Musi Online https://musionline.co.id 05 April 2026 @16:17 71 x dibaca 
Diduga Tak Sesuai Standar, Proyek Talud Rp15 Miliar di OKU Timur Disorot Warga.
Musionline.co.id, OKU Timur – Proyek pembangunan talud penahan tebing di bantaran sungai Desa Sabah Lioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, menuai sorotan dari masyarakat.
Proyek bernilai sekitar Rp15 miliar yang diduga bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut dinilai tidak dikerjakan sesuai standar konstruksi.
Talud sepanjang kurang lebih 300 meter itu diketahui dibangun dalam rentang waktu Januari hingga September 2025.
Namun, belum genap satu tahun sejak rampung, kualitas bangunan tersebut sudah mulai dipertanyakan oleh warga setempat.
Sejumlah warga mengaku menemukan indikasi pengerjaan yang tidak sesuai prosedur teknis.
Salah satunya disampaikan Hamid, warga Desa Sabah Lioh, yang menilai proses pemasangan material batu pada talud dilakukan secara asal-asalan.
Menurutnya, batu-batu hanya disusun bertumpuk tanpa menggunakan perekat semen yang memadai.
Setelah beberapa lapisan tersusun, barulah permukaan luar dilapisi semen tipis yang dinilai tidak cukup kuat menopang struktur.
“Kalau melihat dari cara pengerjaannya, kami ragu dengan kekuatannya. Batu hanya ditumpuk, kemudian baru ditutup semen di bagian luar,” ujar Hamid saat ditemui pada Sabtu (4/4/2026).
Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi tiang cor pada struktur talud yang dianggap rapuh.
Hamid mengungkapkan bahwa kualitas campuran material seperti semen dan pasir diduga tidak sesuai standar, sehingga menyebabkan beton mudah hancur.
“Tiang cornya itu bisa rontok hanya dengan tangan. Ini menunjukkan campurannya tidak sesuai spesifikasi,” katanya.
Kekhawatiran warga semakin bertambah setelah mengetahui bahwa bagian dalam talud diduga tidak diperkuat dengan semen.
Berdasarkan pengamatan warga, struktur bagian dalam hanya terdiri dari susunan batu yang ditimbun tanah, sementara lapisan semen hanya tampak di bagian luar.
“Bagian dalamnya seperti kosong, hanya batu dan tanah. Jadi terlihat rapi di luar saja, tapi dalamnya tidak kuat,” tambahnya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap daya tahan bangunan, terutama saat menghadapi musim hujan dengan potensi debit air sungai yang meningkat.
Warga khawatir talud tidak mampu menahan tekanan air dan berisiko mengalami kerusakan atau longsor yang dapat membahayakan permukiman di sekitar.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Timur, Bambang Irawan, membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan kegiatan yang didanai oleh pemerintah pusat.
Namun demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan rinci terkait teknis pelaksanaan maupun dugaan permasalahan yang terjadi di lapangan. Hal ini dikarenakan proyek tersebut dilaksanakan pada masa kepemimpinan sebelumnya.
“Kegiatan itu memang dari anggaran pusat, namun dilaksanakan pada periode pimpinan sebelumnya. Kami perlu melakukan konfirmasi lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahan informasi,” ujar Bambang.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah masih akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait proyek talud yang kini menjadi perhatian publik tersebut.
Warga Desa Sabah Lioh pun berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun langsung ke lokasi guna melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh.
Mereka juga meminta adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran serta kualitas pekerjaan, mengingat nilai proyek yang cukup besar.
Selain itu, masyarakat mendorong agar pihak berwenang melakukan audit teknis terhadap proyek tersebut untuk memastikan apakah pembangunan telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Jika ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian, warga meminta agar pihak yang bertanggung jawab dapat diberikan sanksi tegas.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dalam setiap proyek infrastruktur, terutama yang menggunakan anggaran negara.
Kualitas pembangunan tidak hanya berdampak pada ketahanan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang berada di sekitarnya.
Dengan sorotan yang terus berkembang, publik kini menanti langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan bahwa proyek talud di OKU Timur benar-benar memenuhi standar dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (***)
0 Komentar