Musi Online https://musionline.co.id 31 May 2026 @16:27 29 x dibaca 
Hampir 20 Ribu Penumpang Gunakan LRT Sumsel Selama Libur Idul Adha 1447 H, Bukti Meningkatnya Minat Transportasi Publik di Palembang.
Musionline.co.id, Palembang – Layanan Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan kembali menjadi pilihan utama masyarakat dalam menunjang mobilitas selama momentum libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Tingginya aktivitas masyarakat saat libur panjang mendorong peningkatan jumlah pengguna transportasi publik, khususnya LRT Sumsel yang melayani berbagai titik strategis di Kota Palembang.
Selama dua hari masa libur Idul Adha, yakni Rabu (27/5) hingga Kamis (28/5), tercatat sebanyak 19.677 penumpang memanfaatkan layanan LRT Sumsel untuk melakukan perjalanan di berbagai wilayah Kota Palembang.
Jumlah tersebut menunjukkan tren positif penggunaan transportasi publik di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama hari besar keagamaan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan bahwa angka pengguna LRT Sumsel selama libur Idul Adha tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, pada periode libur Idul Adha sebelumnya, jumlah penumpang LRT Sumsel tercatat sebanyak 19.265 pengguna. Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar 2 persen pada tahun ini.
“Peningkatan jumlah pengguna LRT Sumsel pada masa libur Idul Adha ini menunjukkan bahwa masyarakat memilih menggunakan transportasi publik sebagai pilihan dalam bepergian bersama keluarga maupun kerabat,” ujar Aida.
Peningkatan jumlah pengguna tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat mulai semakin percaya dan nyaman menggunakan moda transportasi umum sebagai sarana perjalanan sehari-hari, termasuk saat momen liburan dan silaturahmi keluarga.
Masyarakat Manfaatkan LRT untuk Bersilaturahmi dan Berwisata
Momentum libur panjang Idul Adha dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari bersilaturahmi ke rumah keluarga hingga mengunjungi pusat keramaian dan kawasan hiburan di Kota Palembang. LRT Sumsel dinilai menjadi pilihan praktis karena memiliki akses yang mudah menuju sejumlah titik strategis.
Aida menjelaskan, sebagian besar masyarakat menggunakan LRT Sumsel untuk mengunjungi rumah sanak saudara, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, hingga area publik lainnya yang ramai dikunjungi selama libur panjang.
Selain menghemat waktu perjalanan, penggunaan LRT Sumsel juga dianggap lebih nyaman dibandingkan kendaraan pribadi, terutama saat volume lalu lintas meningkat selama musim liburan.
Dengan tarif yang relatif terjangkau, yakni maksimal Rp10.000 untuk satu kali perjalanan, LRT Sumsel memberikan solusi transportasi ekonomis bagi masyarakat berbagai kalangan.
Tarif tersebut membuat masyarakat dapat melakukan perjalanan lintas wilayah di Kota Palembang tanpa harus terbebani biaya transportasi tinggi. Di sisi lain, penumpang juga memperoleh kenyamanan berupa perjalanan yang lebih aman, praktis, dan bebas dari kemacetan.
“LRT Sumsel hadir sebagai moda transportasi modern yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mampu menjadi solusi mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas selama masa libur panjang,” tambah Aida.
Stasiun Asrama Haji Jadi Titik Tersibuk Selama Libur Idul Adha
Berdasarkan data operasional selama dua hari libur Hari Raya Idul Adha 1447 H, Stasiun Asrama Haji menjadi stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi.
Tercatat sebanyak 4.307 pengguna memanfaatkan layanan dari stasiun tersebut. Tingginya jumlah pengguna di kawasan ini menunjukkan besarnya mobilitas masyarakat pada jalur strategis yang menghubungkan area permukiman dengan pusat aktivitas perkotaan.
Di posisi kedua, Stasiun DJKA mencatat sebanyak 3.334 penumpang, disusul Stasiun Ampera dengan jumlah 3.030 pengguna.
Sementara itu, Stasiun Bumi Sriwijaya melayani 2.521 penumpang, sedangkan Stasiun Bandara mencatat sebanyak 1.367 pengguna.
Ramainya aktivitas di sejumlah stasiun tersebut memperlihatkan bahwa layanan LRT Sumsel semakin diterima sebagai moda transportasi yang efisien, terutama saat kebutuhan mobilitas masyarakat meningkat.
Layanan Feeder Gratis Permudah Akses Penumpang
Selain kemudahan perjalanan menggunakan LRT, masyarakat juga dimudahkan dengan keberadaan layanan feeder yang telah terintegrasi dan dapat digunakan secara gratis.
Layanan feeder LRT Sumsel beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB guna membantu masyarakat melanjutkan perjalanan menuju lokasi tujuan akhir setelah turun dari stasiun.
Adapun layanan feeder tersebut mencakup sejumlah rute strategis, antara lain Koridor 1 Stasiun LRT Asrama Haji–Talang Betutu, Koridor 2 Stasiun LRT Polresta–Komplek Perumahan Ogan Permata Indah (OPI), Koridor 3 Stasiun LRT DJKA–Tegal Binangun, Koridor 4 Stasiun LRT RSUD Provinsi Siti Fatimah–Sukawinatan, hingga Koridor 5 Stasiun LRT Bumi Sriwijaya–Stadion Kamboja.
Selain itu terdapat Koridor 6 dari Stasiun LRT RSUD Siti Fatimah menuju Sukawinatan melalui berbagai titik prioritas, Koridor 7 Stasiun Bumi Sriwijaya menuju Stadion Kamboja/Bukit Siguntang, serta Koridor 8 Stasiun Asrama Haji–Talang Jambe.
Keberadaan feeder gratis ini dinilai sangat membantu masyarakat karena memperluas jangkauan transportasi umum, mempermudah akses menuju kawasan permukiman, dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Integrasi antarmoda tersebut juga menciptakan sistem perjalanan yang lebih praktis, cepat, serta hemat biaya.
Dorong Kesadaran Transportasi Ramah Lingkungan
Aida menilai meningkatnya jumlah penumpang LRT Sumsel selama libur Idul Adha menjadi tanda positif meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS), lanjutnya, akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan guna memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat.
Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata dan Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum.
Penggunaan transportasi publik seperti LRT Sumsel juga dinilai sejalan dengan upaya mendukung konsep go green, pengurangan emisi karbon, penghematan energi, serta menekan tingkat kemacetan di kawasan perkotaan.
Dengan semakin banyak masyarakat menggunakan transportasi massal, kualitas udara kota dapat terjaga sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Melalui penggunaan transportasi publik, masyarakat turut berkontribusi menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Aida.
Meningkatnya jumlah pengguna LRT Sumsel selama libur Idul Adha 1447 H sekaligus menjadi gambaran bahwa transportasi publik kini semakin dipercaya masyarakat sebagai sarana mobilitas yang efektif, efisien, dan ekonomis di Kota Palembang. (***)
0 Komentar