Musi Online https://musionline.co.id 03 August 2026 @14:29 33 x dibaca 
20,9 Persen Anak Indonesia Tumbuh Tanpa Peran Ayah, BERGEMA Dorong Penguatan Peran Ayah dalam Keluarga.
Musionline.co.id, Palembang – Peran ayah dalam kehidupan anak menjadi perhatian penting dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia.
Data yang menyebutkan bahwa sekitar 20,9 persen anak Indonesia tumbuh tanpa peran ayah atau sekitar satu dari empat anak mengalami kondisi fatherless menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Melihat kondisi tersebut, program BERGEMA (Berbagi Bergerak Bersama) pada tahun 2026 mengangkat tema “Aku dan Bapakku”. Tema ini menjadi ajakan untuk mendorong semakin kuatnya keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak, sekaligus membangun kesadaran bahwa kehadiran seorang ayah memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga.
Program BERGEMA merupakan kegiatan yang diinisiasi melalui kolaborasi PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) bersama mitra non-governmental organization (NGO), Yayasan Jarimatika (Komunitas Ibu Profesional). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan sosial The Human Safety Net (THSN) yang memberikan ruang bagi keluarga rentan untuk belajar, bermain, dan bertumbuh bersama.
Sepanjang tahun 2026, program BERGEMA ditargetkan dapat menjangkau sekitar 1.000 anak di 50 kota di Indonesia. Selain menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif bagi anak serta orang tua, program tersebut juga memberikan dukungan berupa donasi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Pelaksanaan BERGEMA tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar secara formal. Setiap keluarga yang mengikuti program diajak untuk terlibat dalam berbagai aktivitas yang dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Salah satu kegiatan utama yang menjadi perhatian adalah permainan kolaboratif antara ayah dan anak.
Melalui aktivitas tersebut, ayah dan anak didorong untuk membangun komunikasi, bekerja sama, serta menciptakan pengalaman positif yang dapat dikenang bersama. Pendekatan bermain dipilih karena dianggap mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus membantu membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
Selain permainan kolaboratif, peserta juga mengikuti sesi parenting yang membahas pentingnya peran orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Kegiatan juga dilengkapi dengan edukasi mengenai perencanaan keuangan keluarga, sehingga orang tua diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mempersiapkan masa depan keluarga.
Tidak kalah penting, anak-anak dan orang tua juga mengikuti berbagai aktivitas berbasis permainan atau play-based learning. Melalui metode ini, proses belajar dikemas secara menyenangkan dan melibatkan interaksi langsung antara anak dengan orang tua.
Para peserta juga mendapatkan learning kit yang dapat digunakan untuk melanjutkan kegiatan belajar dan bermain bersama di rumah. Dengan demikian, pesan yang dibawa melalui program BERGEMA tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
BERGEMA Hadir di Palembang
Di Kota Palembang, kegiatan BERGEMA diselenggarakan pada Minggu, 2 Agustus 2026, bertempat di Desa Qur’an Palembang, Kalidoni Indah Permai. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para karyawan dan tenaga pemasar Generali Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program sosial tersebut.
Kegiatan BERGEMA di Palembang menjadi bagian dari rangkaian program yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Pelaksanaan program direncanakan menjangkau sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Generali Indonesia bersama Yayasan Jarimatika berupaya menghadirkan pengalaman yang dapat memperkuat hubungan dalam keluarga, khususnya antara ayah dan anak.
Tema “Aku dan Bapakku” diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa keterlibatan ayah bukan hanya dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Chief Product Management dan Marketing Officer Generali Indonesia, Jong Wie Siu, mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama dan terpenting bagi proses tumbuh kembang seorang anak.
“Kami percaya bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dan terpenting bagi tumbuh kembang anak. Melalui program BERGEMA, kami ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan orang tua dan anak belajar, bermain, dan bertumbuh bersama. Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan anak, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga,” ujar Jong Wie Siu.
Ia menambahkan, program BERGEMA diharapkan dapat membantu semakin banyak keluarga Indonesia dalam membuka potensi terbaik mereka dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tujuan The Human Safety Net yang mendorong masyarakat untuk saling memberikan dukungan dan membuka potensi keluarga yang berada dalam kondisi rentan.
Dorong Ayah Lebih Aktif dalam Tumbuh Kembang Anak
Founder Komunitas Ibu Profesional, Septi Peni Wulandani, menilai bermain merupakan salah satu bahasa pertama yang digunakan anak untuk belajar dan berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya.
Menurutnya, kegiatan bermain bersama orang tua bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Di dalamnya terdapat proses belajar, membangun komunikasi, serta memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua.
“Karena itu kami percaya bahwa setiap momen bermain sesungguhnya adalah momen belajar, membangun komunikasi, dan mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak sebagai ‘sekolah’ pertamanya,” jelas Septi Peni Wulandani.
