Musi Online https://musionline.co.id 06 May 2026 @14:36 11 x dibaca 
Pencanangan GEBRAK RATILAHU di OKU Timur, 25 Rumah Tidak Layak Huni Siap Diperbaiki.
Musionline.co.id, OKU Timur – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi mencanangkan program Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (GEBRAK RATILAHU).
Program ini ditandai dengan kegiatan launching yang dipusatkan di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Dalam tahap awal, sebanyak 25 rumah di Kabupaten OKU Timur akan mendapatkan bantuan perbaikan melalui program ini.
Acara pencanangan ini dihadiri langsung oleh Bupati OKU Timur, H. Lanosin, S.T., M.T., M.M., serta diikuti oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., yang bergabung melalui sambungan virtual Zoom meeting.
Kehadiran kedua pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni di wilayah Sumatera Selatan, khususnya di OKU Timur.
Komitmen Pemerintah untuk Hunian Layak
Dalam sambutannya, Bupati OKU Timur H. Lanosin, yang akrab disapa Enos, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pemerintah pusat guna memperluas cakupan program perbaikan rumah bagi masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah pusat, kata Enos, telah memberikan komitmen untuk membantu perbaikan rumah dalam jumlah besar.
“Pemerintah pusat berjanji akan memperbaiki 1.000 rumah. Untuk tahun 2026 tahap pertama, surat keputusan (SK) untuk 265 rumah sudah turun. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat kita,” ujar Enos dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga berupaya menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor perbankan.
“Kami juga meminta kepada Bank Sumsel Babel agar setengah dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dialokasikan untuk program perbaikan rumah. Ini bentuk kolaborasi yang sangat kami harapkan,” lanjutnya.
Enos turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Selatan atas bantuan yang diberikan untuk Kabupaten OKU Timur.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur atas bantuan 25 rumah untuk OKU Timur. Ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” tambahnya.
Peran Masyarakat dan Donatur Didorong
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam arahannya melalui Zoom meeting menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pelaksanaan program GEBRAK RATILAHU, khususnya yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa bantuan dari donatur tidak seharusnya dibatasi oleh ketentuan anggaran seperti halnya dana pemerintah. Menurutnya, semakin besar kontribusi dari masyarakat, maka akan semakin baik hasil yang dicapai.
“Jika tidak berkaitan dengan anggaran pemerintah, sebaiknya jangan ada batas maksimal. Misalnya ada donatur dari masyarakat yang ingin membantu lebih, tentu itu sangat baik,” tegas Herman Deru.
Ia juga menekankan bahwa tujuan utama dari program ini adalah memastikan setiap warga dapat menempati rumah yang layak huni, aman, dan sehat.
“Yang penting adalah rumah tersebut memenuhi standar kelayakan. Jika donatur ingin memberikan bantuan lebih dari standar, tentu itu akan sangat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Harapan Besar untuk Masyarakat OKU Timur
Program GEBRAK RATILAHU diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan rumah tidak layak huni di Kabupaten OKU Timur. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat, program ini diyakini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kepala Desa Peracak sebagai lokasi awal pencanangan juga menyambut baik program ini. Ia berharap warganya yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak dapat segera merasakan manfaat dari program tersebut.
Selain memberikan bantuan fisik berupa perbaikan rumah, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Rumah yang layak huni diyakini akan berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas warga.
Pemerintah Kabupaten OKU Timur sendiri menargetkan bahwa program ini akan terus berlanjut secara bertahap hingga seluruh rumah tidak layak huni di wilayahnya dapat diperbaiki.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan program GEBRAK RATILAHU sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah terus membuka ruang bagi partisipasi masyarakat, organisasi sosial, hingga dunia usaha untuk ikut berkontribusi.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program juga menjadi perhatian utama agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima.
Dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, program ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hunian, tetapi juga mempererat solidaritas sosial.
Pencanangan GEBRAK RATILAHU di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, menjadi langkah awal yang penting dalam upaya menciptakan hunian layak bagi masyarakat OKU Timur. Dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Pemerintah optimistis, melalui kerja sama yang solid antara pusat, daerah, dan masyarakat, target perbaikan rumah tidak layak huni dapat tercapai secara bertahap.
Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat seiring dengan tersedianya tempat tinggal yang layak dan nyaman. (***)
0 Komentar