Musi Online https://musionline.co.id 26 March 2026 @13:07 10 x dibaca 
Pastikan Tak Ada KBM Daring, Disdikbud Muara Enim Tegaskan Siswa Tetap Belajar Tatap Muka.
Musionline.co.id, Muara Enim - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayahnya tetap berlangsung secara tatap muka dan tidak akan dilakukan secara daring.
Kebijakan ini ditegaskan sebagai respons atas wacana yang berkembang terkait penerapan pembelajaran online untuk menghemat energi di tengah isu krisis global.
Plt Kepala Disdikbud Muara Enim melalui Sekretaris Disdikbud, Abi Nurwardani, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada urgensi untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh di sekolah-sekolah. Ia memastikan seluruh siswa akan tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa di kelas mulai 30 Maret 2026.
“Untuk saat ini belum diperlukan sekolah daring. Jadi siswa tetap masuk dan belajar seperti biasa di sekolah,” ujar Abi saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga dampak terhadap kualitas pendidikan. Meski pembelajaran daring memiliki sejumlah keunggulan, seperti kemudahan akses materi dan efisiensi biaya operasional, namun pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala.
Abi menjelaskan, salah satu tantangan utama pembelajaran daring adalah keterbatasan jaringan internet yang belum merata di seluruh wilayah Kabupaten Muara Enim. Selain itu, interaksi antara guru dan siswa dinilai tidak dapat berlangsung secara optimal jika hanya mengandalkan sistem online.
“Pembelajaran daring memang menawarkan fleksibilitas, tetapi sering kali terkendala oleh stabilitas internet, kurangnya interaksi sosial, serta potensi kejenuhan pada siswa. Hal ini tentu berdampak pada efektivitas proses belajar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling ideal untuk memastikan perkembangan siswa secara menyeluruh. Tidak hanya aspek akademik, tetapi juga mencakup kemampuan sosial, emosional, serta keterampilan praktis yang sulit dicapai melalui pembelajaran daring.
Abi juga mengingatkan potensi terjadinya learning loss atau penurunan kemampuan belajar jika pembelajaran daring diterapkan dalam jangka panjang tanpa pengawasan dan metode yang tepat. Kondisi ini dapat berdampak serius terhadap capaian pendidikan siswa.
“Jangan sampai pembelajaran daring yang terlalu sering justru menimbulkan learning loss. Ini bisa memengaruhi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa,” tegasnya.
Ia menjelaskan, learning loss terjadi akibat adanya jeda panjang atau gangguan dalam proses pembelajaran, sehingga siswa kehilangan kesempatan untuk mencapai target kompetensi yang seharusnya. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Selain itu, penurunan disiplin belajar juga menjadi perhatian serius. Dalam sistem daring, pengawasan terhadap siswa cenderung lebih lemah dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Hal ini berpotensi membuat siswa kurang fokus dan tidak maksimal dalam menyerap materi pelajaran.
Disdikbud Muara Enim, lanjut Abi, akan terus memantau perkembangan kebijakan pendidikan di tingkat nasional, termasuk kemungkinan adanya arahan terkait efisiensi energi. Namun, pihaknya menegaskan bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami tentu akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Namun, untuk saat ini, kondisi di Muara Enim masih memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak, baik sekolah, guru, maupun orang tua, untuk tetap mendukung proses belajar mengajar secara optimal. Kolaborasi antara semua elemen pendidikan dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Dengan adanya kepastian ini, diharapkan para siswa dan orang tua tidak perlu khawatir terkait perubahan sistem pembelajaran dalam waktu dekat. Sekolah-sekolah di Kabupaten Muara Enim pun diharapkan dapat terus menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan lancar dan kondusif.
Keputusan mempertahankan pembelajaran tatap muka ini menjadi langkah strategis untuk memastikan generasi muda tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas, meski di tengah berbagai tantangan global yang sedang dihadapi. (***)
0 Komentar