantung pak,” katanya.
Dalam kondisi panik, Hani segera memanggil anggota keluarga lainnya. Bersama-sama mereka membuka paksa pintu kamar mandi dan menurunkan tubuh korban. Peristiwa tersebut kemudian diberitahukan kepada orang tua korban.
Tak berselang lama, warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi kejadian. Ketua RT dan Ketua RW setempat turut hadir untuk membantu mengamankan lokasi.
Pihak kepolisian dari Polsek SU II Palembang bersama petugas piket SPKT, Unit Inafis, serta Reserse Kriminal Polrestabes Palembang juga segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan.
Ayah korban, Rudi Hartono (49), mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka anak perempuan keempatnya itu nekat mengakhiri hidup. Ia mengatakan bahwa selama ini hubungan korban dengan keluarga berjalan baik dan tidak pernah terjadi konflik serius.
“Tidak ada masalah dengan keluarga, baik dengan saya maupun dengan adik-adiknya. Kami juga tidak melihat ada pertengkaran atau tekanan khusus,” ungkap Rudi di lokasi kejadian.
Namun demikian, Rudi mengakui bahwa putrinya tersebut memang memiliki riwayat kondisi kejiwaan. Menurutnya, korban sebelumnya pernah beberapa kali mengalami kesurupan dan sempat menjalani pengobatan.
“Memang dulu korban sering kesurupan dan pernah diobati. Akhir-akhir ini juga menurut adiknya, korban sering mencari pisau,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Rudi, adik korban sempat bercerita bahwa DH pernah menunjukkan perilaku membahayakan diri sendiri dan orang lain. “Kata adiknya, korban sempat bilang ingin mengakhiri hidup dan pernah hendak menusuk adiknya,” tambahnya dengan nada sedih.
Sementara itu, Kapolsek SU II Palembang, Kompol Dedy Ardiansyah, didampingi Kanit Samapta Ipda Ammar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal penyelidikan di TKP, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang remaja perempuan yang ditemukan meninggal dunia diduga gantung diri. TKP sudah kami datangi dan saksi-saksi sudah kami mintai keterangan,” ujar Kompol Dedy.
Namun demikian, pihak keluarga korban menolak jenazah untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum et repertum. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disaksikan oleh aparat kepolisian dan perangkat setempat.
“Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Kapolsek.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja, serta perlunya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar dalam mendeteksi sejak dini tanda-tanda gangguan psikologis.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan anggota keluarga atau lingkungan yang menunjukkan perilaku berisiko, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (***)
0 Komentar