Musi Online https://musionline.co.id 16 May 2026 @14:01 25 x dibaca 
Program Cetak Sawah 1.100 Hektare di Ogan Ilir Terancam Gagal Tanam, DPRD Siap Panggil Kadis Pertanian.
Musionline.co.id, Ogan Ilir - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ogan Ilir memastikan akan memanggil pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir terkait terancam gagalnya program cetak sawah di sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Ilir.
Program strategis nasional tersebut menjadi sorotan serius karena sekitar 1.100 hektare lahan dilaporkan berpotensi gagal tanam akibat genangan air dan persoalan teknis di lapangan.
Ketua Komisi II DPRD Ogan Ilir, Amir Hamzah mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat bersama dinas terkait guna membahas berbagai kendala yang menyebabkan program cetak sawah belum berjalan maksimal.
Menurut Amir Hamzah, program cetak sawah merupakan bagian dari program nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Karena itu, DPRD Ogan Ilir menilai persoalan yang terjadi harus segera ditangani agar target swasembada pangan dan peningkatan produksi pertanian di daerah tetap dapat tercapai.
“Kami akan membahas terkait kendala dan penuntasannya ke depan agar program cetak sawah di Ogan Ilir berhasil,” ujar Amir Hamzah.
Ribuan Hektare Lahan Terancam Gagal Tanam
Berdasarkan informasi yang diterima DPRD Ogan Ilir, sekitar 1.100 hektare lahan cetak sawah terancam gagal tanam dari total sekitar 3.000 hektare lahan yang masuk dalam program tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena program cetak sawah digadang-gadang sebagai solusi untuk memperluas areal pertanian produktif di Kabupaten Ogan Ilir sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Dari hasil penjelasan sementara pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ogan Ilir, permasalahan utama yang menyebabkan gagal tanam adalah tingginya debit air akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Akibat hujan dengan intensitas tinggi tersebut, sejumlah lahan yang sebelumnya sudah dibuka dan digarap justru tergenang air sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan penanaman padi.
“Akibat curah hujan yang tinggi, sehingga air menggenangi lahan yang telah digarap,” kata Amir Hamzah menirukan penjelasan pihak dinas terkait.
Genangan air yang terjadi tidak hanya merendam area persawahan, namun juga berdampak pada infrastruktur pendukung pertanian yang sebelumnya telah dibangun.
DPRD Soroti Perencanaan dan Kajian Teknis
Selain faktor cuaca, DPRD Ogan Ilir juga menilai terdapat persoalan dalam perencanaan teknis program di lapangan. Menurut Amir Hamzah, tim pelaksana dinilai kurang mempertimbangkan karakteristik lahan secara menyeluruh sebelum proses pengerjaan dilakukan.
Hal tersebut menyebabkan sejumlah titik lahan yang sebenarnya memiliki potensi tergenang tetap dijadikan lokasi program cetak sawah tanpa antisipasi memadai terhadap kondisi alam.
Salah satu contoh yang disoroti berada di Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya. Di wilayah tersebut, lahan yang telah dikerjakan justru mengalami genangan cukup tinggi hingga membuat area persawahan tidak dapat difungsikan.
Bahkan, tanggul irigasi yang dibangun untuk mendukung pengairan sawah juga ikut tenggelam akibat tingginya genangan air.
Kondisi itu dinilai memperlihatkan bahwa kajian terhadap struktur tanah, elevasi lahan, serta sistem drainase belum dilakukan secara optimal sebelum proyek dijalankan.
DPRD pun menilai evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada tahapan program berikutnya.
Anggaran Terancam Tidak Cair
Dampak dari terancam gagalnya program cetak sawah tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap sektor pertanian, tetapi juga pada kelangsungan anggaran program.
Amir Hamzah menyebutkan bahwa anggaran untuk lahan yang belum berhasil diolah tidak dapat dicairkan. Hal ini berpotensi menghambat pelaksanaan program cetak sawah selanjutnya di Kabupaten Ogan Ilir.
Jika kondisi ini terus berlanjut, maka target pembukaan lahan baru yang telah direncanakan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dikhawatirkan tidak dapat terealisasi secara maksimal.
Padahal, program cetak sawah di Ogan Ilir diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sektor pertanian.
Karena itu, DPRD meminta agar seluruh persoalan teknis segera diidentifikasi dan dituntaskan agar program tidak berhenti di tengah jalan.
Persoalan Dolomit Ikut Jadi Sorotan
Tak hanya masalah genangan air dan kesiapan lahan, DPRD Ogan Ilir juga menyoroti persoalan distribusi kapur dolomit yang disebut tidak terpelihara dengan baik.
Kapur dolomit merupakan salah satu material penting dalam proses pengolahan lahan pertanian, terutama untuk memperbaiki tingkat keasaman tanah agar lebih optimal digunakan sebagai area persawahan.
Namun dalam pelaksanaannya, distribusi dan pemeliharaan dolomit disebut belum berjalan maksimal sehingga berdampak terhadap kesiapan lahan cetak sawah.
Persoalan tersebut dinilai semakin memperburuk kondisi lahan yang sebelumnya telah terdampak genangan air.
DPRD meminta dinas terkait melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi material pertanian agar tidak terjadi pemborosan anggaran maupun penurunan kualitas program.
DPRD Dorong Evaluasi Menyeluruh
Komisi II DPRD Ogan Ilir menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan program cetak sawah agar target pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dapat tercapai.
Pemanggilan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir dijadwalkan untuk meminta penjelasan detail mengenai penyebab utama permasalahan, langkah penanganan yang telah dilakukan, hingga strategi pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Selain itu, DPRD juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pemetaan lokasi lahan, sistem irigasi, hingga kesiapan teknis pelaksanaan proyek sebelum program diperluas ke wilayah lain.
Dengan evaluasi yang matang, DPRD berharap program cetak sawah di Kabupaten Ogan Ilir tetap dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di daerah tersebut.
Program cetak sawah sendiri menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan produksi beras dan tantangan perubahan cuaca yang semakin tidak menentu.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tim teknis, dan masyarakat petani dinilai menjadi kunci utama agar program tersebut dapat berjalan efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Ogan Ilir. (***)
0 Komentar