Musi Online https://musionline.co.id 05 June 2026 @19:49 22 x dibaca 
Ungguli 14 Pasang Finalis, Raiyen dan Cece Resmi Dinobatkan sebagai Bujang Gadis Muara Enim 2026.
Musionline.co.id, Muara Enim – Raiyen Kayana Putra Hakim dan Sherly Agustin Ramadhani atau yang akrab disapa Raiyen dan Cece resmi dinobatkan sebagai Bujang dan Gadis Muara Enim 2026.
Keduanya berhasil mengungguli 14 pasang finalis lainnya dalam malam Grand Final Pemilihan Bujang Gadis Muara Enim yang berlangsung meriah di Ballroom Evi Medaria, Kamis malam, 4 Juni 2026.
Ajang bergengsi yang menjadi wadah pengembangan generasi muda Kabupaten Muara Enim tersebut berlangsung penuh semangat dan antusiasme.
Para finalis tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari wawasan kebudayaan, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga komitmen dalam mempromosikan potensi daerah.
Kemenangan Raiyen dan Cece sekaligus menandai estafet kepemimpinan duta wisata daerah.
Keduanya menggantikan Attalah Zahran dan Harizan Syifa Rahmania yang sebelumnya menyandang gelar Bujang dan Gadis Muara Enim periode 2024.
Malam puncak pemilihan ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Muara Enim H Edison bersama Wakil Bupati Muara Enim Hj Sumarni, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran artis nasional Tisya Tika KDI semakin menambah kemeriahan acara yang menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan generasi muda di Bumi Serasan Sekundang.
Ajang Kaderisasi Generasi Muda Berkarakter
Dalam sambutannya, Bupati Muara Enim H Edison menegaskan bahwa pemilihan Bujang Gadis Muara Enim bukan sekadar ajang kompetisi mencari figur terbaik, melainkan bagian dari proses kaderisasi generasi muda yang memiliki karakter kuat, wawasan luas, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi merupakan aset berharga yang dimiliki Kabupaten Muara Enim. Mereka diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi generasi muda lainnya dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Ajang ini merupakan salah satu langkah dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kecintaan terhadap daerahnya. Para finalis yang terpilih maupun yang belum berhasil menjadi pemenang tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Muara Enim,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengharapkan para pemenang dapat menjalankan tugas sebagai duta wisata dan budaya dengan penuh tanggung jawab.
Tidak hanya memperkenalkan destinasi wisata, tetapi juga mampu mempromosikan kekayaan budaya lokal dan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.
Promosi Pariwisata dan UMKM Melalui Teknologi
Bupati Edison juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif di era modern saat ini.
Menurutnya, generasi muda memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, para Bujang dan Gadis Muara Enim diharapkan dapat menjadi ujung tombak promosi daerah melalui berbagai platform digital yang dimiliki.
Potensi wisata alam, budaya, kuliner, hingga produk-produk unggulan UMKM Muara Enim dinilai memiliki peluang besar untuk dikenal lebih luas apabila dipromosikan secara kreatif dan konsisten.
“Manfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi daerah. Tunjukkan kepada masyarakat luar bahwa Muara Enim memiliki banyak kekayaan yang patut dibanggakan,” pesannya.
Selain mempromosikan pariwisata dan UMKM, para finalis juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan edukasi positif kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Menjadi Benteng Pelestarian Budaya Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan agar para pemenang tidak hanya berbangga dengan gelar yang berhasil diraih. Menurutnya, gelar Bujang dan Gadis Muara Enim merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.
Ia berharap para duta wisata yang baru terpilih dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat serta turut menjaga dan melestarikan adat istiadat serta nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Bumi Serasan Sekundang.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian budaya daerah menjadi tantangan yang harus dijawab oleh generasi muda.
Karena itu, keberadaan Bujang dan Gadis Muara Enim diharapkan mampu menjadi benteng budaya yang menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi berikutnya.
“Jangan berhenti hanya pada gelar yang diraih malam ini. Jadilah inspirasi, teladan, dan penjaga budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman,” tegasnya.
Raiyen dan Cece Siap Jalankan Program YIE
Menutup rangkaian acara, Raiyen dan Cece menyampaikan rasa syukur, haru, dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada mereka sebagai Bujang dan Gadis Muara Enim 2026.
Keduanya mengaku tidak menyangka dapat meraih gelar tertinggi setelah melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah bersama-sama menunjukkan kemampuan terbaik sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.
Sebagai Bujang dan Gadis Muara Enim yang baru, Raiyen dan Cece berkomitmen untuk menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu program unggulan yang akan mereka dorong adalah advokasi bertajuk Youth, Entrepreneur, Innovation (YIE). Program ini berfokus pada pengembangan potensi generasi muda melalui inovasi, kreativitas, dan semangat kewirausahaan.
Melalui program tersebut, mereka ingin mendorong lahirnya lebih banyak anak muda yang mampu menciptakan peluang usaha, memanfaatkan teknologi secara produktif, serta berkontribusi dalam memperkuat perekonomian daerah.
“Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang tanggung jawab. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan positif bagi Muara Enim melalui program Youth, Entrepreneur, Innovation yang kami usung,” ujar Raiyen dan Cece.
Dengan terpilihnya Raiyen Kayana Putra Hakim dan Sherly Agustin Ramadhani sebagai Bujang dan Gadis Muara Enim 2026, diharapkan lahir semangat baru dalam mempromosikan pariwisata, budaya, dan potensi ekonomi daerah.
Kehadiran mereka menjadi simbol generasi muda Muara Enim yang siap berkarya, berinovasi, dan berkontribusi untuk kemajuan Bumi Serasan Sekundang di masa mendatang. (***)
0 Komentar