Musi Online | Pengurus MUI OKU Patungan Dirikan MUI Mart, 30 Persen Hasil Penjualan untuk Dukung Kegiatan Dakwah
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Pengurus MUI OKU Patungan Dirikan MUI Mart, 30 Persen Hasil Penjualan untuk Dukung Kegiatan Dakwah

Musi Online
https://musionline.co.id 04 August 2026 @14:53
Pengurus MUI OKU Patungan Dirikan MUI Mart, 30 Persen Hasil Penjualan untuk Dukung Kegiatan Dakwah
Pengurus MUI OKU Patungan Dirikan MUI Mart, 30 Persen Hasil Penjualan untuk Dukung Kegiatan Dakwah.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Langkah nyata untuk memperkuat kemandirian lembaga dakwah terus dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). 
Salah satu terobosan yang tengah dipersiapkan adalah pendirian MUI Mart, sebuah usaha ritel yang modal awalnya dihimpun melalui patungan atau gotong royong para pengurus MUI OKU.
MUI Mart tersebut direncanakan mulai beroperasi pada September 2026 mendatang. Lokasi usaha berada di kawasan Kemiling, Kabupaten OKU. 
Kehadiran MUI Mart diharapkan menjadi salah satu sumber pendanaan mandiri yang dapat menopang berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, hingga program sosial MUI OKU di tengah masyarakat.
Inisiatif pendirian MUI Mart ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum MUI OKU, KH. Rokhmat Subki, S.Ag., M.Si., pada Senin (03/08/026). 
Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari kesadaran bersama para pengurus untuk membangun kemandirian organisasi sekaligus menghadirkan unit usaha yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, MUI Mart ini murni lahir dari kesadaran dan gotong royong para pengurus. Modal usahanya merupakan hasil patungan bersama, tanpa membebani pihak luar,” ungkap KH. Rokhmat Subki.
Menurutnya, pendirian MUI Mart bukan semata-mata ditujukan untuk membangun sebuah usaha ritel. 
Lebih dari itu, unit usaha tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya MUI OKU dalam memperkuat kemandirian lembaga sehingga berbagai kegiatan yang menyentuh kepentingan umat dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Selama ini, berbagai kegiatan dakwah, pendidikan keagamaan, pembinaan umat, dan aktivitas sosial membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit. 
Karena itu, keberadaan unit usaha mandiri diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung program-program tersebut.
MUI Mart Dikelola untuk Mendukung Dakwah
Salah satu konsep utama yang menjadi perhatian dalam pendirian MUI Mart adalah pemanfaatan sebagian hasil usaha untuk mendukung kegiatan dakwah MUI OKU. 
Berdasarkan perencanaan yang disampaikan, sebanyak 30 persen dari seluruh hasil penjualan MUI Mart nantinya akan dialokasikan secara khusus untuk membiayai berbagai program dakwah, pendidikan, serta kegiatan sosial yang diselenggarakan MUI OKU.
Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari konsep MUI Mart sebagai unit usaha yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan ekonomi, tetapi juga memiliki misi sosial dan keumatan.
“Dengan demikian, MUI Mart bukan sekadar tempat berbelanja, melainkan wadah mandiri yang menopang kelangsungan dakwah di tengah masyarakat,” tambah KH. Rokhmat Subki.
Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara aktivitas ekonomi dan kegiatan sosial keagamaan. 
Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui MUI Mart, sementara sebagian hasil usaha yang diperoleh akan dikembalikan untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan konsep tersebut, setiap transaksi yang dilakukan masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas jual beli biasa, tetapi juga secara tidak langsung ikut berkontribusi terhadap keberlangsungan kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial yang dijalankan MUI OKU.
Direncanakan Mulai Beroperasi September 2026
MUI OKU menargetkan MUI Mart dapat mulai beroperasi pada September 2026. Lokasi yang dipilih berada di kawasan Kemiling. Persiapan menuju pembukaan gerai terus dilakukan, termasuk penyiapan modal usaha, pengelolaan operasional, serta berbagai kebutuhan lainnya.
