Musi Online | Warga Nyaris Terisolir, Jembatan Penghubung Antar Desa di Ogan Ilir Putus Total
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Warga Nyaris Terisolir, Jembatan Penghubung Antar Desa di Ogan Ilir Putus Total

Musi Online
https://musionline.co.id 24 March 2026 @18:21
Warga Nyaris Terisolir, Jembatan Penghubung Antar Desa di Ogan Ilir Putus Total
Warga Nyaris Terisolir, Jembatan Penghubung Antar Desa di Ogan Ilir Putus Total.

Musionline.co.id, Ogan Ilir – Akses vital penghubung antar desa di Kabupaten Ogan Ilir terputus setelah sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis, dengan Desa Tanjung Mas, Kecamatan Rantau Alai, ambruk pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. 
Insiden ini membuat aktivitas warga terganggu dan mengancam keterisolasian masyarakat di wilayah tersebut.
Putusnya jembatan tersebut sontak menjadi perhatian warga, mengingat jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang selama ini digunakan untuk mobilitas sehari-hari, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan.
Kini, kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas sama sekali.
Salah seorang warga setempat, Supriadi, mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa waktu terakhir. 
Ia menyebutkan bahwa tanda-tanda kerusakan dimulai dari abrasi di sekitar tiang penyangga yang terus memburuk hingga akhirnya menyebabkan struktur jembatan tidak lagi mampu menahan beban.
“Awalnya hanya abrasi kecil, tapi lama-lama tiang penyangga mulai miring dan terkilir. Beberapa bagian juga sudah terlihat keropos, bahkan ada yang menggantung sebelum akhirnya ambruk total,” jelasnya.
Kondisi jembatan yang sudah tua juga menjadi faktor utama penyebab runtuhnya infrastruktur tersebut. 
Selain itu, banyaknya rumput air dan material yang tersangkut di bagian tiang penyangga turut memperparah kondisi. 
Beban tambahan tersebut membuat struktur jembatan semakin lemah dan tidak mampu bertahan saat debit air meningkat.
Akibat kejadian ini, warga Desa Muara Kumbang dan Desa Tanjung Mas kini harus mencari jalur alternatif yang tidak mudah.
Meski terdapat akses lain, jalur tersebut hanya bisa dilalui pejalan kaki sehingga tidak efektif untuk aktivitas harian, terutama bagi warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja atau mengangkut hasil pertanian.
Untuk kendaraan bermotor, warga terpaksa harus memutar cukup jauh melalui Desa Tanjung Gelam di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, bahkan harus melewati kabupaten tetangga. Kondisi ini tentu berdampak pada meningkatnya biaya transportasi serta waktu tempuh yang jauh lebih lama.
“Akses ini sangat penting bagi kami. Sekarang kalau mau bawa hasil kebun atau ke pasar jadi sulit. Biaya juga jadi lebih besar karena harus memutar jauh,” tambah Supriadi.
Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret. Mereka menilai perbaikan jembatan merupakan kebutuhan mendesak demi menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir, Ruslan, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan perbaikan terhadap jembatan yang rusak.
“Lokasi sudah kami cek bersama tim dari PUPR. Insyaallah akan segera dilakukan perbaikan agar akses masyarakat bisa kembali normal,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sambil menunggu proses perbaikan permanen, warga bersama pemerintah setempat berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan bahan seadanya, seperti bambu dan kayu. 
Jembatan sementara tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas warga, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua.
Meski bersifat sementara, keberadaan jembatan darurat ini menjadi solusi penting agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total. 
Namun demikian, warga tetap berharap agar pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan dengan konstruksi yang lebih kokoh dan tahan lama.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perawatan dan pengawasan rutin terhadap infrastruktur publik, khususnya di daerah-daerah yang sangat bergantung pada akses penghubung antar desa. Tanpa perhatian serius, kerusakan kecil dapat berkembang menjadi bencana yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.
Dengan kondisi saat ini, percepatan penanganan dari pemerintah menjadi kunci utama agar warga tidak semakin lama terisolasi dan roda perekonomian desa dapat kembali berjalan normal. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top