Musi Online https://musionline.co.id 26 April 2026 @15:21 37 x dibaca 
ODGJ Tusuk Anggota Polisi di Ogan Ilir, Korban Sempat Dihentikan dan Ditanya KTP. foto: chatgpt
Musionline.co.id, Ogan Ilir – Insiden penusukan terhadap seorang anggota kepolisian terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir dan menghebohkan warga sekitar.
Peristiwa tersebut melibatkan seorang pria yang diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), yang secara tiba-tiba melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap korban bernama Sukamto.
Kejadian berlangsung pada Jumat malam (25/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Bakti Guna, tidak jauh dari kawasan Perumahan Ridho, Kecamatan Indralaya.
Saat itu, kondisi di sekitar lokasi masih relatif normal, dengan aktivitas warga yang berlangsung seperti biasa. Namun suasana mendadak berubah tegang ketika pelaku menghadang kendaraan korban di tengah jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban Sukamto yang merupakan anggota polisi aktif di Polres Ogan Ilir tengah melintas menggunakan mobil bersama istrinya. Tanpa diduga, seorang pemuda menghentikan laju kendaraan mereka.
Pelaku kemudian meminta korban untuk menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Dalam situasi tersebut, korban menjawab bahwa dirinya tidak membawa KTP. Namun respons tersebut justru memicu tindakan agresif dari pelaku.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban. Aksi penusukan tersebut berlangsung cepat dan tidak terduga, membuat korban tidak sempat menghindar. Sukamto mengalami luka akibat serangan tersebut dan langsung mendapat pertolongan dari warga sekitar.
Seorang saksi mata bernama Udin mengungkapkan bahwa kejadian itu berlangsung sangat singkat dan membuat warga panik. “Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB. Tiba-tiba saja ada keributan, ternyata ada penusukan. Pelaku sudah diamankan polisi dan korban langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Penanganan Korban dan Pelaku
Usai kejadian, korban segera dilarikan ke RS Ar Royyan Indralaya untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis akibat luka yang dideritanya.
Pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terbaru korban, namun sumber internal menyebutkan bahwa korban dalam kondisi stabil meskipun masih membutuhkan pengawasan medis lanjutan.
Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Kasus ini langsung ditangani oleh jajaran Polsek Indralaya bersama tim dari Polres Ogan Ilir.
Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Mukhlis, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk mengendalikan situasi serta mengamankan pelaku guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pelaku sudah diamankan dan saat ini dalam penanganan lebih lanjut. Kami juga masih melakukan pendalaman terkait motif serta kondisi kejiwaan pelaku,” jelasnya.
Kapolsek Indralaya, AKP Junardi, menambahkan bahwa pelaku diduga kuat merupakan ODGJ. Untuk memastikan kondisi kejiwaannya, pelaku kemudian dibawa ke RSJ Ernaldi Bahar Palembang guna mendapatkan penanganan medis serta pemeriksaan lanjutan.
Pasca kejadian, situasi di lokasi sudah kembali kondusif. Aparat kepolisian juga meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama ketika menghadapi situasi yang tidak biasa di jalan. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan individu dengan perilaku mencurigakan atau berpotensi membahayakan.
Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap penanganan ODGJ di tengah masyarakat. Perlu adanya koordinasi antara keluarga, lingkungan, serta instansi terkait untuk memastikan bahwa individu dengan gangguan kejiwaan mendapatkan perawatan yang layak dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap lebih lanjut kronologi dan latar belakang pelaku. Sementara itu, kondisi korban menjadi perhatian utama dengan harapan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga aspek sosial dan kesehatan mental di masyarakat. (***)
0 Komentar