Musi Online https://musionline.co.id 02 August 2026 @13:47 37 x dibaca 
Pipa Gas Petro Prabu di Prabumulih Terbakar, Polisi Pastikan Keamanan Warga dan Selidiki Penyebab Kebocoran.
Musionline.co.id, Prabumulih – Insiden kebocoran pipa gas alam milik Petro Prabu yang sempat memicu kobaran api di wilayah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, mendapat penanganan cepat dari jajaran kepolisian bersama pihak perusahaan, pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat.
Polres Prabumulih memastikan kondisi di lokasi kejadian telah berhasil dikendalikan dan kembali kondusif. Petugas juga langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekati area yang berpotensi membahayakan.
Peristiwa kebocoran pipa gas tersebut terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026, di halaman belakang sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Malabar, Kelurahan Muara Dua Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.
Berdasarkan penanganan awal di lapangan, kobaran api yang muncul akibat kebocoran pipa gas berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. Tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian material akibat insiden tersebut.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebocoran pipa gas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan masyarakat sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi di kemudian hari.
Kronologi Pipa Gas Petro Prabu Terbakar
Kejadian bermula sekitar pukul 17.45 WIB. Saat itu, pipa gas alam yang berada di belakang rumah warga mengalami kebocoran. Kondisi tersebut kemudian memicu munculnya kobaran api di sekitar titik kebocoran.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera melakukan tindakan awal untuk mengendalikan situasi. Berkat respons cepat masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.50 WIB.
Tidak lama berselang, tim teknis Petro Prabu tiba di lokasi sekitar pukul 17.55 WIB. Petugas teknis perusahaan langsung melakukan pemeriksaan terhadap titik kebocoran dan mengambil langkah pengamanan dengan menghentikan sementara aliran gas.
Penghentian aliran gas dilakukan untuk mengurangi potensi risiko lanjutan serta memastikan kondisi di sekitar lokasi dapat dikendalikan dengan aman.
Selanjutnya, sekitar pukul 18.00 WIB, Unit Pemadam Kebakaran Kota Prabumulih datang ke lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Petugas pemadam juga memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun potensi kebakaran susulan yang dapat membahayakan warga sekitar.
Respons cepat dari berbagai pihak tersebut membuat kondisi di lokasi dapat segera diamankan. Warga pun diimbau untuk tidak mendekati area kejadian selama proses penanganan berlangsung.
Polisi Bergerak Setelah Terima Laporan Call Center 110
Jajaran Polres Prabumulih juga bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110.
Atas arahan Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., personel Samapta, piket fungsi Polres Prabumulih, serta personel Polsek Prabumulih Timur langsung mendatangi lokasi kejadian.
Kehadiran personel kepolisian difokuskan untuk memastikan keamanan masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya risiko lain akibat kebocoran pipa gas.
Petugas kemudian memasang garis polisi atau police line di sekitar area kejadian. Pemasangan garis polisi dilakukan untuk membatasi akses masyarakat agar tidak memasuki lokasi yang masih berpotensi membahayakan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari proses pengamanan tempat kejadian perkara. Dengan adanya pembatasan akses, petugas dapat lebih leluasa melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Selain mengamankan lokasi, personel kepolisian juga melakukan pengumpulan bahan keterangan atau pulbaket dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.
Salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah penghuni rumah kontrakan berinisial AS, 57 tahun. Keterangan dari saksi-saksi tersebut diperlukan untuk membantu kepolisian memperoleh gambaran mengenai kondisi sebelum, saat, dan setelah terjadinya kebocoran pipa gas.
Pengumpulan keterangan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden kebocoran pipa gas milik Petro Prabu.
Keselamatan Warga Menjadi Prioritas Utama
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kejadian yang memiliki potensi membahayakan.
Menurutnya, penanganan insiden dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kewenangan dan kemampuan teknis sesuai bidang masing-masing.
“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, profesional, dan transparan. Personel di lapangan telah mengamankan lokasi untuk mengantisipasi risiko lanjutan, sekaligus berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait agar kondisi benar-benar aman bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
Koordinasi antara kepolisian, pihak Petro Prabu, pemadam kebakaran, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penanganan.
Kepolisian tidak hanya berfokus pada pengamanan lokasi, tetapi juga memastikan proses penyelidikan tetap berjalan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kebocoran.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat pipa gas merupakan bagian dari infrastruktur yang membutuhkan pengawasan dan penanganan khusus. Setiap gangguan yang terjadi harus ditangani secara cepat dan tepat untuk mencegah risiko yang lebih besar terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Polisi Imbau Warga Tidak Mudah Percaya Informasi Belum Terverifikasi
Polda Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dalam menyikapi informasi mengenai insiden kebocoran pipa gas tersebut.
Masyarakat diminta tidak menyebarkan atau mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Terlebih, informasi mengenai peristiwa yang berkaitan dengan kebakaran dan kebocoran gas berpotensi menimbulkan kepanikan apabila disebarkan tanpa verifikasi.
Polisi mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan setiap kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan melalui layanan Call Center Polri 110 atau dengan mendatangi kantor kepolisian terdekat.
Laporan masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu aparat melakukan respons cepat terhadap berbagai kejadian darurat. Dengan adanya laporan yang cepat dan akurat, petugas dapat segera mendatangi lokasi serta melakukan langkah pengamanan yang diperlukan.
Dalam insiden kebocoran pipa gas Petro Prabu di Jalan Malabar, respons cepat masyarakat menjadi awal dari proses penanganan. Setelah laporan diterima, jajaran Polres Prabumulih bergerak ke lokasi untuk memastikan keamanan warga dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Penanganan Cepat Jadi Bentuk Kehadiran Polri
Kecepatan jajaran Polres Prabumulih dalam merespons laporan masyarakat menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Penanganan insiden tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, perusahaan, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Masing-masing pihak menjalankan peran sesuai tugasnya. Kepolisian berfokus pada pengamanan lokasi dan penyelidikan, tim teknis Petro Prabu menangani sumber kebocoran dan aliran gas, sementara petugas pemadam kebakaran memastikan proses pendinginan dan pencegahan potensi api kembali muncul.
Dengan kolaborasi tersebut, situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
Hingga proses penanganan selesai, kondisi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif. Aliran gas telah dihentikan sementara dan titik kebocoran berhasil diamankan.
Meski situasi telah terkendali, proses penyelidikan tetap dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab terjadinya kebocoran pipa gas tersebut.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap infrastruktur yang berada di sekitar kawasan permukiman. Masyarakat diharapkan segera melapor apabila menemukan indikasi kebocoran atau kondisi lain yang dapat mengancam keselamatan.
Dengan respons cepat, koordinasi yang baik, serta partisipasi aktif masyarakat, potensi risiko dapat diminimalkan. Polri pun memastikan akan terus hadir dalam memberikan rasa aman dan menjaga ketertiban masyarakat di wilayah Kota Prabumulih dan Sumatera Selatan. (***)
0 Komentar