Musi Online https://musionline.co.id 25 March 2026 @15:37 16 x dibaca 
Polda Sumsel Siap Kawal Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Kebijakan WFA Diharapkan Urai Kepadatan.
Musionline.co.id, Sumatera Selatan - Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah menjadi perhatian serius aparat kepolisian di berbagai daerah, termasuk di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).
Polda Sumatera Selatan memastikan kesiapan penuh dalam mengawal mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman usai merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, usai mengikuti rapat nasional melalui Zoom Meeting bersama Listyo Sigit Prabowo pada Selasa (24/3/2026).
Rapat tersebut membahas analisis dan evaluasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus monitoring pelayanan selama momen Lebaran.
Kegiatan ini digelar di kawasan Benteng Kuto Besak, yang menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat selama libur Lebaran di Palembang.
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi titik strategis untuk memantau aktivitas warga sekaligus simbol kesiapsiagaan aparat di lapangan.
Angka Kecelakaan Menurun
Dalam arahannya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Ia menilai kinerja pengamanan arus mudik Lebaran 2026 berjalan optimal, terbukti dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta fatalitas korban jiwa.
Menariknya, penurunan tersebut terjadi di tengah peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini dinilai sebagai hasil kerja keras aparat di lapangan serta sinergi lintas sektor.
Meski demikian, Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan ini harus dipertahankan hingga seluruh rangkaian arus balik benar-benar selesai. Ia meminta seluruh jajaran tetap siaga dan tidak lengah, mengingat potensi kepadatan masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Rekayasa Lalu Lintas Fleksibel
Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah penerapan rekayasa lalu lintas secara fleksibel dan adaptif. Skema seperti one way, contraflow, hingga sistem buka-tutup jalur harus dilakukan berdasarkan data real-time di lapangan.
Pendekatan ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di titik-titik rawan kemacetan, terutama di jalur utama dan akses keluar-masuk kota. Dengan pemantauan langsung oleh petugas, diharapkan keputusan yang diambil bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain rekayasa lalu lintas, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25 hingga 27 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan arus balik dengan memberikan fleksibilitas kepada masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan.
Dengan adanya WFA, masyarakat tidak harus kembali secara bersamaan dalam satu hari, sehingga beban lalu lintas bisa terbagi lebih merata. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi potensi kemacetan ekstrem di puncak arus balik.
Polda Sumsel Perkuat Pengamanan
Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti seluruh arahan Kapolri. Ia memastikan rekayasa lalu lintas di wilayah Sumatera Selatan telah berjalan dengan baik dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Seluruh personel kami siagakan, baik untuk pengamanan arus lalu lintas maupun di objek wisata. Kami pastikan masyarakat tetap aman hingga arus balik selesai,” ujarnya.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada destinasi wisata yang masih ramai dikunjungi masyarakat. Edukasi keselamatan, khususnya di lokasi wisata air dan area berisiko, terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya kecelakaan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa evaluasi yang dilakukan di hari puncak arus balik menunjukkan keseriusan Polri dalam mengawal seluruh rangkaian Lebaran.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan WFA agar perjalanan lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan.
“Silakan atur waktu perjalanan dengan bijak. Tidak harus berangkat hari ini. Jika membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110,” tegasnya.
Hingga saat ini, kondisi arus balik di wilayah Sumatera Selatan terpantau aman dan terkendali. Pengawasan dilakukan secara ketat di jalur-jalur strategis serta lokasi wisata yang menjadi pusat keramaian.
Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal arus balik Lebaran 2026 hingga seluruh masyarakat dapat kembali ke tempat tujuan dengan selamat.
Dengan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan momentum arus balik tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan minim risiko, sekaligus menjadi indikator keberhasilan pengamanan Lebaran secara nasional. (***)
0 Komentar