Musi Online | Bocah SD di OKU Tewas Tenggelam Saat Berenang di Danau RS Sriwijaya
HDCU
Home        Berita        Hukum Kriminal

Bocah SD di OKU Tewas Tenggelam Saat Berenang di Danau RS Sriwijaya

Musi Online
https://musionline.co.id 26 April 2026 @15:26
Bocah SD di OKU Tewas Tenggelam Saat Berenang di Danau RS Sriwijaya
Bocah SD di OKU Tewas Tenggelam Saat Berenang di Danau RS Sriwijaya.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Duka mendalam menyelimuti warga Perumahan RS Sriwijaya, Kelurahan Sekarjaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), setelah seorang bocah sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di danau yang berada di kawasan tersebut, Jumat (24/4) sore.
Korban diketahui bernama Rizki Albara bin Efendi (12), seorang siswa kelas 6 SD yang tinggal di Blok FE 13 RT 12 RW 04 Perum RS Sriwijaya. 
Peristiwa tragis ini terjadi ketika korban bersama teman-temannya bermain dan berenang di Danau RS Sriwijaya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi berkumpul anak-anak di lingkungan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat Rizki bersama beberapa temannya bermain di sekitar danau pada sore hari. 
Saat itu, suasana terlihat biasa saja hingga tiba-tiba korban mengalami kesulitan saat berenang.
Saksi mata menyebutkan, korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam. Salah satu warga, Supri, mengaku melihat langsung momen tersebut.
“Dia sempat teriak ‘tolong’, tangannya juga kelihatan naik turun, habis itu langsung hilang,” ujar Supri dengan nada tegang saat menceritakan kejadian tersebut.
Teriakan korban sontak membuat teman-temannya panik. Mereka berlarian mencari bantuan warga sekitar. Tidak lama kemudian, lokasi kejadian langsung dipadati warga yang berusaha memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya.
Upaya Penyelamatan Dramatis
Sejumlah warga mencoba menyelam ke dalam danau untuk mencari korban. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah. Kondisi air yang keruh serta kedalaman danau yang tidak dapat dipastikan membuat proses pencarian berlangsung dramatis dan penuh ketegangan.
Beberapa warga bahkan bergantian menyelam, meski dengan risiko tinggi. Dalam waktu singkat, suasana di lokasi berubah menjadi haru, terutama saat keluarga korban tiba di tempat kejadian.
Tangis histeris keluarga pecah di tengah kerumunan warga yang masih berupaya menemukan korban. Harapan agar Rizki dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat terus dipanjatkan, meski kondisi di lapangan semakin menyulitkan.
Setelah proses pencarian yang cukup menegangkan, korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam danau. Namun, sayangnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Kondisi Lokasi Minim Pengamanan
Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi Danau RS Sriwijaya yang dinilai minim pengamanan. Berdasarkan keterangan warga setempat, danau tersebut memang kerap dijadikan tempat bermain oleh anak-anak, meskipun tidak dilengkapi dengan rambu peringatan atau pengawasan khusus.
Salah satu warga, Ujang, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut.
“Danau ini memang sering jadi tempat anak-anak bermain. Tapi tidak ada rambu peringatan atau pengawasan. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Menurut Ujang, kejadian ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pihak terkait agar segera mengambil langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Harapan Warga dan Imbauan Keselamatan
Warga berharap pemerintah setempat maupun pihak berwenang dapat segera melakukan evaluasi terhadap keamanan di area perairan tersebut. Pemasangan rambu peringatan, pembatasan akses, hingga pengawasan rutin dinilai penting untuk melindungi keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi aktivitas anak-anak di area yang berisiko.
“Orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai bermain di tempat berbahaya tanpa pengawasan,” tambah Ujang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja, terutama di lokasi yang tidak memiliki sistem pengamanan yang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut. Namun, warga berharap kejadian ini segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan lingkungan.
Tragedi yang menimpa Rizki Albara ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Keceriaan yang seharusnya menjadi bagian dari masa kanak-kanak berubah menjadi duka dalam sekejap.
Peristiwa tenggelamnya seorang bocah di Danau RS Sriwijaya ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, serta perlunya fasilitas keselamatan di area publik, menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Kesadaran bersama antara masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan. Karena satu kelalaian kecil dapat berujung pada kehilangan yang tidak tergantikan. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top