Musi Online https://musionline.co.id 16 May 2026 @13:55 32 x dibaca 
Nomor Layanan Tidak Aktif, Warga OKU Keluhkan Pelayanan Ambulans Gratis di Tamkot Baturaja.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu - Pelayanan ambulans gratis yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini menjadi sorotan publik.
Keluhan masyarakat mencuat setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan warga kesulitan menghubungi nomor layanan ambulans 24 jam di Taman Kota (Tamkot) Baturaja saat kondisi darurat.
Persoalan ini memicu reaksi dari berbagai kalangan masyarakat karena layanan ambulans merupakan fasilitas penting yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga.
Program yang sejatinya dihadirkan untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat itu dinilai harus selalu siaga dan dapat diakses kapan saja.
Salah seorang warga OKU bernama Romlan mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan ambulans gratis tersebut. Menurutnya, nomor layanan yang tercantum sebagai layanan 24 jam justru tidak dapat dihubungi saat masyarakat benar-benar membutuhkan bantuan.
Ia menjelaskan, kejadian itu dialami ketika ada anggota keluarga warga yang meninggal dunia dan membutuhkan ambulans untuk proses penanganan lebih lanjut. Namun, nomor yang dihubungi sejak pagi tidak memberikan respons.
“Bapak Rio, keluarga kita yang meninggal dan butuh ambulans. Namun saat dibutuhkan nomor yang tertera siap 24 jam tidak dapat dihubungi mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 08.00 WIB,” keluh Romlan.
Keluhan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menuai banyak tanggapan dari masyarakat. Banyak warga menilai pelayanan publik, khususnya yang menyangkut kesehatan dan kondisi darurat, tidak boleh mengalami kelalaian sekecil apa pun.
Menurut Romlan, apabila pemerintah telah menyediakan fasilitas layanan darurat untuk masyarakat, maka kesiapan petugas dan keaktifan nomor layanan harus menjadi prioritas utama. Ia khawatir kondisi serupa dapat berdampak fatal apabila terjadi pada pasien dalam kondisi kritis.
“Jangan sampai program-program Bupati dan Wakil Bupati rusak reputasinya oleh segelintir wong yang idak bertanggung jawab dengan tugasnyo,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten OKU segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan ambulans gratis tersebut. Evaluasi itu dinilai penting untuk mengetahui letak kelemahan, baik dari sisi petugas lapangan, pengawasan, hingga mekanisme pergantian jadwal pelayanan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan harus berjalan profesional dan responsif karena berkaitan dengan nyawa manusia. Ia bahkan menyebut keterlambatan pelayanan ambulans dapat berpotensi membahayakan warga yang sedang membutuhkan penanganan cepat.
“Bagaimana jika ada warga yang kritis, bisa mati kak,” ujarnya dengan nada kecewa.
Romlan menambahkan bahwa program kesehatan yang digagas pemerintah daerah pada dasarnya bertujuan membantu masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah. Oleh sebab itu, ia menilai tidak boleh ada kelalaian yang justru mencoreng citra pemerintah daerah di mata masyarakat.
Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten OKU melalui Dinas Kesehatan dapat mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Salah satu yang menjadi sorotannya adalah pentingnya pengawasan terhadap petugas ambulans serta memastikan nomor layanan selalu aktif selama 24 jam.
Selain itu, ia meminta adanya peningkatan kedisiplinan petugas di lapangan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program ambulans gratis tersebut.
“Jangan sampai hal seperti ini terulang dan merusak citra program-program Bupati dan Wakil Bupati OKU. Karena kita tahu sendiri bagaimana kinerja dan niat baik beliau untuk seluruh masyarakat OKU, jangan sampai dirusak oleh bawahan,” harapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Fitri, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia mengakui memang terdapat kendala pada saat nomor layanan ambulans tidak aktif ketika dihubungi warga.
Menurut Fitri, saat kejadian berlangsung, telepon seluler petugas sedang dalam kondisi diisi daya atau dicas. Selain itu, pada waktu yang sama juga sedang terjadi pergantian jadwal petugas pelayanan.
“Hp lagi dicas dan waktu ditelpon lagi pertukaran waktu petugas,” jelasnya.
Pernyataan tersebut pun kembali memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Banyak warga menilai alasan tersebut tidak seharusnya terjadi dalam layanan yang mengusung sistem siaga 24 jam, terlebih pelayanan ambulans merupakan layanan darurat yang sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Fitri juga membantah adanya informasi yang menyebut petugas ambulans tidak menerima gaji. Menurutnya, petugas yang menjalankan pelayanan ambulans gratis tersebut merupakan tenaga perbantuan dari sejumlah puskesmas di wilayah Baturaja.
Ia menegaskan bahwa para petugas tersebut berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU dan tetap menerima gaji bulanan dari instansi masing-masing.
“Mereka yang bekerja di layanan ambulans merupakan P3K Kabupaten OKU, pasti ada gaji bulanan dari instansinya,” tegas Fitri.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi internal bagi Dinas Kesehatan Kabupaten OKU. Pihaknya berjanji akan melakukan rapat khusus guna membahas langkah perbaikan dan kemungkinan pemberian sanksi kepada petugas yang dianggap lalai.
Fitri mengakui dirinya baru menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan OKU sehingga masih melakukan pembenahan terhadap berbagai sistem pelayanan di internal dinas. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKU saat ini sedang menjalankan ibadah haji.
“Kebetulan saya baru menjabat, Kepala dinas juga lagi berangkat haji. Nanti akan kita rapatkan terkait sanksi yang akan diberikan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tandasnya.
Persoalan ini menjadi pengingat penting bahwa kualitas pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.
Program ambulans gratis yang digagas pemerintah daerah sejatinya merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan layanan cepat dan tanpa biaya.
Namun di sisi lain, program yang baik harus didukung dengan kesiapan sumber daya manusia, sistem pengawasan yang ketat, serta pelayanan yang benar-benar responsif di lapangan. Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan yang mereka rasakan secara langsung.
Masyarakat kini berharap Pemerintah Kabupaten OKU segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pelayanan ambulans gratis di Tamkot Baturaja agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dengan perbaikan yang cepat dan tegas, diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten OKU dapat berjalan lebih maksimal dan benar-benar memberikan rasa aman bagi masyarakat. (***)
0 Komentar