Musi Online https://musionline.co.id 12 May 2025 @18:30 385 x dibaca 
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto didampingi Kasat Reskrim, Iptu Rio Trisno dan Kasi Humas, Iptu Hendi saat melakukan konferensi pers terkait penangkapan pelaku penusukan pedagang es di depan SMKN I Kayuagung, Senin (12/05/2025).
Musionline.co.id, OKI - Kejadian tragis menggemparkan warga Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, setelah seorang pedagang es tewas ditusuk secara brutal di depan SMKN 1 Kayuagung.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu sore, 11 Mei 2025, sekitar pukul 17.30 WIB, di Jalan Letnan Sayuti, Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kayuagung.
Korban diketahui bernama Kasman (60), seorang pedagang es asal Gunung Manik, RT 002, Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.
Kasman telah berdagang di kawasan sekolah tersebut selama beberapa waktu dan dikenal sebagai sosok yang ramah di kalangan pelajar dan warga sekitar.
Menurut keterangan Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, korban diserang secara tiba-tiba dari belakang oleh pelaku berinisial L (34), warga LK III RT 007, Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Kayuagung.
Pelaku dengan kejam menusukkan sebilah pisau sebanyak lima kali ke tubuh korban, lalu melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.
“Korban mengalami luka tusuk cukup parah di bagian perut kiri serta luka sayat lainnya di perut kanan, dada kanan, serta kedua tangan,” ungkap Kapolres saat konferensi pers di Mapolres OKI, Senin (12/05/2025), didampingi Kasat Reskrim Iptu Rio Trisno dan Kasi Humas Iptu Hendi.
Setelah kejadian, warga sekitar langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Namun karena luka yang cukup serius, Kasman dirujuk ke Rumah Sakit Medika Palembang.
Sayangnya, nyawa korban tak dapat diselamatkan.
Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin pagi (12/5) di rumah sakit tersebut.
Polisi yang bergerak cepat berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang dari satu jam setelah kejadian.
Pelaku diamankan sekitar pukul 18.00 WIB di wilayah Kecamatan Kayuagung tanpa perlawanan.
Barang bukti yang berhasil disita dari tangan pelaku antara lain:
1 bilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu warna cokelat, panjang 30 cm, bersarung kulit warna cokelat.
1 unit sepeda motor Honda Genio warna hitam abu-abu dengan nomor polisi BG 6147 KAR.
Motif penusukan masih diselidiki lebih lanjut oleh tim Satreskrim Polres OKI.
Polisi belum dapat memastikan apakah tindakan ini dilatarbelakangi oleh dendam pribadi, persaingan bisnis, atau motif lainnya.
“Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Kami belum bisa memastikan motif pastinya, namun yang jelas pelaku akan dijerat Pasal 351 Ayat (2) ke-3 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara,” tegas Kapolres OKI.
Kejadian ini mengundang keprihatinan mendalam dari warga Kayuagung.
Banyak yang tidak menyangka bahwa sosok Kasman yang dikenal pendiam dan pekerja keras harus menemui akhir hayat dengan cara tragis.
Warga sekitar berharap proses hukum berjalan adil dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
Pihak keluarga korban yang berada di Kuningan, Jawa Barat, dikabarkan sudah diberi tahu tentang insiden ini.
Jenazah akan dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan secara layak di tanah kelahiran.
Sementara itu, pihak sekolah SMKN 1 Kayuagung turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Kasman.
Para siswa dan guru mengaku kehilangan sosok pedagang es yang setiap harinya menyapa mereka dengan senyuman. (***)
0 Komentar