Musi Online https://musionline.co.id 16 May 2026 @13:58 24 x dibaca 
Jamaah Haji Asal Muara Enim Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Seluruh Hak Jamaah Diselesaikan.
Musionline.co.id, Muara Enim - Kabar duka datang dari Tanah Suci Makkah.
Seorang jamaah haji asal Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Jamaah tersebut diketahui bernama Asan Akip bin Sanan (80), warga Desa Bulang, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim.
Almarhum merupakan bagian dari jamaah haji Kloter 15 Embarkasi Palembang yang berangkat bersama rombongan jamaah asal Sumatera Selatan menuju Tanah Suci tahun 2026.
Berdasarkan informasi resmi dari petugas haji, almarhum meninggal dunia di Makkah pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 05.15 waktu Arab Saudi (WAS) dan telah dimakamkan di Sharaya Makkah.
Informasi wafatnya jamaah haji tersebut disampaikan oleh pihak Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Muara Enim. Kabar duka ini pun langsung menyebar ke keluarga dan masyarakat di kampung halaman almarhum.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Muara Enim, H Muhammad Amin Lc MM, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya jamaah asal Muara Enim tersebut. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Saya atas nama pribadi dan instansi menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Amin, Jumat 15 Mei 2026.
Menurut Amin, pemerintah memastikan seluruh hak jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tetap akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah kepada jamaah haji Indonesia yang wafat saat menjalankan ibadah.
Ia menjelaskan bahwa jamaah yang meninggal dunia dalam masa pelaksanaan ibadah haji akan mendapatkan penyelesaian hak-haknya, termasuk pelaksanaan badal haji dan pemberian asuransi jamaah.
“Jamaah yang meninggal di Arab Saudi dalam masa pelaksanaan ibadah haji, haknya akan diselesaikan oleh pemerintah, termasuk badal haji dan asuransi jamaah,” jelasnya.
Penjelasan tersebut memberikan ketenangan bagi keluarga jamaah, terutama karena pemerintah telah memiliki mekanisme penanganan bagi jamaah yang wafat selama berada di Tanah Suci. Selain itu, petugas haji juga terus melakukan pendampingan terhadap keluarga jamaah dan anggota kloter lainnya.
Dari informasi yang diterima pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Muara Enim melalui dokter kloter, kondisi almarhum sebelumnya diketahui dalam keadaan sehat.
Selama perjalanan menuju Tanah Suci hingga menjalani aktivitas awal ibadah haji, almarhum juga tidak mengeluhkan gangguan kesehatan yang berarti.
Namun secara tiba-tiba, almarhum mengeluhkan sakit perut dan mengalami diare atau mencret. Petugas kloter kemudian segera mengambil tindakan dengan membawa almarhum ke rumah sakit terdekat di Makkah untuk mendapatkan penanganan medis.
Sayangnya, sekitar 30 menit setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit, kondisi almarhum tidak menunjukkan respons dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
“Almarhum sebenarnya sehat dan tidak ada keluhan, bahkan selama perjalanan aman. Namun kemudian beliau mengaku sakit perut dan mencret. Setelah dibawa ke rumah sakit sekitar 30 menit, almarhum tidak ada respon lagi dan akhirnya dinyatakan meninggal,” terang Amin.
Almarhum diketahui berangkat menunaikan ibadah haji bersama anak dan menantunya. Kepergian almarhum tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga yang turut mendampingi selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Meski demikian, banyak pihak meyakini wafatnya jamaah saat menjalankan ibadah haji merupakan kemuliaan tersendiri. Doa-doa terus mengalir dari keluarga, kerabat, masyarakat Muara Enim, hingga sesama jamaah haji asal Sumatera Selatan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh jamaah haji Indonesia agar selalu menjaga kondisi kesehatan selama berada di Arab Saudi.
Cuaca panas ekstrem serta aktivitas ibadah yang padat menjelang puncak haji membutuhkan kondisi fisik yang prima, terutama bagi jamaah lanjut usia.
Amin pun mengimbau seluruh jamaah haji asal Kabupaten Muara Enim dan jamaah Indonesia lainnya agar disiplin menjaga kesehatan. Ia meminta jamaah untuk memperhatikan pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengatur waktu istirahat agar tidak mengalami kelelahan.
Selain itu, jamaah juga diminta mematuhi seluruh arahan petugas kesehatan maupun pendamping kloter demi menghindari risiko gangguan kesehatan selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
“Kami mengimbau seluruh jamaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan, mengatur pola istirahat, memperbanyak konsumsi air putih serta mengikuti arahan petugas. Mengingat cuaca di Tanah Suci cukup panas dan aktivitas ibadah sangat padat,” katanya.
Sementara itu, pemerintah melalui petugas penyelenggara ibadah haji terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi jamaah Indonesia di Arab Saudi. Tim medis disiagakan di berbagai titik pelayanan guna memastikan jamaah mendapatkan penanganan cepat apabila mengalami gangguan kesehatan.
Kementerian Haji dan Umrah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah lanjut usia dan jamaah dengan riwayat penyakit tertentu. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga seluruh jamaah kembali ke tanah air.
Wafatnya Asan Akip bin Sanan menjadi duka bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim dan Provinsi Sumatera Selatan. Namun di balik duka tersebut, banyak masyarakat berharap almarhum memperoleh pahala terbaik karena menghembuskan napas terakhir di Tanah Suci saat menjalankan rukun Islam kelima.
Keluarga besar jamaah haji Muara Enim pun diharapkan tetap tabah dan ikhlas menerima musibah ini. Dukungan dari pemerintah daerah, petugas haji, dan masyarakat diharapkan dapat membantu keluarga melewati masa berduka. (***)
0 Komentar