Musi Online | Bocah Tenggelam Kembali Terjadi, Wahana Rekreasi Air Danau Tanah Mas Talang Kelapa Kembali Disorot Publik
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Bocah Tenggelam Kembali Terjadi, Wahana Rekreasi Air Danau Tanah Mas Talang Kelapa Kembali Disorot Publik

Musi Online
https://musionline.co.id 04 January 2026 @19:29
Bocah Tenggelam Kembali Terjadi, Wahana Rekreasi Air Danau Tanah Mas Talang Kelapa Kembali Disorot Publik

Musionline.co.id, Banyuasin -- Wahana rekreasi air Danau Tanah Mas (DTM) di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, kembali menjadi sorotan publik menyusul insiden seorang bocah yang dilaporkan tenggelam saat bermain di area kolam, Jumat (2/1/2025). 

Meski korban disebut selamat, kejadian ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat terkait standar keselamatan wahana tersebut.
 
Aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama, mendesak instansi terkait, termasuk lembaga perlindungan konsumen dan pihak berwenang, agar segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap pengelolaan dan sistem keamanan wahana rekreasi air Danau Tanah Mas.
 
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Perlu dilakukan peninjauan fasilitas, sistem pengamanan, hingga kesiapan layanan kesehatan. Jika belum memenuhi standar, sebaiknya wahana ditutup sementara untuk dilakukan pembenahan,” ujar Sepriadi, Sabtu (3/1/2025).
 
Sorotan terhadap Danau Tanah Mas bukan kali ini saja terjadi. Berdasarkan catatan pemberitaan, pada 28 Juni 2016, wahana waterboom di Danau Tanah Mas pernah menjadi lokasi tragedi tenggelam yang menewaskan dua bocah, masing-masing berusia 6 tahun dan 11 tahun, saat bermain di kolam renang.
 
Peristiwa tersebut sempat menyita perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan, jumlah petugas penjaga kolam, serta standar keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak. Tragedi itu kini kembali diingat publik seiring munculnya insiden terbaru, meski tanpa korban jiwa.
Masyarakat menilai, kejadian pada 2016 seharusnya menjadi pelajaran penting agar pengelola melakukan peningkatan sistem keselamatan secara berkelanjutan dan tidak bersifat sementara.
 
Berdasarkan pantauan awak media, ditemukan sejumlah kondisi yang dinilai berpotensi membahayakan pengunjung. Lantai keramik di sekitar kolam terlihat basah dan licin, sementara jumlah petugas pengawas kolam dinilai belum sebanding dengan tingkat kunjungan. Selain itu, petugas penjaga tidak mengenakan seragam atau tanda pengenal khusus, sehingga menyulitkan pengunjung saat membutuhkan bantuan.
 
“Petugasnya sulit dikenali. Kalau terjadi sesuatu, pengunjung bisa kebingungan harus minta tolong ke siapa,” ujar Sepriadi.
 
Meski pihak manajemen telah memasang banner imbauan serta menyampaikan peringatan melalui pengeras suara, pengawasan langsung di area kolam dinilai belum maksimal.
 
Menurut Sepriadi, tanggung jawab orang tua memang penting, namun pengelola tetap memiliki kewajiban menyediakan sistem pengamanan yang memadai.
Salah seorang pengunjung, Ikbal, berharap pihak pengelola lebih mengutamakan aspek keselamatan, bukan hanya menawarkan harga tiket yang terjangkau.
 
“Tempat ini sebenarnya menghibur dan murah. Tapi kalau soal keamanan kurang dan sampai ada kejadian tenggelam, tentu pengunjung lain akan takut datang,” ujarnya.
 
Sementara itu, Babinsa Tanah Mas, Serda Ngadiran, mengaku telah menyampaikan imbauan kepada pihak manajemen untuk menambah jumlah personel pengamanan serta melengkapi petugas dengan rompi keselamatan agar mudah dikenali pengunjung.
 
“Kemarin sudah kami sampaikan ke pengelola. Sekarang petugas jaga di pinggir kolam sudah ditambah, empat orang di setiap titik kolam,” katanya, saat dihubungi melalui WhatsApp.
 
Terpisah, Wakil Manajer DTM, Miki, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa. Pihak manajemen, kata dia, telah menambah jumlah petugas serta rutin menyampaikan imbauan kepada pengunjung agar selalu mendampingi anak-anak saat bermain di kolam.
 



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top