Musi Online | Sungai Ogan Meluap, Banjir Rendam Dua Desa di OKU: 347 Rumah dan Lebih dari 1.100 Warga Terdampak
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Sungai Ogan Meluap, Banjir Rendam Dua Desa di OKU: 347 Rumah dan Lebih dari 1.100 Warga Terdampak

Musi Online
https://musionline.co.id 18 April 2026 @19:14
Sungai Ogan Meluap, Banjir Rendam Dua Desa di OKU: 347 Rumah dan Lebih dari 1.100 Warga Terdampak
Sungai Ogan Meluap, Banjir Rendam Dua Desa di OKU: 347 Rumah dan Lebih dari 1.100 Warga Terdampak.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu setelah Sungai Ogan meluap akibat tingginya curah hujan yang mengguyur sejak Rabu dini hari (15/4/2026). 
Peristiwa ini menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat terganggu di sejumlah titik terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah OKU, Januar Efendi, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pukul 02.30 WIB menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Ogan. Kondisi tersebut membuat air sungai tidak mampu lagi menampung debit air sehingga meluber ke permukiman warga.
“Curah hujan yang terjadi sejak dini hari hingga malam hari menyebabkan Sungai Ogan meluap dan mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah,” ujar Januar dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Dua Desa Terdampak Parah
Banjir dilaporkan meluas ke beberapa wilayah, termasuk Desa Lubuk Batang Lama dan Desa Gunung Meraksa yang menjadi titik terdampak paling parah. Selain itu, genangan air juga melanda sejumlah kawasan lain seperti Kelurahan Pasar Baru, Baturaja Lama, Tanjung Agung, Desa Terusan, hingga Jalan Gotong Royong.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD OKU, sebanyak 347 unit rumah warga terendam banjir dengan total 1.143 jiwa terdampak. Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan mencapai sekitar satu meter, sehingga membuat sebagian warga kesulitan beraktivitas.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dampak banjir cukup signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Selain merendam rumah, air juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama yang menghambat mobilitas warga.
BPBD Turunkan Tim dan Perahu Karet
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD OKU langsung menerjunkan personel ke lokasi terdampak. Petugas disiagakan untuk membantu evakuasi serta memfasilitasi aktivitas warga yang terhambat akibat genangan air.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan perahu karet untuk membantu warga menyeberangi area yang masih tergenang. Selain itu, petugas juga melakukan pembersihan rumah warga dari lumpur yang terbawa arus banjir.
“Personel di lapangan turut membantu membersihkan rumah warga agar aktivitas bisa kembali normal secepat mungkin,” jelas Januar.
Tak hanya itu, BPBD juga melakukan penyedotan air di sejumlah titik yang mengalami genangan cukup parah. Upaya ini dilakukan guna mempercepat surutnya air di kawasan permukiman.
Kondisi Mulai Berangsur Normal
Saat ini, kondisi banjir di sebagian besar wilayah dilaporkan mulai berangsur surut. Warga pun perlahan mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material lumpur dan memperbaiki kerusakan ringan.
Namun demikian, pihak BPBD tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Pasalnya, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Januar Efendi menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan banjir susulan. Ia meminta warga yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rawan banjir untuk terus memantau kondisi cuaca dan debit air sungai.
“Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi risiko yang lebih besar,” tegasnya.
Pemerintah daerah bersama BPBD OKU juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi sungai dan wilayah rawan banjir. Koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lanjutan.
Peristiwa banjir ini kembali menjadi pengingat pentingnya upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang berada di sepanjang aliran Sungai Ogan. 
Normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, masyarakat diharapkan tetap siaga dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat demi keselamatan bersama. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top