Musi Online | Koordinasi Antar Daerah, Muara Enim dan Bengkulu Selatan Bahas Pembangunan Jalan Penghubung hingga Jalur Distribusi Pelabuhan Linau
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Seputar Musi

Koordinasi Antar Daerah, Muara Enim dan Bengkulu Selatan Bahas Pembangunan Jalan Penghubung hingga Jalur Distribusi Pelabuhan Linau

Musi Online
https://musionline.co.id 08 March 2026 @14:14
Koordinasi Antar Daerah, Muara Enim dan Bengkulu Selatan Bahas Pembangunan Jalan Penghubung hingga Jalur Distribusi Pelabuhan Linau
Koordinasi Antar Daerah, Muara Enim dan Bengkulu Selatan Bahas Pembangunan Jalan Penghubung hingga Jalur Distribusi Pelabuhan Linau.

Musionline.co.id, Muara Enim - Pemerintah daerah terus memperkuat kerja sama lintas wilayah guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antar daerah. 
Hal tersebut terlihat dari pertemuan antara Bupati Muara Enim Edison dengan Wakil Bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudianto yang berlangsung di ruang kerja Bupati Muara Enim.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar kepala daerah, tetapi juga menjadi forum koordinasi strategis untuk membahas berbagai program pembangunan yang dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan antara Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda penting, mulai dari efisiensi anggaran daerah hingga rencana pembangunan infrastruktur strategis yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar wilayah. 
Salah satu fokus utama pembahasan adalah rencana pembangunan jalan penghubung dari Kabupaten Muara Enim menuju Kabupaten Kaur di Provinsi Bengkulu.
Wakil Bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudianto menjelaskan bahwa pembangunan jalan penghubung tersebut sangat penting untuk membuka akses transportasi baru yang dapat memperlancar distribusi hasil produksi daerah, khususnya komoditas pertanian dan perkebunan.
Menurutnya, jika jalur tersebut terealisasi, maka masyarakat dan pelaku usaha akan memiliki alternatif rute yang lebih efisien untuk mengirimkan berbagai komoditas unggulan menuju Pelabuhan Linau. Pelabuhan tersebut direncanakan menjadi salah satu pusat distribusi logistik di wilayah pesisir barat Sumatera.
“Pelabuhan Linau di Kabupaten Kaur berpotensi menjadi jalur alternatif sekaligus pusat distribusi logistik, terutama untuk komoditas pertambangan seperti batu bara serta hasil perkebunan,” ujar Yevri.
Selain membahas pembangunan jalan penghubung, Yevri juga mengajak Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk bersama-sama mendorong pemerintah pusat agar mempercepat realisasi pembangunan jalan tol Muara Enim–Bengkulu. 
Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antar provinsi serta mempercepat mobilitas barang dan jasa.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Muara Enim Edison menyambut baik kerja sama yang ditawarkan. Ia menegaskan bahwa koordinasi antar daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi daerah dalam memperjuangkan program pembangunan di tingkat nasional.
Edison juga menekankan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak akan menghambat pembangunan di Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, pemerintah daerah justru semakin aktif mencari sumber pendapatan baru guna meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
Ia menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muara Enim dapat mencapai Rp1 triliun dalam lima tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai strategi, di antaranya mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), membentuk satuan tugas khusus pengelolaan PAD, serta meningkatkan pengawasan terhadap potensi pendapatan daerah.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan intensifikasi dan optimalisasi pajak daerah guna memastikan setiap potensi pendapatan dapat dikelola secara maksimal. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung pembangunan infrastruktur dan program pembangunan lainnya.
Bupati Edison juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu kebijakan yang telah diterapkan adalah kewajiban bagi perusahaan untuk menyerap minimal 70 persen tenaga kerja lokal.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muara Enim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di akhir pertemuan, kedua pimpinan daerah sepakat bahwa sinergi dan koordinasi lintas wilayah harus terus diperkuat. Kerja sama antar daerah dinilai menjadi kunci penting dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur strategis di hadapan pemerintah pusat.
Dengan adanya rencana pembangunan jalan penghubung Muara Enim–Kaur serta pengembangan jalur distribusi menuju Pelabuhan Linau, diharapkan konektivitas antar wilayah semakin meningkat dan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Sumatera Selatan dan Bengkulu. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top