Musi Online https://musionline.co.id 03 August 2026 @14:32 36 x dibaca 
Mayat Laki-laki Ditemukan di Parit Kebun Sawit PT Hindoli Muba, Polisi Selidiki Dugaan Jasad Sengaja Dibuang.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Warga Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran parit kawasan perkebunan kelapa sawit PT Hindoli, Blok G.29/30, Desa Tanjung Dalam, Minggu (2/8/2026) pagi.
Jasad pria tersebut ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh warga di sekitar kawasan perkebunan. Penemuan mayat di parit kebun sawit PT Hindoli itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk segera dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Informasi mengenai penemuan jasad tersebut diterima Polsek Keluang sekitar pukul 08.45 WIB. Setelah mendapatkan laporan masyarakat, personel Polsek Keluang bersama Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Musi Banyuasin langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Kedatangan petugas kepolisian bertujuan untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, mengidentifikasi korban, serta mengumpulkan informasi awal yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian pria tersebut.
Kapolsek Keluang AKP Apriansyah, S.H., melalui Kasi Humas Polres Muba AKP S. Hutahaean, S.M., membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut.
"Setelah menerima informasi dari masyarakat, personel Polsek Keluang bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Muba langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan identifikasi terhadap korban, serta memasang garis polisi," ujar AKP S. Hutahaean.
Korban Diketahui Warga Kota Palembang
Setelah dilakukan proses identifikasi awal oleh petugas, korban diketahui bernama Candra, berusia 32 tahun. Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas dan tercatat sebagai warga Jalan SH Wardoyo Gang Kencana, RT 007 RW 002, Kelurahan Tujuh Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.
Identitas korban diketahui setelah petugas melakukan serangkaian pemeriksaan di lokasi. Polisi kemudian menghubungi pihak keluarga untuk melakukan proses identifikasi lanjutan sekaligus memastikan identitas korban.
Penemuan mayat pria di parit kawasan perkebunan kelapa sawit PT Hindoli ini menjadi perhatian aparat kepolisian karena lokasi ditemukannya jasad berada di kawasan perkebunan yang relatif jauh dari permukiman warga.
Polisi kini masih berupaya mengungkap bagaimana korban bisa berada di lokasi tersebut. Selain itu, penyidik juga mendalami aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui keberadaan korban sebelum jasad ditemukan.
Ditemukan Bekas Luka Diduga Akibat Benda Tumpul
Dari hasil pemeriksaan awal atau visum luar terhadap tubuh korban, petugas menemukan adanya tanda lebam yang diduga akibat benturan benda tumpul pada bagian dada.
Temuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh aparat kepolisian. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan bahwa luka tersebut menjadi penyebab utama kematian korban.
"Dari hasil visum luar ditemukan adanya bekas lebam akibat benda tumpul pada bagian dada korban. Saat ini penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan," jelas AKP S. Hutahaean.
Polisi masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban. Pemeriksaan lanjutan akan menjadi bagian dari upaya aparat dalam mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Penyidik juga akan mencocokkan hasil pemeriksaan terhadap jasad korban dengan keterangan saksi dan bukti-bukti yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan.
Polisi Dalami Dugaan Jasad Sengaja Dibuang
Dalam penyelidikan sementara, polisi mendapatkan informasi bahwa warga sekitar maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan perkebunan tersebut tidak mengenali korban.
Kondisi tersebut membuat aparat mendalami dugaan bahwa jasad korban sengaja dibuang di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Hindoli. Namun, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta sebelum penyidik menemukan bukti-bukti yang cukup.
Unit Reskrim Polsek Keluang saat ini melakukan penyelidikan dan pengumpulan alat bukti dengan mendapatkan dukungan dari Unit Pidum Satreskrim Polres Muba.
Penyidik akan menelusuri berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan kematian korban. Salah satunya dengan mencari tahu perjalanan korban sebelum ditemukan meninggal dunia, orang-orang yang terakhir kali berkomunikasi atau bertemu dengan korban, serta kemungkinan adanya kendaraan atau pihak tertentu yang membawa korban ke lokasi.
Selain itu, keterangan dari masyarakat dan pekerja perkebunan di sekitar lokasi juga akan menjadi bagian dari bahan penyelidikan. Polisi diharapkan dapat memperoleh petunjuk baru yang dapat membantu mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Polisi Lakukan Sejumlah Tindakan di Lokasi
Sejak menerima laporan penemuan mayat, kepolisian telah melakukan sejumlah tindakan untuk menangani kasus tersebut.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mengamankan lokasi penemuan jasad dan memasang garis polisi. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar kondisi TKP tetap steril sehingga proses olah tempat kejadian perkara dapat berlangsung dengan baik.
Selanjutnya, petugas melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Muba. Proses tersebut dilakukan untuk mengumpulkan berbagai informasi dan bukti awal yang berkaitan dengan penemuan jasad.
Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga korban untuk proses identifikasi lanjutan. Di sisi lain, sejumlah saksi juga dimintai keterangan guna mengetahui informasi mengenai korban dan kemungkinan aktivitas yang terjadi di sekitar lokasi sebelum jasad ditemukan.
Serangkaian langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban serta memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Muba bersama Polsek Keluang masih melakukan penyelidikan secara intensif. Polisi berupaya mengungkap penyebab pasti kematian Candra sekaligus mendalami dugaan bahwa jasad korban sengaja dibuang di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut.
Penyidik juga masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk menyusun rangkaian kejadian secara utuh. Setiap informasi yang diperoleh akan dikembangkan untuk menemukan titik terang dalam kasus penemuan mayat di parit kebun sawit PT Hindoli Muba tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai korban sebelum ditemukan meninggal dunia agar segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian.
Keterangan masyarakat dinilai penting untuk membantu penyidik mengetahui aktivitas korban sebelum kematiannya, termasuk kemungkinan siapa saja yang terakhir kali melihat atau berinteraksi dengan korban.
Masyarakat yang memiliki informasi diharapkan tidak ragu untuk melapor kepada kepolisian. Informasi sekecil apa pun dapat membantu proses penyelidikan, terutama dalam mengungkap kronologi dan penyebab kematian korban.
Dengan adanya penemuan mayat pria di parit kawasan perkebunan kelapa sawit PT Hindoli, polisi terus berupaya mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh. Dugaan jasad sengaja dibuang masih menjadi salah satu kemungkinan yang didalami penyidik, sementara penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan dengan mengedepankan pengumpulan bukti dan keterangan saksi. Masyarakat pun diharapkan dapat membantu aparat dengan memberikan informasi yang relevan agar kasus tersebut segera mendapatkan titik terang. (***)
0 Komentar