Musi Online | Emosi di Tengah Kemacetan, Pemuda di Prabumulih Nekat Tusuk Warga Hingga Luka Serius
HDCU
Home        Berita        Hukum Kriminal

Emosi di Tengah Kemacetan, Pemuda di Prabumulih Nekat Tusuk Warga Hingga Luka Serius

Musi Online
https://musionline.co.id 22 March 2026 @13:12
Emosi di Tengah Kemacetan, Pemuda di Prabumulih Nekat Tusuk Warga Hingga Luka Serius
Emosi di Tengah Kemacetan, Pemuda di Prabumulih Nekat Tusuk Warga Hingga Luka Serius.

Musionline.co.id, Prabumulih - Aksi kekerasan kembali mengguncang Kota Prabumulih. 
Seorang pria harus dilarikan untuk mendapatkan perawatan setelah menjadi korban penusukan oleh seorang pemuda yang diduga terpancing emosi akibat kemacetan lalu lintas. 
Peristiwa ini terjadi di kawasan Simpang Taman Baka, Kelurahan Sidogede, Kecamatan Prabumulih Utara, pada Sabtu (21/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban diketahui bernama Ricki Saputra alias Reki (36). Ia mengalami sejumlah luka akibat serangan senjata tajam, terutama di bagian bahu, tangan, dan kepala. 
Sementara itu, pelaku berinisial RF (30), yang merupakan warga Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, berhasil diamankan warga tidak lama setelah kejadian.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, insiden bermula dari situasi kemacetan yang terjadi di lokasi kejadian.
Saat itu, pelaku diduga membunyikan klakson kendaraan secara berulang dan cukup lama. Tindakan tersebut membuat korban merasa terganggu hingga akhirnya menegur pelaku.
Namun, teguran tersebut justru memicu emosi pelaku. RF disebut langsung menggeber sepeda motornya ke arah korban hingga menyebabkan korban terjatuh. Situasi semakin memanas ketika keduanya terlibat cekcok yang kemudian berujung perkelahian.
Dalam kondisi tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya. Tanpa pikir panjang, ia langsung menyerang korban secara membabi buta. Akibatnya, korban mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala.
Usai melakukan aksi penusukan, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, berkat kesigapan warga sekitar, pelaku berhasil diamankan di kawasan Jalan Alipatan, yang masih berada di wilayah Kelurahan Sidogede. Warga kemudian menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian.
Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana melalui Kapolsek Prabumulih Barat, Iptu Tomas Siswo Purnomo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan darurat.
“Setelah menerima laporan melalui call center 110, tim patroli langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi. Kami juga berhasil mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti berupa sebilah senjata tajam,” ujar Iptu Tomas.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Prabumulih Barat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengambil langkah mediasi dengan mempertemukan pihak korban dan keluarga pelaku untuk mencari solusi terbaik atas insiden tersebut.
Dalam proses mediasi yang berlangsung, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan. Kesepakatan tersebut diambil setelah adanya komunikasi intens antara keluarga korban dan keluarga pelaku.
Pihak keluarga pelaku menyatakan bertanggung jawab atas perbuatan RF dan berjanji akan melakukan pengawasan ketat terhadap yang bersangkutan. Selain itu, keluarga pelaku juga telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban, yang kemudian diterima dengan lapang dada.
Lebih lanjut, Iptu Tomas mengungkapkan bahwa pelaku diketahui memiliki gangguan mental dan saat ini tengah menjalani pengobatan secara rawat jalan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama bagi pihak korban untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.
“Pelaku memiliki gangguan mental dan sedang menjalani pengobatan. Hal ini menjadi pertimbangan pihak korban untuk menyelesaikan masalah secara damai,” jelasnya.
Meski telah tercapai kesepakatan damai, pihak kepolisian tetap mengambil langkah antisipatif dengan mengamankan pelaku sementara waktu guna mencegah potensi gangguan keamanan. Polisi juga membuka peluang bagi korban apabila di kemudian hari ingin menempuh jalur hukum.
Hingga saat ini, pihak Polsek Prabumulih Barat masih menunggu keputusan final dari korban terkait kemungkinan tindak lanjut hukum. Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih mampu mengendalikan emosi, khususnya saat berada di jalan raya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa konflik kecil, seperti kemacetan lalu lintas, dapat berujung pada tindakan kekerasan apabila tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, kesabaran dan sikap saling menghormati menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tengah kehidupan masyarakat. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top