Musi Online https://musionline.co.id 12 May 2025 @18:34 333 x dibaca 
Tragedi Ledakan di Garut: Gabungan Personel Militer dan Sipil Gugur Saat Musnahkan Amunisi Tak Layak Pakai.
Musionline.co.id, Garut — Duka menyelimuti Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, setelah sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan tersebut pada Senin pagi, 12 Mei 2025.
Insiden tragis ini terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh tim gabungan dari personel militer dan sipil.
Ledakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di area khusus peledakan yang selama ini digunakan untuk menonaktifkan sisa-sisa amunisi usang dan berisiko tinggi, terutama yang berasal dari gudang senjata militer.
Menurut keterangan yang diperoleh dari sumber resmi, ledakan besar tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia di tempat kejadian.
Para korban terdiri dari unsur militer yang bertugas dalam penanganan bahan peledak serta warga sipil yang terlibat dalam proses pengamanan dan dokumentasi kegiatan pemusnahan tersebut.
"Telah terjadi musibah di lokasi peledakan yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia saat kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai," demikian bunyi pernyataan resmi yang diterima media pada Senin, 12 Mei 2025.
Tim evakuasi darurat langsung dikerahkan ke lokasi ledakan. Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis dan forensik.
Aparat TNI, Polri, serta tim penjinak bom (Jihandak) saat ini tengah mengamankan area dan melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak aktif yang tersisa.
Kapendam III/Siliwangi, yang belum memberikan pernyataan langsung di lokasi, mengonfirmasi bahwa tim investigasi gabungan dari militer dan kepolisian telah diterjunkan untuk menyelidiki penyebab utama ledakan.
Sejauh ini, dugaan sementara mengarah pada kesalahan teknis atau kelalaian dalam prosedur standar pemusnahan bahan peledak.
Lokasi kejadian kini dipasangi garis pengaman dan ditutup sementara dari aktivitas warga.
Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara ledakan yang sangat keras hingga radius beberapa kilometer, disertai getaran yang mengguncang rumah-rumah di sekitar desa.
Seorang warga, Asep (43), menceritakan suasana mencekam sesaat setelah ledakan terjadi.
"Kami kira gempa, tapi ternyata suara ledakan sangat keras. Setelah itu, kami lihat asap hitam membumbung tinggi dari arah lokasi latihan militer," ujarnya.
Tragedi ini menjadi pukulan besar bagi TNI dan masyarakat sipil yang terlibat dalam misi pemusnahan bahan peledak demi keamanan bersama.
Pihak keluarga korban kini menanti kepastian identitas dan proses pemulangan jenazah dari rumah sakit.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan RI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berjanji akan mengusut tuntas penyebab kejadian ini serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemusnahan amunisi di seluruh wilayah Indonesia.
Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya laten yang masih tersimpan di balik tumpukan senjata dan amunisi yang sudah tidak layak pakai.
Pemerintah diharapkan segera melakukan perbaikan sistem dan pelatihan keselamatan yang lebih ketat demi mencegah kejadian serupa di masa depan. (***)
0 Komentar