Musi Online https://musionline.co.id 01 September 2025 @19:04 89 x dibaca 
Polisi Ringkus Dua Penyusup di Aksi Mahasiswa, Kapolrestabes Palembang: Bukan Bagian dari Mahasiswa.
Musionline.co.id, Palembang – Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan yang berlangsung di halaman Gedung DPRD Sumsel, Senin (1/9/2025), diwarnai dengan insiden penangkapan dua orang penyusup.
Kedua pria tersebut kedapatan membawa senjata tajam dan langsung diamankan aparat kepolisian.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, memastikan bahwa kedua orang yang ditangkap bukan bagian dari kelompok mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa kepolisian akan menindak tegas setiap tindakan yang berpotensi memicu kericuhan dalam aksi yang sejatinya berjalan damai.
“Kedua orang itu bukan mahasiswa. Mereka kami amankan di lokasi dan saat ini sudah diproses di Polrestabes Palembang,” tegas Harryo kepada wartawan.
Aksi Mahasiswa Berjalan Kondusif
Sejak pukul 12.30 WIB, ribuan mahasiswa mulai memadati kawasan sekitar Gedung DPRD Sumsel.
Mereka berasal dari berbagai kampus di Palembang dan sekitarnya.
Aksi sempat diwarnai dengan pembakaran ban sebagai simbol perlawanan, namun secara umum berjalan kondusif karena adanya pendampingan dari para dosen dan koordinasi dengan aparat keamanan.
Harryo pun mengapresiasi langkah para dosen yang ikut terjun mendampingi mahasiswa. Menurutnya, keberadaan para pendidik mampu menjaga aksi tetap dalam koridor penyampaian aspirasi yang damai dan tertib.
“Kami berterima kasih kepada para dosen yang ikut mengawal mahasiswa. Ini menunjukkan komitmen bersama agar aspirasi bisa disampaikan dengan cara-cara yang baik,” tambahnya.
Aparat Siaga Penuh
Sejak malam sebelumnya, aparat gabungan dari Polda Sumsel dan Kodam II/Sriwijaya telah melakukan patroli di sejumlah titik di Kota Palembang.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali menjelang aksi besar yang sudah direncanakan sejak pekan lalu.
Di sekitar Gedung DPRD Sumsel, ratusan personel Polri dan TNI disiagakan lengkap dengan kendaraan taktis.
Meski demikian, aparat menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk membatasi aksi mahasiswa, melainkan untuk memberikan pengawalan agar aksi berjalan aman.
Dalam orasinya, mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap isu kenaikan gaji anggota DPR RI. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak berpihak kepada rakyat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
Mahasiswa menegaskan bahwa suara mereka adalah bentuk kepedulian terhadap keadilan sosial. Dengan orasi bergantian, mereka menekankan bahwa perjuangan ini bukan sekadar soal gaji, tetapi menyangkut keberpihakan wakil rakyat terhadap masyarakat yang diwakilinya.
Aksi Solidaritas untuk Affan
Selain isu utama, aksi mahasiswa juga diwarnai dengan doa dan seruan solidaritas untuk almarhum Affan, seorang driver ojek online yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Asosiasi Driver Ojek Online Sumatera Selatan telah menggelar aksi damai sekaligus penggalangan donasi untuk keluarga Affan pada Sabtu (30/8/2025).
Dalam aksi mahasiswa kali ini, semangat solidaritas itu kembali digaungkan sebagai bentuk empati atas tragedi tersebut.
Kapolrestabes Palembang menegaskan, aparat akan tetap mengawal aksi mahasiswa hingga selesai. Namun, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan momentum dengan tindakan provokatif.
“Kami pastikan proses hukum terhadap penyusup yang kami amankan akan berjalan sesuai aturan. Mahasiswa berhak menyampaikan pendapat, tapi kami tidak akan toleransi dengan upaya menciptakan kerusuhan,” tutup Harryo.
Hingga berita ini diturunkan, ribuan mahasiswa masih bertahan di sekitar Gedung DPRD Sumsel sambil melanjutkan orasi. Aparat gabungan tetap siaga penuh untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. (***)
0 Komentar