Musi Online https://musionline.co.id 17 June 2026 @14:38 10 x dibaca 
Tantangan Pertanian Kian Kompleks, Kontingen KTNA OKU Timur Siap Bawa Pulang Inovasi dan Pengetahuan dari PENAS KTNA XVII di Gorontalo.
Musionline.co.id, OKU Timur – Di tengah berbagai tantangan yang terus dihadapi sektor pertanian nasional, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, meningkatnya biaya produksi, hingga tuntutan menjaga ketahanan pangan, para pelaku usaha pertanian dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi.
Bagi petani, peternak, nelayan, maupun penyuluh, belajar bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan di tengah perubahan yang semakin cepat.
Kesadaran akan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia inilah yang mendorong Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur untuk ambil bagian dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII yang akan digelar di Provinsi Gorontalo pada 20 hingga 25 Juni 2026.
Keikutsertaan kontingen KTNA OKU Timur dalam kegiatan nasional tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kapasitas petani, peternak, pelaku perikanan, dan penyuluh dalam menghadapi tantangan sektor pangan yang semakin dinamis.
Fokus utama yang ingin dicapai bukan sekadar menghadiri kegiatan berskala nasional, melainkan menyerap sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi tepat guna, dan pengalaman terbaik yang dapat diterapkan di Kabupaten OKU Timur.
Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., di Halaman Pemerintah Kabupaten OKU Timur pada Senin, 15 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa partisipasi dalam PENAS KTNA XVII harus dimaknai sebagai momentum belajar sekaligus memperluas jaringan dengan pelaku sektor pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, kemajuan sektor pertanian tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan pengalaman yang dimiliki saat ini. Para pelaku usaha pertanian harus terbuka terhadap berbagai inovasi dan perkembangan yang terjadi di daerah lain agar mampu meningkatkan daya saing dan produktivitas.
“Jangan merasa cukup dengan apa yang kita miliki hari ini. Melalui kegiatan seperti ini kita harus banyak belajar, mendengar pengalaman daerah lain, dan membuka diri terhadap berbagai masukan yang dapat membantu meningkatkan kualitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di OKU Timur,” ujar Bupati Enos saat memberikan arahan kepada peserta kontingen.
Ia menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki keunggulan, pengalaman, dan pendekatan yang berbeda dalam mengelola sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan.
Oleh karena itu, PENAS KTNA menjadi wadah yang sangat penting untuk saling berbagi pengetahuan serta memperkenalkan inovasi yang telah terbukti berhasil diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.
Bupati juga mengingatkan bahwa seluruh peserta yang berangkat ke Gorontalo tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten OKU Timur dan harapan ribuan petani, peternak, serta pelaku perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
“Yang terpenting bukan sekadar hadir, tetapi bagaimana kita dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi yang nantinya bisa dibagikan kepada masyarakat serta diterapkan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di daerah,” tegasnya.
Selain memberikan motivasi kepada peserta, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, peternak, pembudidaya ikan, penyuluh, dan berbagai pihak yang selama ini terus berkontribusi menjaga keberlangsungan sektor pangan di Kabupaten OKU Timur.
Sementara itu, Ketua KTNA OKU Timur, H. Muhtadi, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten OKU Timur yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan kontingen menuju Gorontalo.
Menurut Muhtadi, PENAS KTNA XVII merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan dan membangun jaringan kerja sama dengan pelaku sektor pertanian dari seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta dapat mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain dan berpotensi dikembangkan di OKU Timur.
“Kami akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menambah wawasan dan membangun jejaring. Ilmu serta pengalaman yang diperoleh nantinya akan kami bagikan kepada rekan-rekan petani, peternak, dan pelaku perikanan di OKU Timur agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Niswaturrohmah, S.TP., M.E.P., yang akrab disapa Anis, menjelaskan bahwa jumlah peserta yang tergabung dalam kontingen OKU Timur sebanyak 25 orang dan didampingi oleh lima orang pendamping dari Dinas Pertanian.
Ia menjelaskan bahwa keberangkatan peserta dilakukan dalam dua tahap. Sebanyak empat orang tim pendahulu akan berangkat lebih awal untuk mengikuti agenda Rembuk KTNA Nasional. Sementara peserta lainnya akan menyusul sesuai jadwal kegiatan yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.
Selama berada di Provinsi Gorontalo, kontingen OKU Timur akan mengikuti berbagai agenda penting yang berfokus pada pengembangan kapasitas dan peningkatan kompetensi.
Agenda tersebut meliputi rembuk nasional, gelar teknologi pertanian, pameran inovasi, forum diskusi, hingga pertukaran pengalaman dengan petani dan pelaku usaha pangan dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya itu, Kabupaten OKU Timur juga memperoleh kehormatan untuk mewakili Provinsi Sumatera Selatan dalam lomba paduan suara yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan PENAS KTNA XVII. Kesempatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan kepercayaan yang diberikan kepada kontingen OKU Timur di tingkat provinsi.
Anis berharap keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di daerah.
Berbagai inovasi, teknologi tepat guna, serta praktik terbaik yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui keikutsertaan tersebut, diharapkan semakin banyak inovasi, teknologi tepat guna, dan praktik pertanian yang dapat diadopsi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, serta mendorong kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku perikanan di Kabupaten OKU Timur,” harapnya.
Partisipasi KTNA OKU Timur dalam PENAS KTNA XVII menjadi bukti komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor pangan.
Dengan semangat belajar, berbagi pengalaman, dan mengadopsi inovasi baru, diharapkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di OKU Timur semakin maju, berdaya saing, serta mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (***)
0 Komentar