Musi Online https://musionline.co.id 06 May 2026 @14:33 11 x dibaca 
Dinas PPPA Muara Enim Berdayakan Perempuan Lewat Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga.
Musionline.co.id, Muara Enim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga bagi perempuan, yang dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kabupaten Layak Anak (KLA) Dinas PPPA Muara Enim dan diikuti oleh sebanyak 40 peserta.
Para peserta berasal dari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak serta berbagai latar belakang, mulai dari perempuan kepala keluarga, perempuan tidak bekerja, hingga istri karyawan swasta yang berpotensi terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kepala Dinas PPPA Muara Enim, H. Husin Aswadi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap perempuan dapat lebih mandiri serta mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi peluang usaha yang produktif,” ujarnya.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi jawaban atas tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian perempuan, terutama mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau rentan terhadap dampak PHK.
Dengan keterampilan yang diberikan, diharapkan para peserta mampu menciptakan peluang usaha baru dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Peserta pelatihan berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Muara Enim, di antaranya Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul, Desa Muara Lawai dan Desa Kepur Kecamatan Muara Enim, serta Desa Muara Gula Baru Kecamatan Ujan Mas.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan organisasi perempuan seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), TP PKK, dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muara Enim.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, Dinas PPPA menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.
Di antaranya adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Serasan Muara Enim, Emiyati, SE., M.Si., serta Idarsi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim.
Para narasumber memberikan materi sekaligus praktik langsung terkait pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk kreatif dan bernilai jual.
Pelatihan ini dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Aula KLA Dinas PPPA Muara Enim. Lokasi ini dipilih karena menjadi pusat kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak di wilayah tersebut, serta telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung pelatihan.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif, menggabungkan sesi teori dan praktik. Para peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis limbah rumah tangga yang dapat diolah kembali, seperti plastik, kertas, hingga limbah organik.
Selanjutnya, mereka diajak untuk mengolah limbah tersebut menjadi berbagai produk kreatif seperti kerajinan tangan, hiasan rumah, hingga barang yang memiliki nilai jual di pasar.
Metode pelatihan yang digunakan juga menekankan pada praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam mengolah limbah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta untuk memulai usaha secara mandiri setelah pelatihan selesai.
Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan
Bupati Muara Enim yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Andi Wijaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan salah satu fokus utama pembangunan daerah. Hal ini juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Menurutnya, pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan langkah strategis untuk menciptakan pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi berbasis gender di tingkat desa.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru yang digerakkan oleh perempuan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Selain itu, ia mendorong seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Dengan adanya pelatihan ini, Pemkab Muara Enim berharap perempuan, khususnya yang berada di Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, dapat semakin berdaya secara sosial dan ekonomi.
Tidak hanya itu, pemanfaatan limbah rumah tangga juga memberikan dampak positif bagi lingkungan, karena dapat mengurangi jumlah sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis rumah tangga yang berkelanjutan.
Perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas.
Ke depan, Dinas PPPA Muara Enim berencana untuk terus mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak perempuan yang mendapatkan manfaat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, pemberdayaan perempuan di Kabupaten Muara Enim diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. (***)
0 Komentar