Musi Online | Tangki BBM PT Cakra Indo Pratama Meledak Hebat, Empat Pekerja Luka Berat, Polres Banyuasin Lakukan Olah TKP
HDCU
Home        Berita        Hukum Kriminal

Tangki BBM PT Cakra Indo Pratama Meledak Hebat, Empat Pekerja Luka Berat, Polres Banyuasin Lakukan Olah TKP

Musi Online
https://musionline.co.id 30 April 2026 @19:38
Tangki BBM PT Cakra Indo Pratama Meledak Hebat, Empat Pekerja Luka Berat, Polres Banyuasin Lakukan Olah TKP
Tangki BBM PT Cakra Indo Pratama Meledak Hebat, Empat Pekerja Luka Berat, Polres Banyuasin Lakukan Olah TKP.

Musionline.co.id, Banyuasin – Insiden ledakan hebat disertai kebakaran terjadi di area operasional PT Cakra Indo Pratama (CIP), Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Selasa, 28 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. 
Peristiwa ini mengakibatkan empat orang pekerja mengalami luka bakar serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kejadian tersebut bermula dari tangki penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tiba-tiba meledak, memicu kobaran api besar di lokasi. Ledakan yang cukup kuat juga sempat mengejutkan warga dan pekerja di sekitar area operasional perusahaan.
Ledakan tangki BBM milik PT Cakra Indo Pratama menyebabkan kebakaran hebat serta menimbulkan korban jiwa dalam kondisi luka berat. Insiden ini langsung menjadi perhatian aparat kepolisian dan instansi terkait.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa, 28 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.
Ledakan terjadi di area operasional PT CIP yang berada di wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Korban dalam insiden ini terdiri dari empat orang, yakni tiga karyawan PT Cakra Indo Pratama berinisial AL (62), MR (26), dan AH (23), serta satu orang kernet truk dari PT Keysya Jaya Energi berinisial R. Seluruh korban mengalami luka bakar serius dan kini dirawat intensif di RSUD Banyuasin.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Banyuasin bersama jajaran Polda Sumatera Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan penyelidikan.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam tahap penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan awal dari saksi di lokasi, ledakan diawali dengan suara dentuman keras dari arah tangki penampungan BBM sebelum api membesar.
Saksi berinisial F yang merupakan petugas keselamatan kerja (K3) mengaku sedang berada di pos jaga saat kejadian berlangsung. 
Ia mendengar suara ledakan keras sebelum melihat kobaran api muncul dari titik tangki. Sementara saksi lainnya yang berada di sekitar lokasi juga mengonfirmasi adanya ledakan mendadak yang kemudian diikuti api yang cepat membesar.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit II Sat Reskrim Polres Banyuasin bergerak cepat dengan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Aparat langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi serta melakukan olah TKP awal untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.
Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas peristiwa ini secara menyeluruh.
“Personel kami telah melakukan olah TKP dan saat ini sedang menyusun administrasi penyelidikan serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Kami akan mengusut tuntas penyebab kejadian ini, termasuk aspek teknis maupun kemungkinan adanya kelalaian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa penyelidikan tidak hanya berfokus pada penyebab ledakan, tetapi juga mencakup pemeriksaan terhadap legalitas operasional perusahaan. Hal ini meliputi izin usaha serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap kasus ini. Ia memastikan bahwa proses penanganan akan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Kami memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Polda Sumatera Selatan akan terus memantau perkembangan penyelidikan guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, lokasi kejadian masih dalam pengamanan ketat aparat kepolisian guna menjaga keutuhan TKP. Polisi juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk pihak rumah sakit dan dinas teknis, untuk memastikan penanganan berjalan secara komprehensif.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor energi dan bahan bakar, untuk selalu mematuhi standar keselamatan kerja. Penerapan sistem K3 yang ketat dinilai sangat krusial dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang berpotensi fatal.
Selain itu, peristiwa ini juga menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga keselamatan tenaga kerja, keamanan lingkungan sekitar, serta stabilitas industri di wilayah Sumatera Selatan.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pelaku usaha agar tidak mengabaikan aspek keselamatan kerja, termasuk dalam pengelolaan bahan berbahaya seperti BBM. Evaluasi berkala terhadap sistem keamanan dan operasional dinilai penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan melibatkan tim ahli untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Perkembangan terbaru dari kasus ini akan terus dipantau dan diinformasikan kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top