Musi Online https://musionline.co.id 10 August 2026 @14:46 16 x dibaca 
Menteri Koperasi hingga KSP Dijadwalkan Hadiri Peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera di Muba.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, bersiap menjadi salah satu daerah yang menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi.
Dua agenda strategis terkait pengembangan industri sawit rakyat akan digelar pada 11–12 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari Seminar Nasional “Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi” yang digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, serta Peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi perhatian karena tidak hanya diarahkan sebagai agenda seremoni, tetapi juga diharapkan menjadi momentum memperkuat posisi koperasi dalam rantai industri kelapa sawit. Hilirisasi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sawit rakyat sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di daerah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Muba, Zulkarnain SP, mengatakan Seminar Nasional “Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi” akan berlangsung di Gedung OPP Room Pemkab Muba, Sekayu, Selasa (11/8/2026) mulai pukul 12.00 WIB.
Seminar tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 1.000 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, koperasi, pelaku usaha, pemangku kepentingan sektor perkebunan hingga masyarakat.
Sementara itu, agenda dilanjutkan pada Rabu (12/8/2026) dengan peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera yang berlokasi di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman. Peresmian dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dan diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 peserta.
“Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi, peningkatan nilai tambah, hilirisasi sawit rakyat, sekaligus penguatan kelembagaan koperasi,” ujar Zulkarnain, Minggu (9/8/2026).
Menteri Koperasi dan Sejumlah Pejabat Nasional Dijadwalkan Hadir
Rangkaian agenda strategis tersebut dijadwalkan dihadiri sejumlah pejabat nasional dan tokoh penting. Di antaranya Menteri Koperasi RI Dr Ferry Joko Juliantono SE AK MSi, Kepala Kantor Staf Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prof Dr H Dudung Abdurachman, serta Wakil Menteri Koperasi RI H Faisol Riza SS MA.
Selain itu, turut dijadwalkan hadir Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI Panel Barus SE ME dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Dr Ir Mohammad Abdul Ghani MSi.
Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru juga dijadwalkan hadir bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, kepala daerah serta para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan sektor koperasi dan industri kelapa sawit.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembahasan mengenai arah pengembangan hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi, khususnya dalam mendorong koperasi mengambil peran lebih strategis dalam pengelolaan potensi perkebunan rakyat.
Menurut Zulkarnain, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting karena pengembangan industri sawit tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara petani, koperasi, pemerintah dan pelaku industri agar rantai produksi dan pengolahan sawit rakyat dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Harapannya, seminar dan peresmian pabrik ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi langkah konkret membangun ekosistem industri sawit berbasis koperasi,” tegasnya.
Pabrik KUD Sejahtera Diharapkan Jadi Percontohan
Peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran pabrik diharapkan mampu memperpendek rantai pengolahan komoditas sawit rakyat dan membuka ruang yang lebih besar bagi koperasi untuk menciptakan nilai tambah.
Selama ini, komoditas kelapa sawit menjadi salah satu sektor penting bagi perekonomian masyarakat Muba. Karena itu, penguatan sektor hilir dinilai menjadi bagian penting agar manfaat ekonomi dari perkebunan sawit tidak hanya diperoleh melalui penjualan hasil panen, tetapi juga dapat berkembang melalui kegiatan pengolahan.
Zulkarnain mengatakan, Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pengembangan industri kelapa sawit berbasis koperasi.
Model tersebut diharapkan mampu mempertemukan tiga kekuatan utama, yakni petani sebagai penghasil bahan baku, koperasi sebagai kelembagaan ekonomi masyarakat, dan industri pengolahan sebagai bagian dari proses hilirisasi.
Dengan ekosistem yang semakin kuat, petani diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku. Koperasi juga diharapkan mampu mengambil posisi lebih strategis dalam pengelolaan hasil perkebunan dan pengembangan usaha, sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat lebih luas kepada anggota koperasi dan masyarakat.
Pengembangan hilirisasi sawit berbasis koperasi juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas di dalam negeri.
“Ini sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya Asta Cita kelima dalam melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” jelas Zulkarnain.
Pemkab Muba Matangkan Persiapan
Menjelang pelaksanaan dua agenda besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus melakukan berbagai persiapan. Koordinasi dengan Kementerian Koperasi RI dan seluruh pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana.
Persiapan tersebut dilakukan berdasarkan arahan Bupati Muba H M Toha Tohet SH, dengan melibatkan berbagai unsur yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan.
Pemkab Muba berharap kehadiran pejabat pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku koperasi, petani serta pemangku kepentingan industri sawit dapat menghasilkan pembahasan yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi masyarakat.
“Kita terus melakukan koordinasi dan komunikasi secara intens dengan Kementerian Koperasi serta pihak terkait lainnya. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan pada saat pelaksanaan nanti dapat berjalan sukses, tertib dan lancar,” pungkas Zulkarnain.
Dengan digelarnya Seminar Nasional dan peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera, Kabupaten Muba diharapkan tidak hanya menjadi daerah penghasil sawit, tetapi juga mampu berkembang sebagai salah satu daerah yang memperkuat hilirisasi sawit berbasis koperasi.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi petani dan koperasi untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar dari komoditas kelapa sawit. Jika ekosistem petani, koperasi dan industri dapat terus diperkuat, hilirisasi sawit di Muba berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. (***)
0 Komentar