Musi Online https://musionline.co.id 26 May 2026 @15:28 35 x dibaca 
Satlantas Polres Muara Enim Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar, Edukasi Keselamatan Digelar di SMKN 1 Muara Enim.
Musionline.co.id, Muara Enim – Upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini terus dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Muara Enim.
Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan di lingkungan sekolah, Satlantas Polres Muara Enim menanamkan pentingnya disiplin berkendara kepada para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Muara Enim pada Senin, 25 Mei 2026.
Dalam kegiatan itu, jajaran Satlantas hadir langsung memberikan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas kepada para siswa dan tenaga pendidik sebagai bagian dari langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di kalangan usia muda.
Kegiatan dipimpin langsung oleh AKP Nadhya Nabilla yang hadir sebagai pembina upacara bendera di sekolah tersebut.
Momentum upacara dimanfaatkan untuk memberikan pesan moral sekaligus edukasi tentang pentingnya budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.
Dalam amanatnya, AKP Nadhya Nabilla menegaskan bahwa pembinaan kepada pelajar merupakan langkah strategis untuk membentuk karakter disiplin sejak dini.
Menurutnya, pelajar menjadi kelompok penting yang perlu terus diberikan edukasi karena sebagian besar sudah mulai menggunakan kendaraan bermotor untuk mendukung aktivitas sehari-hari, terutama saat berangkat dan pulang sekolah.
“Kami ingin menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada para pelajar agar mereka memahami pentingnya keselamatan saat berkendara serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar AKP Nadhya Nabilla.
Usai pelaksanaan upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dan himbauan keselamatan berlalu lintas yang dipimpin oleh Ipda Sandri bersama personel Satlantas Polres Muara Enim lainnya.
Dalam penyuluhan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman yang lebih rinci mengenai aturan dasar berlalu lintas, etika berkendara, serta pentingnya mematuhi hukum demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Materi penyuluhan disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami oleh pelajar.
Para siswa diajak memahami berbagai faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas, termasuk perilaku berkendara yang sembrono, tidak mematuhi rambu-rambu, menggunakan kendaraan tanpa perlengkapan keselamatan, hingga kebiasaan melanggar aturan yang dianggap sepele namun berisiko tinggi.
Pentingnya Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Dini
Kegiatan pembinaan tersebut menjadi bagian dari strategi kepolisian untuk menanamkan budaya disiplin di jalan raya sejak usia sekolah.
Hal ini penting mengingat pelajar termasuk kelompok usia yang cukup rentan terhadap kecelakaan lalu lintas akibat minimnya pengalaman berkendara serta pengaruh lingkungan pergaulan.
Dalam penyuluhan itu, para siswa diberikan edukasi tentang pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar saat mengendarai sepeda motor, mengenakan atribut berkendara yang aman, serta memastikan kondisi kendaraan layak digunakan sebelum bepergian.
Tak hanya itu, petugas juga mengingatkan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menerobos lampu merah, tidak berkendara secara ugal-ugalan, serta menghindari penggunaan telepon genggam saat berkendara yang berpotensi memicu kecelakaan.
Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan persuasif agar para siswa tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut AKP Nadhya Nabilla, keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.
Dengan disiplin di jalan raya, risiko kecelakaan dapat ditekan sekaligus menciptakan lingkungan berkendara yang aman dan tertib.
Satlantas Ingatkan Bahaya Balap Liar
Salah satu poin penting dalam kegiatan pembinaan itu adalah himbauan tegas kepada pelajar agar tidak terlibat dalam aksi balap liar.
Aktivitas tersebut dinilai sangat membahayakan karena tidak hanya mengancam keselamatan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Fenomena balap liar kerap menjadi perhatian masyarakat karena selain mengganggu ketertiban umum, juga berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
Dalam penyuluhan, para siswa diingatkan mengenai dampak negatif dari aksi tersebut, baik dari sisi keselamatan, hukum, maupun masa depan mereka sendiri.
Petugas Satlantas menegaskan bahwa jalan umum bukan tempat untuk adu kecepatan. Sebaliknya, para pelajar diharapkan mampu menyalurkan energi dan minat secara positif melalui kegiatan sekolah, olahraga, maupun aktivitas produktif lainnya yang mendukung pengembangan diri.
Melalui edukasi tersebut, Satlantas berharap para siswa memahami bahwa gaya berkendara aman jauh lebih penting dibanding perilaku yang hanya mengutamakan sensasi sesaat namun penuh risiko.
Membangun Kedekatan Polri dengan Generasi Muda
Selain memberikan pemahaman tentang aturan lalu lintas, kegiatan pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dengan dunia pendidikan dan generasi muda.
AKP Nadhya Nabilla menegaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan pelajar agar tercipta rasa aman sekaligus kedekatan emosional.
“Kami berharap para pelajar dapat menjadi contoh dan pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Harapan tersebut menjadi pesan penting bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial. Ketika siswa memahami dan menerapkan budaya tertib berlalu lintas, mereka tidak hanya menjaga keselamatan pribadi tetapi juga dapat mempengaruhi lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan teman sebaya.
Pendekatan edukatif seperti ini dinilai efektif karena menempatkan pelajar sebagai bagian dari solusi dalam menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.
Pembinaan dan penyuluhan yang dilakukan Satlantas Polres Muara Enim merupakan bagian dari upaya mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Melalui pendidikan lalu lintas di sekolah, kepolisian berharap muncul generasi muda yang sadar aturan, disiplin, serta memiliki tanggung jawab sosial saat berada di jalan raya.
Dengan adanya kegiatan di SMKN 1 Muara Enim ini, budaya tertib berlalu lintas diharapkan semakin tumbuh di kalangan pelajar. Kesadaran kolektif yang dibangun sejak dini diyakini mampu menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Muara Enim. (***)
0 Komentar