Kehadiran MUI Mart diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem usaha yang dikelola secara profesional, amanah, dan berorientasi pada kemanfaatan umat.
Sebagai lembaga yang memiliki peran dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat, MUI OKU memandang penting adanya upaya untuk memperkuat kemandirian organisasi. Kemandirian tersebut diharapkan tidak hanya dibangun melalui dukungan internal para pengurus, tetapi juga melalui pengembangan unit usaha yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Patungan modal yang dilakukan para pengurus menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mewujudkan gagasan tersebut. Langkah ini sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun lembaga yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan umat.
Layani Kebutuhan Pokok Masyarakat
Selain menjadi sumber dana mandiri untuk mendukung kegiatan MUI OKU, MUI Mart juga diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pengelolaannya akan diarahkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, nyaman, dan amanah. Dengan demikian, keberadaan MUI Mart di kawasan Kemiling diharapkan dapat diterima dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Kehadiran unit usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan alternatif tempat berbelanja bagi masyarakat dengan mengedepankan prinsip pelayanan yang baik dan kejujuran dalam menjalankan usaha.
Dalam jangka panjang, MUI Mart diharapkan dapat berkembang menjadi unit usaha yang lebih besar dan memiliki manfaat yang semakin luas. Jika pengelolaannya berjalan dengan baik, usaha tersebut berpotensi menjadi salah satu pilar pendukung kemandirian ekonomi MUI OKU.
Namun, yang menjadi tujuan utama tetaplah bagaimana aktivitas ekonomi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program-program keumatan. Sebagian hasil usaha yang dialokasikan untuk dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial diharapkan mampu memperkuat berbagai program yang selama ini dijalankan MUI OKU.
Wujud Gotong Royong dan Kemandirian Lembaga
Pendirian MUI Mart juga menjadi gambaran bahwa kemandirian lembaga dapat dibangun melalui semangat kebersamaan. Para pengurus MUI OKU tidak hanya menjalankan tugas organisasi dan dakwah, tetapi juga berupaya menghadirkan inovasi dalam mendukung keberlangsungan lembaga.
Dengan modal yang berasal dari patungan para pengurus, MUI Mart diharapkan menjadi contoh bahwa sebuah lembaga dapat mengembangkan sumber pendanaan mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pihak luar.
Semangat gotong royong tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan MUI Mart. Para pengurus bersama-sama memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan masing-masing demi merealisasikan sebuah unit usaha yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Ke depan, keberhasilan MUI Mart tentu akan sangat bergantung pada pengelolaan yang profesional, transparan, dan amanah. Selain itu, dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting agar usaha tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Masyarakat yang berbelanja di MUI Mart secara tidak langsung turut mendukung keberlangsungan kegiatan dakwah dan program sosial MUI OKU. Sebab, sebagian hasil penjualan telah dirancang untuk dikembalikan dalam bentuk dukungan terhadap berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi umat.
Harapan MUI OKU
Kehadiran MUI Mart diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan kemandirian ekonomi MUI OKU sekaligus memperkuat peran lembaga dalam menjalankan kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan.
Dengan rencana operasional yang dimulai pada September 2026, masyarakat di kawasan Kemiling dan sekitarnya diharapkan dapat menyambut baik kehadiran MUI Mart. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar usaha tersebut dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan awal pendiriannya.
MUI OKU berharap MUI Mart tidak hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan pelayanan yang baik, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mendukung kegiatan keumatan.
Melalui semangat gotong royong, kemandirian, dan pengelolaan yang amanah, MUI Mart diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan baru bagi MUI OKU dalam menjalankan berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosial.
Pada akhirnya, pendirian MUI Mart menjadi bukti bahwa penguatan lembaga dakwah dapat dilakukan melalui berbagai cara. Tidak hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga dengan membangun kemandirian ekonomi yang hasilnya dapat dikembalikan untuk kepentingan umat.
Dengan dukungan para pengurus dan masyarakat, MUI Mart diharapkan mampu berkembang menjadi unit usaha yang sehat dan berkelanjutan. Lebih jauh, usaha tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong dapat melahirkan sebuah gerakan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan dakwah di Kabupaten OKU. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top