Musi Online https://musionline.co.id 06 July 2026 @14:44 49 x dibaca 
Video Viral SPBU Lubuklinggau Tuai Sorotan, SPBU Megang dan Pertamina Beri Klarifikasi Soal Stok Pertalite yang Habis.
Musionline.co.id, Lubuklinggau – Video yang memperlihatkan ketegangan antara seorang konsumen dengan petugas SPBU Pertamina 24.316.51 Megang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Menanggapi beredarnya video tersebut, pihak pengelola SPBU bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kronologi kejadian.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat setelah video siaran langsung yang diunggah melalui akun media sosial Putri Wonk ditonton puluhan ribu warganet. Dalam video tersebut tampak terjadi adu argumen antara konsumen dengan petugas SPBU terkait penghentian penjualan BBM subsidi jenis Pertalite.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam, 3 Juli 2026, di SPBU Pertamina 24.316.51 Megang, Kota Lubuklinggau. Berdasarkan informasi yang dihimpun, suasana mulai memanas ketika sejumlah kendaraan telah mengantre untuk mengisi Pertalite.
Namun saat giliran salah seorang konsumen tiba, petugas menyampaikan bahwa stok Pertalite telah habis sehingga pengisian tidak dapat dilanjutkan.
Kondisi tersebut kemudian memicu protes dari konsumen yang merasa pelayanan dihentikan secara tiba-tiba. Rekaman perdebatan antara konsumen dan petugas SPBU itu pun dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial hingga menjadi perbincangan luas.
Menanggapi viralnya video tersebut, Robbi Zidni Ilma selaku perwakilan SPBU Pertamina 24.316.51 Megang membantah adanya dugaan penolakan pelayanan terhadap konsumen maupun praktik penyaluran BBM yang tidak sesuai prosedur.
Menurut Robbi, penghentian pengisian Pertalite terjadi semata-mata karena stok BBM subsidi tersebut memang telah habis setelah melayani masyarakat sepanjang hari.
"Penjualan Pertalite kami memang sudah habis. Sejak pagi kami terus melayani masyarakat hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Kebetulan saat ibu tersebut datang, stok Pertalite memang sudah kosong," jelas Robbi.
Ia menegaskan bahwa petugas SPBU tetap berusaha memberikan pelayanan kepada konsumen dengan menawarkan jenis BBM lain yang masih tersedia di lokasi.
"Kami sudah menawarkan produk BBM lain yang masih tersedia, namun konsumen tetap menginginkan Pertalite sehingga tidak bersedia menggunakan jenis BBM lainnya. Jadi bukan kami menolak melayani, memang stok Pertalite sudah habis," ujarnya.
Robbi juga memastikan tidak ada upaya menyembunyikan stok maupun memberikan perlakuan khusus kepada konsumen tertentu. Menurutnya, habisnya stok Pertalite merupakan kondisi yang dapat terjadi apabila kuota harian telah seluruhnya tersalurkan kepada masyarakat.
Sebagai bentuk keterbukaan, pihak SPBU bahkan mempersilakan masyarakat maupun pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan apabila masih terdapat keraguan terhadap kejadian tersebut.
"Kalau memang tidak percaya, silakan laporkan SPBU kami ke Pertamina. Silakan dicek transaksi terakhir kami, termasuk rekaman CCTV. Semua bisa diidentifikasi sehingga akan terlihat bahwa Pertalite memang sudah habis saat kejadian," tegasnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan pengelola SPBU Megang setelah video tersebut viral.
Menurut Rusminto, Pertamina Patra Niaga memiliki komitmen untuk memastikan seluruh penyaluran BBM subsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen memastikan penyaluran BBM subsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setiap informasi maupun masukan dari masyarakat akan kami tindak lanjuti melalui koordinasi dengan pengelola SPBU serta pengawasan di lapangan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar operasional prosedur," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setelah memperoleh informasi mengenai video yang beredar, tim Pertamina langsung melakukan penelusuran terhadap operasional SPBU Pertamina 24.316.51 Megang.
Penelusuran dilakukan melalui koordinasi dengan pihak pengelola SPBU, pemeriksaan data transaksi pada sistem penjualan BBM, hingga evaluasi terhadap proses pelayanan yang berlangsung saat kejadian.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, Pertamina menyatakan bahwa penyaluran Pertalite di SPBU Megang telah dilakukan sesuai prosedur operasional yang berlaku.
"Berdasarkan data transaksi pada sistem SPBU, penyaluran Pertalite telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme operasional yang berlaku. Hasil penelusuran juga menunjukkan tidak terdapat penyaluran yang menyimpang dari prosedur maupun pemberian layanan secara khusus kepada konsumen tertentu," kata Rusminto.
Selain memastikan kepatuhan terhadap prosedur distribusi BBM subsidi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga menyampaikan bahwa pengawasan terhadap operasional SPBU dilakukan secara berkala.
Pengawasan tersebut bertujuan memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap berjalan sesuai aturan pemerintah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina juga terus mendorong seluruh pengelola SPBU agar melakukan pengelolaan stok BBM secara optimal. Salah satu langkah yang ditekankan ialah melakukan pemesanan atau order BBM tepat waktu sebelum stok mulai menipis sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
Di sisi lain, Pertamina mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif mengawasi penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Apabila masyarakat menemukan indikasi penyimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Viralnya video di SPBU Megang menjadi perhatian publik karena menyangkut pelayanan terhadap masyarakat serta distribusi BBM subsidi.
Namun berdasarkan hasil klarifikasi dari pihak SPBU maupun hasil penelusuran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, penghentian pengisian Pertalite pada saat kejadian disebabkan stok BBM yang telah habis setelah kuota harian tersalurkan kepada masyarakat.
Pihak SPBU maupun Pertamina berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar di media sosial tanpa mengetahui kronologi secara utuh.
Keduanya menegaskan komitmen untuk terus menjaga transparansi, meningkatkan pelayanan, serta memastikan distribusi BBM subsidi berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku demi memenuhi kebutuhan masyarakat. (***)
0 Komentar