Ia mengatakan, melalui tema “Aku dan Bapakku”, pihaknya ingin semakin banyak ayah menyadari bahwa kehadiran mereka memiliki arti penting dalam kehidupan anak.
Keterlibatan ayah, lanjutnya, tidak hanya sebatas membantu ibu dalam menjalankan tugas pengasuhan. Lebih dari itu, ayah memiliki peran yang tidak tergantikan dalam mendampingi anak melewati berbagai tahap tumbuh kembangnya.
“Kami ingin semakin banyak ayah menyadari bahwa kehadiran mereka bukan sekadar membantu pengasuhan, tetapi menjadi bagian yang tidak tergantikan dalam proses tumbuh kembang anak. Kami berharap ini menjadi awal lahirnya budaya baru di Indonesia, yaitu budaya keluarga yang belajar, bermain, dan bertumbuh bersama,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus utama BERGEMA 2026. Melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama, keluarga diharapkan dapat membangun kebiasaan positif dalam berkomunikasi dan menghabiskan waktu berkualitas.
Donasi Rp1,2 Miliar untuk Pendidikan Anak
Program BERGEMA terselenggara berkat dukungan donasi yang berhasil dikumpulkan melalui gerakan The Human Safety Net pada tahun 2025. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp1,2 miliar dan disalurkan secara langsung kepada Yayasan Jarimatika (Komunitas Ibu Profesional).
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap kegiatan pendidikan dan pengembangan anak-anak dari keluarga rentan. Program ini juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara perusahaan, mitra sosial, karyawan, tenaga pemasar, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang lebih luas.
The Human Safety Net sendiri merupakan gerakan global dari Generali Group yang telah aktif di 26 negara. Gerakan ini bertujuan membuka potensi masyarakat yang hidup dalam kondisi rentan agar mereka mampu meningkatkan kualitas kehidupan keluarga sekaligus memberikan kontribusi positif bagi komunitasnya.
Setiap tahun, The Human Safety Net mengajak karyawan, tenaga pemasar, mitra, serta masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan penggalangan dana. Dukungan tersebut kemudian digunakan untuk memperkuat berbagai program sosial yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat yang membutuhkan.
Di Indonesia, berbagai program The Human Safety Net dari Generali Indonesia telah dijalankan bersama Komunitas Ibu Profesional sejak 2020. Sejak diluncurkan pada 2018, THSN Indonesia disebut telah memberikan dampak kepada lebih dari 40.000 anak dan keluarga melalui berbagai inisiatif.
Program tersebut mencakup bidang pendidikan dan nutrisi anak, penguatan ketahanan keluarga, peningkatan literasi keuangan, hingga perencanaan keuangan keluarga, termasuk pemahaman mengenai asuransi.
Secara global, The Human Safety Net telah membantu sekitar 1,3 juta orang yang hidup dalam kondisi rentan melalui dua fokus utama, yakni program For Families dan For Refugees. Gerakan tersebut juga telah melibatkan lebih dari 11.000 karyawan dan agen Generali Group di berbagai negara.
Komitmen Ciptakan Dampak Sosial Berkelanjutan
Generali Indonesia menegaskan bahwa pelaksanaan berbagai program The Human Safety Net merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan peran sebagai responsible corporate citizen.
Melalui berbagai kegiatan sosial yang berfokus pada pemberdayaan keluarga dan anak, Generali Indonesia berupaya memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan olahraga serta pelestarian lingkungan yang berkontribusi terhadap upaya penyerapan karbon.
Jong Wie Siu menegaskan, upaya membangun masa depan yang lebih baik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk menciptakan perubahan yang dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Program BERGEMA 2026 dengan tema “Aku dan Bapakku” menjadi salah satu langkah untuk mengajak keluarga Indonesia kembali melihat pentingnya kebersamaan dalam proses pengasuhan anak. Kehadiran ayah, interaksi antara orang tua dan anak, serta kesempatan untuk belajar dan bermain bersama diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya keluarga yang lebih kuat.
Dengan target menjangkau 1.000 anak di 50 kota sepanjang 2026, BERGEMA diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi juga menjadi gerakan yang mendorong perubahan positif dalam pola pengasuhan keluarga di Indonesia.
Melalui semangat berbagi, bergerak, dan bertumbuh bersama, program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk mendapatkan dukungan pendidikan sekaligus tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh perhatian.
Pada akhirnya, tema “Aku dan Bapakku” menjadi pengingat bahwa peran ayah bukan hanya tentang hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional, memberikan waktu, mendengarkan cerita anak, bermain bersama, serta mendampingi mereka dalam proses menemukan dan mengembangkan potensi terbaiknya.
Upaya memperkuat peran ayah dan keluarga menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih percaya diri, tangguh, dan memiliki hubungan keluarga yang sehat.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara dunia usaha, organisasi sosial, komunitas, dan masyarakat, berbagai inisiatif seperti BERGEMA diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi anak-anak dan keluarga Indonesia. (***)
0 Komentar