Musi Online https://musionline.co.id 05 May 2026 @19:32 26 x dibaca 
Ratusan Rumah Warga OKU Terendam Banjir, Air Capai 130 Cm, Aktivitas Lumpuh Sementara.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Ratusan rumah warga di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin pagi, 4 Mei 2026.
Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 130 centimeter, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan akses jalan utama desa sempat lumpuh.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, sebanyak 164 rumah warga terdampak banjir yang melanda Dusun I dan Dusun II di desa tersebut.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah setempat dalam waktu cukup lama.
Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.
“Hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 164 rumah warga terdampak. Air dengan cepat masuk ke dalam rumah warga dan merendam sejumlah fasilitas umum,” ujar Januar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir ini cukup berdampak terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Warga mengalami kesulitan beraktivitas karena genangan air tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menutup akses jalan utama desa.
Akibatnya, mobilitas warga menjadi terbatas, terutama bagi mereka yang hendak bekerja atau bersekolah.
Merespons laporan dari masyarakat, BPBD OKU langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya penanggulangan.
Sejumlah personel dikerahkan lengkap dengan peralatan evakuasi, termasuk satu unit perahu karet yang digunakan untuk membantu warga menuju lokasi yang lebih aman.
“Evakuasi kami lakukan dengan menggunakan perahu karet untuk mengangkut warga ke dataran yang lebih tinggi. Langkah ini sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi korban jiwa,” jelas Januar.
Selain membantu proses evakuasi, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Beberapa warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, diprioritaskan dalam proses evakuasi.
Beruntung, kondisi banjir berangsur surut pada siang hingga sore hari. Air yang sebelumnya menggenangi rumah warga perlahan mulai surut, sehingga masyarakat dapat kembali ke kediaman masing-masing.
Meski demikian, dampak banjir masih dirasakan, terutama berupa sisa lumpur dan material yang terbawa arus air ke dalam rumah.
Saat ini, personel BPBD bersama warga setempat bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa-sisa banjir. Upaya ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin.
“Petugas kami masih berada di lapangan untuk membantu warga membersihkan material sisa banjir. Kami juga memastikan kondisi lingkungan kembali aman dan layak huni,” tambahnya.
Januar juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, warga diminta untuk selalu siaga dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda banjir kembali.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Jangan ragu untuk segera mengungsi jika kondisi dirasa tidak aman,” tegasnya.
Peristiwa banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di wilayah yang rawan banjir. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus meningkatkan upaya mitigasi, seperti perbaikan sistem drainase dan normalisasi aliran sungai, guna meminimalisir dampak banjir di masa mendatang.
Sementara itu, warga Desa Gunung Meraksa berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terus berulang. Mereka menginginkan adanya perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur desa, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian banjir.
Dengan kondisi yang mulai membaik, aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan normal. Namun, pengalaman banjir ini meninggalkan kekhawatiran tersendiri bagi warga, terutama saat memasuki musim hujan.
Kejadian ini sekaligus menjadi momentum bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air, serta mendukung program penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah. (***)
0 Komentar