Musi Online https://musionline.co.id 11 May 2026 @15:17 30 x dibaca 
Banjir Bandang di Muratara: Belasan Ribu Rumah Terendam, Puluhan Ribu Warga Terdampak dan Infrastruktur Lumpuh.
Musionline.co.id, Muratara - Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dilanda bencana banjir bandang yang menyebabkan ribuan rumah warga terendam dan puluhan ribu jiwa terdampak.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis dini hari (07/05/2026) memicu meluapnya sejumlah aliran sungai hingga merendam kawasan permukiman dan fasilitas umum di beberapa kecamatan.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara, sedikitnya 16.156 unit rumah penduduk terdampak banjir.
Bencana ini juga berdampak langsung terhadap 16.156 kepala keluarga atau sekitar 64.624 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak.
Sekretaris BPBD Muratara, Mathir, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kondisi banjir cukup parah karena debit air meningkat drastis dalam waktu singkat setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai.
“Data sementara menunjukkan sebanyak 16.156 rumah terendam dan lebih dari 64 ribu warga terdampak langsung akibat banjir bandang ini,” ujar Mathir.
Menurutnya, banjir tidak hanya merendam kawasan permukiman warga, namun juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur publik yang menjadi akses vital masyarakat.
Empat unit jembatan gantung dilaporkan putus total akibat derasnya arus banjir. Jembatan tersebut berada di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, dan Desa Noman. Selain itu, satu jembatan gantung di Desa Batu Gajah mengalami kerusakan sedang dan belum dapat difungsikan secara normal.
Putusnya akses jembatan membuat mobilitas warga menjadi terganggu. Sejumlah desa sempat terisolasi karena akses penghubung antarwilayah tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Di sektor pendidikan, banjir turut merendam 17 unit sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Aktivitas belajar mengajar pun terpaksa dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan aman.
Tidak hanya itu, fasilitas kesehatan juga terdampak cukup serius. Tercatat lima unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan dua unit Pondok Bersalin Desa (Polindes) ikut terendam banjir sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi terganggu.
Sementara itu, di sektor keagamaan, satu unit mushalla dilaporkan hanyut terbawa arus deras. Selain itu, lima masjid lainnya ikut terendam air dengan ketinggian bervariasi.
BPBD Muratara bersama tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Tim yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI dan Polri diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga, pendataan korban serta kaji cepat dampak kerusakan.
“Tim gabungan saat ini masih berada di lapangan untuk membantu evakuasi masyarakat dan mendata kerusakan yang terjadi akibat banjir,” kata Mathir.
Pemerintah daerah juga telah mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik para korban banjir. Bantuan berupa makanan siap saji, air bersih serta kebutuhan pokok lainnya mulai disalurkan kepada warga terdampak, terutama di wilayah yang masih terendam air.
Selain itu, petugas kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir seperti diare, demam, dan infeksi kulit yang kerap menyerang warga di lokasi bencana.
Berdasarkan pemantauan terbaru di lapangan, kondisi banjir di Kecamatan Karang Jaya dilaporkan telah surut sepenuhnya. Sementara itu, di Kecamatan Rupit, debit air mulai menunjukkan tren penurunan meski sebagian rumah warga masih tergenang.
Namun demikian, kondisi berbeda masih terjadi di Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir. Hingga saat ini, sejumlah kawasan permukiman di dua kecamatan tersebut masih terendam air dengan ketinggian yang cukup mengkhawatirkan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Pasalnya, cuaca di wilayah Sumatera Selatan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rendah agar tetap waspada apabila curah hujan kembali meningkat,” tambah Mathir.
Di tengah upaya penanganan bencana, kabar duka turut menyelimuti masyarakat Muratara. Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut menyebabkan satu orang balita meninggal dunia.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara melaporkan korban meninggal dunia merupakan seorang anak perempuan berusia tiga tahun bernama Shanum Aqila Fitri.
Peristiwa tersebut menambah daftar dampak tragis akibat bencana banjir yang melanda wilayah Muratara dalam beberapa hari terakhir.
Selain korban jiwa, banjir juga mengakibatkan kerusakan fisik pada rumah warga. Tercatat empat unit rumah hanyut terbawa arus deras, satu rumah mengalami rusak sedang dan enam unit rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Kerugian material diperkirakan mencapai angka yang cukup besar mengingat banyaknya fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak banjir.
Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lokasi bencana. Bantuan dari berbagai pihak juga mulai berdatangan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
Bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah rawan banjir.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BPBD setempat serta segera mengungsi ke lokasi aman apabila kondisi banjir kembali memburuk. (***)
0 Komentar